Berubah Sikap, Trump Minta AS Tak Buru-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku telah menginstruksikan tim negosiator Washington untuk tidak terburu-buru dalam merampungkan kesepakatan damai dengan Iran.
Padahal, Trump kini sedang menghadapi meningkatnya kritik terhadap kesepakatan untuk segera mengakhiri perang di Timur Tengah.
"Negosiasi berjalan dengan tertib dan konstruktif. Saya telah memberi tahu perwakilan saya untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan karena waktu masih berpihak kepada kita," tulis Trump di akun Truth Social miliknya, dikutip dari AFP, Minggu (24/5/2026).
"Blokade akan tetap berlaku sepenuhnya sampai kesepakatan tercapai, disahkan, dan ditandatangani," sambungnya.
Baca juga: Trump Redam Kecemasan Netanyahu, Janji Tak Abaikan Nuklir Iran
Sikap yang berbeda dari sebelumnya
Pernyataan ini berbeda dari sikap Trump sebelumnya yang meminta Iran untuk segera menyetujui kesepakatan damai dengan AS dan mengancam akan menyerang Teheran.
"Kedua belah pihak harus meluangkan waktu dan melakukannya dengan benar," tulis Trump dalam unggahan Truth Social yang sama, sambil mengecam kesepakatan nuklir 2015 yang disepakati mantan presiden Barack Obama dengan Iran.
"Hubungan kita dengan Iran menjadi jauh lebih profesional dan produktif. Namun, mereka harus memahami bahwa mereka tidak dapat mengembangkan atau memperoleh senjata atau bom nuklir," lanjutnya.
Meskipun Gedung Putih belum merilis detail kesepakatan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan bahwa kedua pihak hampir mencapai nota kesepahaman.
"Semacam perjanjian kerangka kerja yang terdiri dari 14 pasal dalam tren menuju pendekatan yang lebih baik," ujarnya.
Baca juga: Iran Tembak Jatuh Drone Mata-mata Israel Saat Kesepakatan Damai Hampir Tercapai
Potensi isi kesepakatan
Menurut kantor berita Axios, kesepakatan yang mungkin tercapai akan memperpanjang gencatan senjata saat ini selama 60 hari.
Selat Hormuz juga akan dibuka kembali, dengan Iran diizinkan menjual minyak, dan negosiasi lanjutan akan diadakan mengenai program nuklir Teherab.
Laporan itu mengutip seorang pejabat senior AS yang menyebut masih ada detail yang perlu diselesaikan.
"Pemahaman kami adalah bahwa Pemimpin Tertinggi, Mojtaba Khamenei, telah menyetujui garis besar kesepakatan tersebut," kata pejabat itu.
"Apakah ini akan menjadi sebuah perjanjian, masih menjadi pertanyaan terbuka," tambahnya.
Para pendukung kebijakan garis keras terhadap Iran di AS, termasuk Senator Lindsey Graham dan Senator Ted Cruz, mengkritik gagasan kesepakatan yang hanya akan membuka kembali Selat Hormuz dan berpotensi membuat Iran semakin berani.
Baca juga: Iran Masih Tunggu Restu Mojtaba Khamenei, Belum Ketok Palu Damai dengan AS
Sementara, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan Iran perlu menerima persyaratan AS dan mematuhinya.
“Gagasan bahwa presiden ini, mengingat semua yang telah ia buktikan bersedia lakukan, akan menyetujui kesepakatan yang pada akhirnya menempatkan Iran pada posisi yang lebih kuat dalam hal ambisi nuklir adalah hal yang tidak masuk akal,” katanya, dikutip dari New York Times, Minggu.
Para pemimpin regional mendorong Trump dalam sebuah panggilan telepon pada Sabtu (23/5/2026) untuk menerima kesepakatan dengan Iran guna mencegah kerusakan serius pada fasilitas energi regional.
Meskipun para pemimpin Teluk berupaya mencari jalan keluar diplomatik, mereka masih sangat khawatir bahwa tawaran saat ini akan membuat mereka rentan.
Menurut para pejabat, Iran belum membahas program misilnya atau memberikan jaminan bahwa negara-negara Teluk tidak akan menjadi sasaran Teheran atau milisi sekutunya di kawasan tersebut.
Tag: #berubah #sikap #trump #minta #buru #buru #capai #kesepakatan #dengan #iran