Moncong Rudal NATO Makin Dekat Wilayah Rusia
Ilustrasi sistem peluncur rudal Patriot 
00:10
9 Maret 2024

Moncong Rudal NATO Makin Dekat Wilayah Rusia

Hubungan Rusia dengan negara-negara NATO semakin panas. Perang Rusia vs Ukraina belum usai, kini kelompok pakta pertahanan Atlantik Utara kembali memancing-mancing.

Pasalnya, NATO menyatakan berencana menempatkan senjata paling modernnya ke wilayah perbatasan anggotanya dengan negeri Beruang Merah.

Menteri Pertahanan Lituania Arvydas Anusauskas mengakui bahwa NATO akan memasang rudal
anti-udara Patriot buatan AS di wilayahnya.

Lituania adalah negara yang wilayahnya berbatasan dengan Kaliningrad, kawasan eksklave milik Rusia. Negara itu juga berdampingan dengan Belarus, negara pendukung Kremlin.

“Tahun ini, sistem pertahanan udara rotasi akhirnya akan beroperasi, setidaknya sebagian,” kata Anusauskas stasiun penyiaran pemerintah LRT.

“Tujuan kami adalah melakukan rotasi yang serupa dengan misi pengawasan udara,” tambah menteri tersebut, mengacu pada penerbangan patroli rutin yang dilakukan pesawat NATO di wilayah udara Lituania, Latvia, dan Estonia.

“Prinsip ini tidak akan berlaku sekali saja selama beberapa bulan, namun akan mencakup seluruh bulan kalender kami dan secara signifikan meningkatkan kemampuan pertahanan udara kami,” kata Anusauskas.

AS dan sekutunya di Eropa mengirimkan beberapa baterai Patriot ke Ukraina tahun lalu. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung Kiev selama konflik dengan Moskow.

NATO terus mengerahkan pasukan tambahan ke Eropa Timur dan negara-negara Baltik dalam beberapa tahun terakhir, mengutip operasi militer Rusia di Ukraina.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg bulan lalu memperingatkan bahwa aliansi Barat “harus bersiap menghadapi konfrontasi yang dapat berlangsung selama beberapa dekade.”

Rusia menyebut ekspansi NATO yang terus berlanjut ke arah timur dan kerja sama blok tersebut dengan Kiev sebagai salah satu akar penyebab konflik saat ini. Para pejabat Rusia telah berulang kali menekankan bahwa Moskow memandang unit militer NATO di dekat perbatasannya sebagai ancaman keamanan nasional.

Pada bulan Januari, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova memperingatkan bahwa penempatan pasukan asing tambahan di Lituania “hanya akan meningkatkan ketegangan militer.”

Takut Pada Rusia, Bangun Bunker

Tiga negara anggota NATO yang berdekatan dengan Rusia yaitu Estonia, Latvia dan Lithuania, juga telah menandatangani proyek pembangunan ratusan bunker.

Petinggi tiga negara Baltik bertemu di Riga dan menyetujui pembangunan apa yang mereka sebut “instalasi pertahanan anti-mobilitas” di perbatasan timur mereka “untuk mengusir kemungkinan agresi Rusia.”

Kini tiga negara pecahan Uni Sovyet tersebut dalam keadaan waspada sangat tinggi terhadap Rusia.

Menteri Pertahanan Estonia Hanno Pevkur mengatakan, apa pun dilakukan untuk keamanan rakyatnya.

“Kami melakukan upaya ini agar masyarakat Estonia dapat merasa aman,” kata Pevkur

aa menambahkan bahwa konflik di Ukraina telah menunjukkan bahwa “selain peralatan, amunisi dan tenaga kerja, kita juga memerlukan struktur pertahanan fisik di perbatasan.”

Sebagai bagian dari apa yang disebut “Garis Pertahanan Baltik,” Estonia berjanji untuk membangun ratusan bunker beton, masing-masing berukuran sekitar 35 meter persegi dan mampu menampung 10 tentara.

Mereka akan ditempatkan di sepanjang perbatasan sepanjang 294 kilometer dengan Rusia dan dihubungkan dengan jaringan titik dukungan dan jalur pasokan.

Ranjau darat, kawat silet, dan penghalang anti-tank “gigi naga” akan disimpan di dekatnya sehingga dapat dengan cepat dikerahkan jika diperlukan, Kaido Tiitus, seorang staf di Kementerian Pertahanan, mengatakan kepada stasiun penyiaran negara ERR.

Bunker tersebut dilaporkan harus mampu bertahan dari serangan langsung peluru artileri 152 mm.

Anggaran awal untuk program ini adalah €60 juta ($65 juta). Pembangunannya diperkirakan akan dimulai pada awal tahun 2025. Menurut Tiitus, proses yang paling sulit adalah membeli tanah yang saat ini dimiliki swasta.

“Ada tanda tanya besar mengenai penjualan tanah di tenggara Estonia, misalnya karena masyarakat di sana tidak ingin menjual tanah, karena tanah itu penting bagi mereka, apakah tanah tersebut memiliki nilai tradisional ataukah itu murni tanah pertanian yang menjaga jiwa masyarakat tetap hidup di pelosok negeri ini,” katanya.

Kementerian Pertahanan Estonia memperkirakan bahwa sekitar 600 bunker akan dibutuhkan untuk proyek tersebut, menurut outlet Posttimees.

Tiitus mengatakan benteng tersebut “tidak akan dirancang untuk merusak pemandangan atau mengganggu kehidupan sehari-hari.”

Editor: Hendra Gunawan

Tag:  #moncong #rudal #nato #makin #dekat #wilayah #rusia

KOMENTAR