Usai KTT Trump-Xi Jinping, China dan AS Akan Saling Pangkas Tarif Dagang
Presiden China Xi Jinping (kiri) saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Aula Besar Rakyat di Beijing, China, 14 Mei 2026.(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
15:24
20 Mei 2026

Usai KTT Trump-Xi Jinping, China dan AS Akan Saling Pangkas Tarif Dagang

Pemerintah China menyatakan akan bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk memangkas tarif yang memengaruhi puluhan miliar dollar barang perdagangan kedua negara.

Pernyataan itu disampaikan Kementerian Perdagangan China pada Rabu (20/5/2026), beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump melakukan kunjungan ke China.

Dua ekonomi terbesar dunia itu sepanjang 2025 terlibat perang dagang yang terus memanas.

Baca juga: Trump Rombak Gedung Putih, Bangun Kerajaan Drone dan RS Bawah Tanah

Ketegangan baru mereda setelah Trump dan Presiden China Xi Jinping mencapai gencatan dagang selama satu tahun dalam pertemuan mereka di Korea Selatan pada Oktober tahun lalu.

Dewan dagang baru dibentuk

Kementerian Perdagangan China mengatakan, kedua negara kini membentuk dewan perdagangan sebagai tindak lanjut dari pertemuan Xi dan Trump pekan lalu.

Di bawah mekanisme tersebut, “kedua pihak pada prinsipnya sepakat untuk membahas kerangka pengaturan pengurangan tarif timbal balik terhadap produk dengan skala yang setara,” kata kementerian dalam pernyataannya.

Menurut pejabat kementerian yang tidak disebutkan namanya, seperti dikutip AFP, pemangkasan tarif yang direncanakan akan mencakup barang senilai “30 miliar dollar AS (sekitar Rp 529 triliun) atau lebih di masing-masing pihak”.

China juga berharap “pihak AS akan menghormati komitmennya” yang dibuat dalam putaran negosiasi terbaru. Beijing turut mendorong perpanjangan kesepakatan gencatan dagang yang dicapai tahun lalu.

Dinilai jadi sinyal positif bagi investor

Meski begitu, analis Pinpoint Asset Management, Zhiwei Zhang, menilai rencana pemangkasan tarif tersebut belum cukup besar untuk mengubah proyeksi ekonomi pasar.

“Namun demikian, ini merupakan langkah positif ke arah yang benar,” ujarnya dalam sebuah catatan analisis.

“Selama kedua negara terus berbicara untuk menstabilkan hubungan bilateral, itu adalah kabar baik bagi investor global,” tambahnya.

Baca juga: Trump Diduga Tertidur Lagi Saat Rapat, Gedung Putih Kata-katai Warganet

China pulihkan ekspor daging sapi AS

Ilustrasi daging sapi. UNSPLASH/SERGEY KOTENEV Ilustrasi daging sapi.

Dalam pernyataan yang sama, Kementerian Perdagangan China juga mengumumkan akan memulihkan registrasi sejumlah eksportir daging sapi Amerika Serikat. Registrasi tersebut sempat berakhir tahun lalu di tengah memuncaknya ketegangan dagang dengan Washington.

Selain itu, China juga mengonfirmasi akan membeli 200 pesawat dari raksasa dirgantara AS, Boeing, meski belum dijelaskan model pesawat yang akan dibeli.

Media AS sebelumnya melaporkan Beijing tengah bersiap melakukan pemesanan besar kepada Boeing yang mencakup 500 unit pesawat lorong tunggal 737 MAX serta sekitar 100 unit pesawat berbadan lebar 787 Dreamliner dan 777.

Sementara itu, terkait pasokan tanah jarang—sektor strategis yang didominasi China dan menjadi sasaran pembatasan ekspor ketat tahun lalu—pernyataan Beijing belum memberikan rincian lebih lanjut.

“Kedua pihak akan bekerja sama untuk mempelajari dan menyelesaikan kekhawatiran sah dan legal masing-masing,” demikian isi pernyataan tersebut.

Baca juga: Senat AS Sahkan Resolusi untuk Batasi Kewenangan Trump dalam Perang Iran

Tag:  #usai #trump #jinping #china #akan #saling #pangkas #tarif #dagang

KOMENTAR