Perbedaan Takbir Idul Adha dan Idul Fitri: Durasi, Waktu, dan Hukumnya
Ilustrasi Idul Adha (Freepik)
14:35
25 Mei 2026

Perbedaan Takbir Idul Adha dan Idul Fitri: Durasi, Waktu, dan Hukumnya

Mengumandangkan takbir merupakan salah satu sunnah utama saat merayakan hari kemenangan umat Islam. Namun, tahukah Anda bahwa ada perbedaan mendasar antara takbir Idul Adha dan Idul Fitri?

Meski kalimat takbir yang diucapkan cenderung sama, waktu pelaksanaan dan durasinya memiliki ketentuan yang berbeda dalam fikih.

Memahami perbedaan ini penting agar kita dapat menjalankan ibadah sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Simak ulasan lengkap mengenai perbedaan takbir kedua hari raya tersebut di bawah ini.

Melansir dari situs resmi Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag), ibadah takbiran pada kedua hari raya ini memiliki aturan batasan waktu dan klasifikasi fikih yang tidak sama.

Dua Kategori Utama Takbir dalam Fikih

Sebelum mengulas perbedaannya, penting untuk mengenal dua istilah takbir yang berlaku dalam hukum Islam. Ilmu fikih membagi ibadah ini menjadi takbir mursal dan takbir muqayyad.

Takbir Mursal: Pembacaan takbir yang tidak terikat oleh waktu pelaksanaan salat, sehingga bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Takbir Muqayyad: Pembacaan takbir yang pelaksanaannya terikat khusus setelah selesai mengerjakan salat, baik salat fardu maupun sunah.

link download gambar dan video AI ucapan Idul Adha 2025 (freepik)Ilustrasi Idul Adha. (Freepik)

3 Perbedaan Utama Takbir Idul Adha dan Idul Fitri

Dikutip dari ulasan literatur Nahdlatul Ulama (NU Online), berikut adalah poin-poin mendasar yang membedakan kumandang takbir pada kedua hari raya tersebut:

1. Klasifikasi Jenis Takbir yang Berlaku

Hari Raya Idul Fitri hanya mengenal jenis takbir mursal. Sepanjang malam menjelang satu Syawal, masyarakat bebas mengumandangkannya di masjid, rumah, maupun saat di perjalanan.

Sementara itu, Hari Raya Idul Adha menerapkan kedua jenis takbir sekaligus, yaitu takbir mursal dan takbir muqayyad. Hal ini membuat umat Muslim dianjurkan untuk terus membaca takbir setiap kali selesai menunaikan salat selama hari raya dan hari tasyrik.

2. Waktu Dimulainya Kumandang Takbir

Perbedaan berikutnya terletak pada momentum awal pembacaan. Takbir Idul Fitri dimulai sejak matahari terbenam pada malam satu Syawal atau bertepatan dengan waktu magrib di malam takbiran.

Pada Idul Adha, takbir muqayyad sudah mulai disunahkan sejak waktu subuh pada hari Arafah, yaitu tanggal sembilan Dzulhijjah.

Artinya, gema takbir sudah sayup-sayup terdengar bahkan sebelum hari penyembelihan kurban tiba.

3. Batas Akhir Masa Takbiran

Durasi pelaksanaan takbir Idul Fitri terhitung sangat singkat. Waktu pelaksanaannya resmi berakhir ketika imam salat Id sudah mulai mengangkat tangan untuk takbiratul ihram.

Sebaliknya, durasi takbir Idul Adha berlangsung jauh lebih lama dan panjang. Kumandang takbir baru akan berakhir pada waktu asar di hari tasyrik terakhir, yaitu tanggal 13 Dzulhijjah.

Kesimpulan

Meskipun lafal takbir yang kita kumandangkan sama, yakni "Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha illallahu wallahu akbar...", terdapat perbedaan signifikan dalam manajemen waktunya.

Takbir Idul Fitri adalah perayaan singkat atas kemenangan menahan nafsu, sedangkan takbir Idul Adha adalah pengagungan yang panjang selama hari-hari kurban.

Dengan mengetahui perbedaan ini, semoga kita bisa lebih maksimal dalam mengamalkan sunnah dan menghidupkan syiar Islam di hari raya.

Editor: Yasinta Rahmawati

Tag:  #perbedaan #takbir #idul #adha #idul #fitri #durasi #waktu #hukumnya

KOMENTAR