Beirut Tak Boleh Disentuh, Hizbullah Ancam Balas Langsung ke Jantung Kota Israel
Anggota kelompok bersenjata di Lebanon, Hizbullah, membawa peti mati pemimpin Hashem Safieddine dalam prosesi pemakamannya di kampung halamannya di Deir Qanun Al Nahr, 24 Februari 2025.(AFP/MAHMOUD ZAYYAT)
13:24
4 Juni 2026

Beirut Tak Boleh Disentuh, Hizbullah Ancam Balas Langsung ke Jantung Kota Israel

- Kelompok Hizbullah di Lebanon mengancam akan langsung menyerang kota-kota besar di jantung pertahanan Israel jika Tel Aviv berulah. 

Kelompok tersebut menyatakan akan langsung menyerang kota pusat seperti Tel Aviv dan Haifa jika Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berani melancarkan serangan udara di Beirut, ibu kota Lebanon.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Politik Hizbullah Mahmoud Kamati dalam sebuah wawancara dengan media Qatar, Al Araby.

Baca juga: Israel Siapkan Mega Proyek Rp 81,5 T di Utara, Tepat di Depan Lebanon

Kamati juga menggarisbawahi bahwa tidak ada kata kompromi untuk menghentikan perlawanan demi mengamankan wilayah tertentu saja.

"Tidak mungkin penembakan ke arah utara dihentikan sebagai imbalan agar Dahiyeh tidak diserang. Sejak awal, kampanye ini berjalan penuh, dan cakrawala tetap terbuka," jelasnya.

Sebagai gantinya, Kamati mengancam akan menerapkan "persamaan baru" dalam konflik ini, sebagaimana dilansir Jerusalem Post, Rabu (3/6/2026).

Hizbullah kini menyetarakan wilayah Dahiyeh dan Beirut di satu sisi, dengan Haifa serta Tel Aviv di sisi lainnya sebagai target balasan yang setimpal.

Baca juga: Trump Minta Netanyahu Tahan Diri, tapi Bom Israel Tetap Hujani Lebanon Selatan

Houthi juga ancam

Sementara itu, Kelompok Houthi dari Yaman memperingatkan Israel akan konsekuensi fatal jika mereka memutuskan untuk tetap bertahan dan melanjutkan serangan di Lebanon.

Anggota Biro Politik Houthi Mohammed Alfrah menyatakan melalui sebuah unggahan di media sosial X bahwa militer Israel harus bersiap menghadapi balasan yang konstan.

"Israel harus menyadari bahwa setiap pelanggaran akan ditanggapi dengan respons, dan tentara mereka di wilayah selatan akan tetap rentan terhadap pembunuhan setiap hari hingga penarikan mundur dilakukan," ujar Alfrah.

Menurut Alfrah, tindakan menahan diri yang terjadi selama masa negosiasi sebelumnya justru menjadi celah yang dimanfaatkan oleh Israel untuk bertindak agresif.

"Apa yang paling membangkitkan selera musuh Israel adalah periode 15 bulan ketika mereka membom Lebanon tanpa tanggapan, dan itu adalah periode negosiasi dengan otoritas Lebanon," tambah Alfrah.

Baca juga: AS Usulkan Deeskalasi di Lebanon, tapi Hizbullah Harus Setop Menyerang

Tag:  #beirut #boleh #disentuh #hizbullah #ancam #balas #langsung #jantung #kota #israel

KOMENTAR