Anggota DPR Desak Dunia Internasional Perlu Bersikap Tegas Terhadap Israel
Tangkapan layar dari livestream kapal Global Sumud Flotilla memperlihatkan personel Angkatan Laut Israel menaiki kapal Oxygono yang menuju Gaza, pada 2 Oktober 2025.(GLOBAL SUMUD FLOTILLA via AFP)
08:58
25 Mei 2026

Anggota DPR Desak Dunia Internasional Perlu Bersikap Tegas Terhadap Israel

- Anggota Komisi I DPR Mahfudz Abdurrahman mendesak dunia internasional bersikap tegas terhadap Israel, yang kerap bertindak melanggar hukum internasional.

Hal tersebut disampaikan dalam menanggapi Israel yang mencegat dan menangkap sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) ke Palestina.

"Kita berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Dunia internasional perlu bersikap lebih tegas terhadap berbagai tindakan yang mengancam keselamatan warga sipil dan menghambat misi kemanusiaan," ujar Mahfudz dalam keterangannya, dikutip Senin (25/5/2026).

Baca juga: Kesaksian Pilu 9 WNI yang Ditahan Israel: Alami Penyiksaan di Penjara Gelap dan Mogok Makan

Ia menegaskan, sembilan WNI yang tergabung dalam kapal Global Sumud Flotilla tengah melakukan misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina.

Para jurnalis hingga aktivis yang berada di dalamnya justru ditangkap dan diduga mengalami kekerasan oleh otoritas Israel.

"Jurnalis dan aktivis kemanusiaan memiliki mandat moral untuk menyuarakan kondisi kemanusiaan yang terjadi. Mereka bukan kombatan dan tidak seharusnya diperlakukan secara represif," ujar Mahfudz,

Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah Indonesia untuk terus aktif memainkan peran diplomatik dalam mendukung penyelesaian konflik Palestina secara adil dan bermartabat.

Baca juga: Perjalanan 9 WNI Global Sumud Flotilla: Sempat Ditahan Israel hingga Pulang ke Tanah Air

Tidak lupa, ia mengapresiasi pemerintah yang bergerak cepat melakukan diplomasi untuk pembebasan sembilan WNI tersebut.

"Kami mengapresiasi langkah Kementerian Luar Negeri dan seluruh pihak yang bekerja untuk memastikan keselamatan serta pembebasan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan tersebut. Negara memang harus hadir memberikan perlindungan kepada setiap warga negara Indonesia di mana pun berada," ujar Mahfudz.

Keluarga menyambut kepulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) aktivis Global Sumud Flotilla yang telah dibebaskan dari penahanan Israel di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026) sore.KOMPAS.com / IRFAN KAMIL Keluarga menyambut kepulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) aktivis Global Sumud Flotilla yang telah dibebaskan dari penahanan Israel di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026) sore.

9 WNI yang Ditangkap Israel Tiba di Indonesia

Diketahui, sembilan WNI yang sempat ditahan oleh Israel pada pertengahan Mei 2026 lalu tiba di Tanah Air, pada Minggu (24/5/2026).

Mereka disambut Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Alsattari, Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko hingga keluarga di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Berdasarkan sumber dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), sembilan WNI tersebut adalah, Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat yang menaiki kapal Josef dengan status ditangkap Israel.

Baca juga: Begini Proses Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Tentara Israel, Ada Peran Turkiye

Kemudian, tiga orang yang menggunakan kapal Ozgurluk, yakni Thoudy Badai seorang jurnalis Republika, Rahendro Herubowo jurnalis dari Inews, dan Andre Prasetyo Nugroho jurnalis dari TV Tempo.

Lalu, ada jurnalis Republika, Bambang Noroyono atau Abeng yang menaiki kapal yang berbeda, yakni BoraLize.

Sugiono mengatakan, pemerintah terus melakukan koordinasi dan negosiasi sejak para aktivis tersebut diintersep pada 18 Mei 2026 hingga akhirnya dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat.

“Pada sore hari ini, dengan penuh rasa syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, kita menyambut kembali kedatangan saudara-saudara kita yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0,” kata Sugiono, di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026).

Baca juga: Kesaksian Relawan WNI Saat Ditahan Tentara Israel: Saya Dipukul, Diinjak, dan Disetrum

Menurut dia, kepulangan para WNI tersebut tidak lepas dari berbagai upaya diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia.

Sugiono juga menyoroti peran sejumlah negara sahabat dalam membantu proses pemulangan para WNI, khususnya Turkiye.

“Khusus ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah Turkiye, Jordan, dan Mesir yang juga telah membantu, terlebih kepada pemerintah Turkiye yang turut membantu penjemputan saudara-saudara kita ini dari Ashdod,” ujar Sugiono.

Tag:  #anggota #desak #dunia #internasional #perlu #bersikap #tegas #terhadap #israel

KOMENTAR