Update Korban Ledakan Tambang di China: 82 Meninggal, 128 Luka-luka
Ratusan petugas penyelamat telah tiba di lokasi kejadian ledakan tambang baru bara di China.(XinHua via BBC)
12:36
24 Mei 2026

Update Korban Ledakan Tambang di China: 82 Meninggal, 128 Luka-luka

- China merevisi dan menurunkan jumlah korban tewas dalam bencana ledakan tambang batu bara Liushenyu, Provinsi Shanxi, China Utara menjadi 82 orang.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa sedikitnya 90 orang tewas dalam ledakan di tambang yang terjadi pada Jumat (22/5/2026) malam waktu setempat.

Dilansir Reuters, Minggu (24/5/2026), informasi mengenai perubahan jumlah korban tewas tersebut disampaikan oleh pejabat setempat dalam konferensi pers pada Sabtu malam.

Dalam kesempatan tersebut, para pejabat mengatakan jumlah korban meninggal dunia awal yang dilaporkan media pemerintah dihitung secara keliru.

Baca juga: Bau Belerang Menyengat Sebelum Ledakan Tambang China Tewaskan 90 Orang


"Setelah kejadian itu, lokasi kejadian menjadi kacau, penghitungan jumlah pekerja oleh perusahaan tidak jelas, sehingga menyebabkan angka awal menjadi tidak akurat," kata Guo Xiaofang, kepala wilayah Qinyuan di Shanxi.

Menurut Guo, dua orang masih dinyatakan hilang, sementara 128 orang terluka dan dirawat di rumah sakit, dan 35 orang tidak terluka.

Diketahui ada sekitar 247 pekerja yang bertugas di bawah tanah pada saat insiden ledakan itu terjadi.

Tambang Liushenyu dimiliki oleh Shanxi Tongzhou Coal Coking Group, kini keempat tambangnya telah ditutup serta para eksekutif perusahaan ditahan, kata pejabat setempat dalam konferensi pers.

Baca juga: Ledakan Tambang di China Sebabkan 90 Orang Tewas, Terparah dalam 17 Tahun

Ledakan tambang terbesar dalan 17 tahun terakhir

Tim penyelamat dan petugas darurat mendatangi tambang batu bara Liushenyu, lokasi ledakan yang menewaskan sedikitnya 90 orang di Changzhi, Provinsi Shanxi, China, 23 Mei 2026.CNS via AFP Tim penyelamat dan petugas darurat mendatangi tambang batu bara Liushenyu, lokasi ledakan yang menewaskan sedikitnya 90 orang di Changzhi, Provinsi Shanxi, China, 23 Mei 2026.

Sebelumnya, terladi ledakan di tambang batu bara Liushenyu, Provinsi Shanxi, China Utara, Jumat (22/5/2026) malam waktu setempat.

Sebanyak 247 pekerja dilaporkan berada di bawah tanah pada saat ledakan terjadi, menurut kantor berita pemerintah Xinhua dilansir

Menurut laporan AFP, Sabtu (23/5/2026), sebagian besar dari pekerja berhasil dikeluarkan pada Sabtu pagi, setelah 345 personel penyelamat dikerahkan ke lokasi kejadian.

Peristiwa ini menjadi bencana kecelakaan pertambangan terbesar di China dalam 17 tahun terakhir.

Baca juga: Tambang Tembaga Bawah Tanah Terbesar di Dunia Runtuh, Penyelamat Berpacu Waktu

Sebelumnya pada 2009, terjadi bencana pertambangan terburuk di China yang menyebabkan 108 orang tewas dalam ledakan tambang di timur laut provinsi Heilongjiang.

Menanggapi insiden tersebut, Presiden Tiongkok Xi Jinping menyerukan agar segala upaya dikerahkan untuk merawat para korban luka dan mencari korban selamat.

“Semua wilayah dan departemen harus mengambil pelajaran dari kecelakaan ini, tetap waspada terhadap keselamatan kerja ... dan dengan tegas mencegah dan menekan terjadinya kecelakaan besar dan bencana," kata Xi.

Ia juga meminta pemerintah untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut dan meminta pertanggungjawaban kepada pihak yang bertanggung jawab.

Tag:  #update #korban #ledakan #tambang #china #meninggal #luka #luka

KOMENTAR