Iran Balas Serang Pangkalan AS di Yordania, Hancurkan Kandang F-35
– Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Yordania.
Pernyataan itu disampaikan pada Rabu (10/6/2026), usai AS melancarkan serangan udara yang dipicu oleh insiden penembakan jatuh helikopter Apache.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita pemerintah Iran, IRNA, IRGC menyebut bahwa operasi militer tersebut berhasil menghancurkan empat sasaran utama.
Baca juga: Gara-gara Serangan AS, Rencana Damai dengan Iran Terancam Bubar
"Kami telah membidik dan menghancurkan empat target utama, termasuk kandang pesawat tempur F-35 di sebuah pangkalan udara dan pusat komando militer pembunuh anak-anak milik AS di Al-Azraq, Yordania," bunyi pernyataan IRGC.
Serangan tersebut dilakukan menggunakan rudal jarak jauh, sebagaimana dilansir AFP.
Sebelumnya, AS melancarkan serangan terhadap sejumlah sistem pertahanan udara dan radar di sekitar Selat Hormuz, waktu Teheran atau Selasa (9/6/2026) waktu AS.
Serangan AS itu sendiri merupakan respons atas jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS yang jatuh sehari sebelumnya.
Baca juga: Iran dan Lebanon: Dua Front yang Tak Bisa Dipisahkan
Melalui platform media sosial X, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan tinggal diam.
"Meski mengalami kekalahan di medan perang, AS memilih menguji tekad kami. Angkatan Bersenjata kami yang tangguh tidak akan membiarkan satu pun serangan atau ancaman berlalu tanpa jawaban. Tinggalkan kawasan kami jika ingin selamat," tulis Araghchi.
Araghchi juga mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pasukan asing yang masih beroperasi di sekitar Selat Hormuz, sebagaimana dilansir AFP.
"Selat Hormuz bukan perairan internasional, melainkan wilayah bersama antara Iran dan Oman," tegasnya.
Baca juga: Menlu Iran Murka Usai Diserang AS, Ancam Kerahkan Kekuatan Militer
"Pasukan asing di dekat wilayah kami berada dalam risiko terus-menerus akibat kesalahan manusia mereka sendiri, kecelakaan biasa, atau kemungkinan terseret dalam baku tembak," lanjutnya.
Dia menambahkan, solusi terbaik bagi pasukan asing adalah segera meninggalkan kawasan tersebut.
"Kami lebih suka bahasa diplomasi, tetapi kami juga fasih berbicara dalam bahasa lain," kata Araghchi.
Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) menyatakan bahwa serangan dilancarkan atas perintah "Panglima Tertinggi".
Baca juga: Konflik Pecah Lagi, AS Gempur Iran Usai Helikopter Apache Jatuh
Centcom menyebut operasi itu sebagai respons proporsional terhadap agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan AS merespons dengan cara yang kuat atas insiden helikopter tersebut.
"Saya percaya responsnya harus sangat kuat, sangat dahsyat, dan itulah yang terjadi sekarang," kata Trump dalam wawancara telepon dengan ABC News.
Media Axios melaporkan serangan menyasar sistem pertahanan udara dan radar Iran di sekitar Selat Hormuz.
Media Iran menyebut situasi kini dilaporkan tenang pascaserangan.
Baca juga: Trump Klaim Kesepakatan AS-Iran di Tahap Akhir, Tuntas 2-3 Hari Lagi
Tag: #iran #balas #serang #pangkalan #yordania #hancurkan #kandang