Bos Geng El Salvador Diancam Penjara 25.000 Tahun
- Para bos geng kriminal mematikan, MS-13, di El Salvador dipastikan tidak akan pernah lagi menghirup udara bebas.
Jaksa penuntut mengungkapkan, para terdakwa menghadapi ancaman hukuman akumulatif yang mencapai ribuan tahun penjara dalam persidangan massal yang tengah berlangsung.
Bahkan, salah satu pemimpin geng paling berpengaruh diperkirakan bakal menerima vonis yang tidak akan habis dihabiskan dalam hitungan beberapa kali masa hidup manusia.
Baca juga: Presiden Lula Murka usai AS Tetapkan 2 Geng Brasil Jadi Organisasi Teroris
"Dengan hukuman yang akan dijatuhkan hakim, yaitu hukuman ribuan tahun, orang-orang ini dipastikan tidak akan bisa keluar dari sistem penjara," tegas Max Munoz, Wakil Jaksa Penuntut Kriminal Terorganisasi.
"Mereka bahkan tidak akan memiliki cukup waktu seumur hidup untuk menjalani hukuman yang akan dihadapi," tambah Munoz, sebagaimana dilansir AFP, Kamis (4/6/2026).
Salah satu figur utama yang menjadi sorotan dalam persidangan ini adalah Borromeo Henriquez (47), yang dikenal dengan julukan "Little Devil of Hollywood".
Henriquez sendiri saat ini sudah berstatus narapidana dan sedang menjalani hukuman 87 tahun penjara atas dakwaan 497 pembunuhan serta kejahatan lainnya yang dilakukan sejak tahun 1998.
Baca juga: Penggerebekan Besar-besaran Geng Motor Hells Angels, Polisi Sapu 28 Kota di Jerman
Namun, hukuman Henriquez belum selesai.
Berdasarkan akumulasi dari gelombang dakwaan baru dalam persidangan massal ini, jaksa penuntut menyatakan bahwa Henriquez bisa menghadapi hukuman antara 15.000 hingga 25.000 tahun penjara.
Persidangan yang telah dimulai sejak April ini mencetak sejarah baru sebagai peradilan pertama di El Salvador yang menyasar langsung struktur kepemimpinan tertinggi geng kriminal.
Sebanyak 485 anggota MS-13 duduk di kursi pesakitan. Meski demikian, kantor kejaksaan agung setempat sebelumnya sempat melaporkan total jumlah terdakwa mencapai 486 orang.
Baca juga: China Bubarkan Geng Scam Terkenal Myanmar Ming-Bai, Hukum Mati 16 Pelaku
Geng MS-13 sendiri telah diklasifikasikan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah El Salvador dan Amerika Serikat (AS).
Dalam persidangan ini, mereka dituntut atas 47.000 tindak kejahatan yang diduga dilakukan sepanjang dekade 2012 hingga 2022.
Dari ratusan terdakwa yang dihadirkan, terdapat 22 orang pemimpin MS-13 yang sebelumnya sudah berstatus sebagai narapidana.
Kini, mereka harus menghadapi rentetan dakwaan baru yang sangat masif, termasuk keterlibatan dalam sebagian dari 29.000 kasus pembunuhan yang diduga kuat didalangi oleh kelompok tersebut.
Baca juga: Bisnis Elektronik China Diduga Jadi Mesin Cuci Uang Geng Kriminal Brasil
Langkah hukum luar biasa ini merupakan kelanjutan dari kebijakan perang melawan geng kriminal yang dideklarasikan oleh Presiden El Salvador Nayib Bukele sejak tahun 2022.
Di bawah payung status darurat yang diberlakukan pemerintah, aparat keamanan sejauh ini telah menangkap sekitar 92.000 orang yang diduga sebagai anggota geng.
Kendati demikian, kebijakan agresif pemerintahan Bukele ini memicu kontroversi hebat dan gelombang kritik internasional.
Mayoritas dari 92.000 tersangka ditangkap tanpa adanya surat perintah resmi dari pengadilan.
Baca juga: Profil Saif al-Islam, Anak Muammar Khadafi yang Tewas Dibunuh Geng Bersenjata
Selain itu, ribuan orang yang sempat ditahan di bawah status darurat tersebut pada akhirnya dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan.
Sejumlah kelompok pembela hak asasi manusia (HAM) mengkritik keras aksi penangkapan massal ini dan menilai sistem hukum di El Salvador telah kehilangan independensinya.
Para pakar hukum memperingatkan bahwa tindakan keras yang dilakukan pemerintah berpotensi mengarah pada kejahatan terhadap kemanusiaan.
Menanggapi seluruh tudingan dan kritik tajam tersebut, Bukele memilih untuk mengabaikannya.
Bukele secara terbuka menegaskan prinsip kepemimpinannya bahwa hasil akhir yang dicapai demi keamanan negara saat ini telah membenarkan segala cara yang mereka tempuh.
Baca juga: Anak Muammar Khadafi Tewas Dibunuh Geng Bersenjata