8 Hari Jelang Piala Dunia, Ibu Kota Meksiko Malah Lumpuh dan Dilanda Kekacauan
Para guru mendorong barikade yang menghalangi akses ke Zocalo sementara asap biru dari alat pemadam kebakaran yang disemprotkan polisi mengepul dari sisi lain saat demonstrasi menjelang Piala Dunia FIFA 2026, di Mexico City pada 1 Juni 2026.(AFP/ALFREDO ESTRELLA)
12:36
4 Juni 2026

8 Hari Jelang Piala Dunia, Ibu Kota Meksiko Malah Lumpuh dan Dilanda Kekacauan

– Delapan hari menjelang laga pembuka Piala Dunia 2026, ibu kota Meksiko, Mexico City, dilanda kekacauan pada Rabu (3/6/2026).

Gelombang protes massal yang digelar oleh para guru dan pensiunan hakim mengguncang kota tersebut.

Aksi unjuk rasa ditambah penutupan jalan serta proyek konstruksi yang dikebut di menit-menit terakhir, sehingga memicu kemacetan parah.

Baca juga: Ujung Terowongan Narkoba Besar AS-Meksiko Terungkap, Tembus di Toko California

Jutaan warga ibu kota pun harus menghadapi keterlambatan panjang dan rute perjalanan yang rumit, sebagaimana dilansir Reuters.

Situasi pelik ini terjadi tepat saat Stadion Azteca di Kota Meksiko tengah bersiap menggelar pertandingan perdana Piala Dunia antara Meksiko melawan Afrika Selatan pada 11 Juni mendatang. 

Di tengah sorotan global yang tertuju pada negara tersebut, para guru dan kelompok lain justru turun ke jalan dan memblokadejalan-jalan protokol. 

Mereka menegaskan, aksi unjuk rasa ini tidak terkait dengan turnamen sepak bola, namun mengancam akan mengintensifkan gerakan jika tuntutan mereka diabaikan.

Aksi protes tersebut berpusat di Insurgentes dan Paseo de la Reforma, dua jalan raya paling sibuk dan ikonik di ibu kota. 

Baca juga: Meksiko Rusuh Lagi 10 Hari Jelang Piala Dunia, Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Guru

Selain itu, blokade jalan oleh para guru di titik lain juga memperparah kemacetan. 

Pada Selasa (2/6/2026), massa bahkan merobohkan patung-patung raksasa pemain sepak bola di Paseo de la Reforma. 

Imbas insiden itu, sejumlah toko di sepanjang jalan mulai memasang pagar besi dan kayu pada Rabu untuk melindungi tempat usaha mereka.

Koordinator Pekerja Pendidikan Nasional (CNTE), sayap pembangkang dari serikat guru nasional, secara resmi telah menyatakan ancaman demonstrasi massal pada pembukaan Piala Dunia melalui media sosial. 

Mereka menuntut pemerintah menepati janji kampanye untuk menaikkan gaji dan mencabut undang-undang tahun 2007 yang merombak sistem pensiun serta jaminan sosial pekerja sektor publik.

Baca juga: Polisi Meksiko Temukan Terowongan Bawah Tanah Panjang, Diduga Tembus AS

"Pemerintah saat ini membuat komitmen kampanye, baik pemerintahan (mantan Presiden) Andres Manuel Lopez Obrador maupun Presiden Claudia Sheinbaum, mereka mengatakan memiliki komitmen kepada para guru untuk membatalkan reformasi tersebut. Tetapi itu tidak pernah terjadi," ujar Rodrigo Arias, seorang guru sekolah dari negara bagian Oaxaca yang telah mengajar selama 40 tahun.

Arias berbicara di luar Kementerian Dalam Negeri saat para pemimpin CNTE bertemu dengan otoritas setempat.

Dia juga mengklarifikasi bahwa perusakan patung pesepak bola bukan dilakukan oleh anggota serikat mereka. 

Menurutnya, CNTE tidak berniat merusak fasilitas atau memprovokasi bentrokan.

"Ada kebijakan untuk mengulur waktu, membuat komitmen yang tidak pernah benar-benar ditepati. Kami akan terus memobilisasi massa sampai kami didengar, bahkan dengan Piala Dunia yang sudah di depan mata," tegas Arias.

Baca juga: Iran Ganti Markas Piala Dunia 2026, Pindah dari AS ke Meksiko

Menanggapi situasi ini, Sheinbaum dalam konferensi pers pagi harinya menyatakan bahwa dirinya tidak akan terpancing oleh provokasi.

Dia juga tidak akan memerintahkan tindakan kekerasan atau tindakan tegas untuk membubarkan demonstrasi tersebut.

Sementara itu di pusat kota Mexico City, aksi protes juga datang dari para pensiunan hakim dan magistrat. 

Mereka menuntut pembayaran pesangon dan pensiun menyusul reformasi peradilan besar-besaran pada 2024 yang merestrukturisasi sistem hukum negara tersebut.

Baca juga: Raja Narkoba El Chapo Merasa Penjara AS Kejam, Minta Pulang ke Meksiko

Di luar persoalan demonstrasi, Mexico City juga dikejar waktu untuk merampungkan berbagai proyek infrastruktur. 

Meksiko dijadwalkan menjamu total 13 pertandingan Piala Dunia, dengan rincian lima pertandingan di ibu kota, serta masing-masing empat pertandingan di Guadalajara dan Monterrey.

Namun, renovasi di Bandara Internasional Benito Juarez, bandara terbesar dan tersibuk di Meksiko, serta perbaikan sistem kereta metro dan jalan-jalan utama kota terpantau belum selesai.

Bahkan pada Selasa, struktur besi dari jembatan penyeberangan orang di bandara tersebut runtuh dan menimpa seorang pengendara mobil hingga terluka.

Baca juga: Kisah David da Vinci, Anak Meksiko yang Punya IQ Lebih Tinggi dari Einstein

Tag:  #hari #jelang #piala #dunia #kota #meksiko #malah #lumpuh #dilanda #kekacauan

KOMENTAR