Antisipasi Perang Iran Berlanjut, AS Siapkan Operasi Sledgehammer
Jet tempur F/A-18 Hornet Amerika Serikat saat berada di kapal induk USS Dwight D Eisenhower (CVN 69) (IKE), yang sedang transit di Selat Hormuz pada 26 November 2023.(US NAVY/KADE BISE via AFP)
13:18
13 Mei 2026

Antisipasi Perang Iran Berlanjut, AS Siapkan Operasi Sledgehammer

- Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan kembali kampanye militer terhadap Iran jika perang di Timur Tengah berlanjut.

Namun kali ini dengan nama operasional yang berbeda, termasuk "Operasi Sledgehammer," menurut laporan NBC News pada Selasa (12/5/2026).

Diberitakan bahwa para pejabat AS sedang membahas penggantian judul kampanye militer yang sebelumnya "Operasi Epic Fury," jika Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memulai kembali operasi tempur skala besar.

Laporan itu menyebut, pembahasan tersebut mencerminkan meningkatnya ekspektasi di pemerintahan bahwa perang dengan Iran dapat pecah kembali.

Terutama di tengah mandeknya upaya diplomatik dan ketegangan yang terus berlanjut di Selat Hormuz.

Baca juga: Israel Disebut Senang jika AS dan Iran Tak Capai Kesepakatan, Siap Lanjut Perang


Nama baru untuk mengakali resolusi 1973

Menurut laporan tersebut, beberapa pejabat pemerintahan meyakini penggunaan nama operasi militer baru dapat memperkuat argumen Gedung Putih bahwa itu merupakan tindakan militer terpisah dari sebelumnya.

Sehingga sesuai dengan Resolusi Kekuatan Perang tahun 1973, yang membatasi berapa lama seorang presiden dapat melakukan operasi militer tanpa persetujuan Kongres.

Resolusi itu mengharuskan presiden untuk memberi tahu Kongres dalam waktu 48 jam setelah dimulainya pertempuran.

Jika tidak, pasukan harus ditarik dalam waktu 60 hari atau Kongres harus mengesahkan tindakan militer tersebut.

Baca juga: Israel Mulai Khawatir dengan Trump, Takut Ambil Kesepakatan Buruk dengan Iran

Operasi tempur Epic Fury di perang Iran dihentikan setelah 40 hari pertempuran. Pemerintahan Trump berpendapat bahwa mereka belum mencapai ambang batas 60 hari.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio baru-baru ini mengatakan kepada wartawan bahwa "Operasi Epic Fury" telah berakhir setelah Washington dan Teheran sepakat untuk menghentikan permusuhan bulan lalu dan melanjutkan negosiasi.

Laporan itu juga menyatakan bahwa kemampuan militer AS di wilayah tersebut telah meningkat sejak konflik pertama kali dimulai pada bulan Februari.

Namun, belum ada pernyataan resmi dari Pentagon terkait informasi tersebut.

Baca juga: Trump Anggap Menghentikan Nuklir Iran Lebih Penting, Warga AS Bukan Prioritas

Perang AS-Iran di Timur Tengah

Helikopter Apache AH-64 terbang saat berpatroli di Selat Hormuz pada 17 April 2026, di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel, yang berujung blokade jalur air strategis tersebut.US CENTRAL COMMAND (CENTCOM) via AFP Helikopter Apache AH-64 terbang saat berpatroli di Selat Hormuz pada 17 April 2026, di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel, yang berujung blokade jalur air strategis tersebut.

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Hal itu memicu serangan balasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz, jalur ekonomi penting dunia.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, untuk memberi waktu kedua pihak bernegosiasi.

Tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan, sehingga AS melakukan blokade militer terhadap pelabuhan Iran di Teluk.

Baca juga: Arab Saudi Diam-diam Serang Iran, Selama Ini Tak Terendus Publik

Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Trump di tengah kebuntuan dalam melanjutkan negosiasi.

Pada Minggu (10/5/2026), Trump mengecam Iran dan menolak tanggapan Teheran terhadap proposal Washington untuk mengakhiri perang secara permanen dan menyebutnya "sama sekali tidak dapat diterima."

Di pihak lain, ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menegaskan bahwa "tidak ada alternatif lain" selain menerima hak-hak rakyat Iran yang diuraikan dalam proposal 14 poin Teheran.

Tag:  #antisipasi #perang #iran #berlanjut #siapkan #operasi #sledgehammer

KOMENTAR