Inggris Susul Misi Perancis di Selat Hormuz, Kerahkan Kapal Perang
- Pemerintah Inggris melalui Kementerian Pertahanan pada Sabtu (9/5/2026) mengumumkan, bakal mengerahkan kapal perang HMS Dragon ke kawasan Timur Tengah.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari rencana untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Penempatan kapal perusak tersebut merupakan bagian dari persiapan Inggris dalam koalisi multinasional bersama Perancis.
Baca juga: Tinggal Tunggu Lampu Hijau, Kapal Induk Perancis Siap Lancarkan Operasi di Selat Hormuz
Fokus utamanya adalah memastikan keamanan navigasi di jalur air yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia tersebut.
"Penempatan awal HMS Dragon adalah bagian dari perencanaan bijaksana yang akan memastikan Inggris siap, sebagai bagian dari koalisi multinasional yang dipimpin bersama oleh Inggris dan Perancis, untuk mengamankan selat tersebut, ketika kondisi memungkinkan," ujar juru bicara Kemenhan Inggris kepada AFP.
Baca juga: Iran Semakin Menguasai Selat Hormuz, Sudah Siapkan Rencana Khusus
Upaya memulihkan arus perdagangan
Kapal penarik Basim berbendera Iran berlayar dekat kapal yang berlabuh di Selat Hormuz. Foto ini dipotret dari Bandar Abbas, Iran selatan, 4 Mei 2026 ketika perang Iran masih berkecamuk.Rencana militer untuk mengamankan Selat Hormuz sejatinya telah disusun sejak bulan lalu oleh London dan Paris.
Misi ini mereka yakini bakal sukses memulihkan kembali arus perdagangan yang sempat terganggu.
Selain memberikan perlindungan bagi kapal-kapal komersial, Kemenhan Inggris menyatakan bahwa pengerahan HMS Dragon bertujuan memperkuat kepercayaan sektor pelayaran komersial, serta mendukung upaya pembersihan ranjau segera setelah konflik berakhir.
Sebelumnya pada April lalu, lebih dari 44 negara bertemu di London untuk membahas aspek praktis dari misi perlindungan navigasi tersebut.
Sejauh ini, sekitar 40 negara sepakat untuk berpartisipasi dalam misi yang dipimpin oleh Inggris dan Perancis.
Baca juga: Perang Iran Ungkap Kelemahan AL Inggris, Bikin Malu Negara
Dampak ketegangan Iran dan AS
Selat Hormuz saat dilihat dari Satelit Terra milik NASA pada 5 Februari 2025.Kondisi di Selat Hormuz kian kritis sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran pada 28 Februari 2026.
Sebelum perang, wilayah ini dilalui pengiriman sekitar seperlima minyak dunia. Namun, volume tersebut merosot tajam dalam beberapa bulan terakhir setelah Iran menutup sebagian besar akses selat.
Tindakan Teheran memicu kekacauan pasar global dan lonjakan harga minyak, yang kemudian dibalas AS dengan memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Ketegangan terbaru dilaporkan terjadi pada Jumat (8/5/2026), ketika jet tempur AS menembaki dan melumpuhkan dua kapal tanker berbendera Iran.
Washington menuduh kapal-kapal tersebut melawan blokade angkatan laut mereka, yang kemudian memicu serangan balasan dari pihak Iran.
Insiden tersebut merupakan puncak dari eskalasi yang terjadi sejak Kamis (7/5/2026) malam, ketika Iran berupaya memungut biaya dari kapal-kapal asing sebagai bentuk pengaruh ekonomi terhadap AS dan sekutunya.
Menanggapi situasi ini, pihak Iran pada hari Sabtu justru mempertanyakan keseriusan diplomasi AS dalam mewujudkan gencatan senjata, mengingat bentrokan laut terus berulang di wilayah Teluk.
Baca juga: Trump Santai soal Baku Tembak AS-Iran di Selat Hormuz: Cuma Sentuhan Kasih Sayang
Tag: #inggris #susul #misi #perancis #selat #hormuz #kerahkan #kapal #perang