Tak Peduli Desakan AS, Iran Akan Tanggapi Proposal Damai Sesuai Waktunya
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengadakan konferensi pers mingguan di Teheran pada 28 Oktober 2024. (AFP/ATTA KENARE)
16:48
9 Mei 2026

Tak Peduli Desakan AS, Iran Akan Tanggapi Proposal Damai Sesuai Waktunya

- Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan bahwa proposal AS masih dalam peninjauan dan tanggapan akan diberikan pada waktu yang tepat.

Pernyataan itu muncul setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyampaikan harapan Iran akan memberikan tanggapan pada Jumat (8/5/2026).

Dikutip dari Al Jazeera, Jumat (9/5/2026), dia juga mengatakan bahwa tenggat waktu yang ditetapkan oleh Washington tidak berarti apa-apa.

Baca juga: Wapres AS Bertemu PM Qatar, Minta Bantu Urusi Mediasi AS dan Iran


Menurutnya, Teheran akan melakukan pekerjaannya sendiri, dan tidak mempedulikan tenggat waktu atau ultimatum.

Baghaei menambahkan, salah satu alasan mengapa prosesnya peninjauan memakan waktu lama adalah karena isi proposal tersebut sangat teknis.

Bagi pihak Iran yang telah melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat, mereka sangat memperhatikan setiap tanggal dan kata dalam dokumen tersebut.

Baca juga: Intel AS Sebut Mojtaba Khamenei Ada di Balik Layar Perang Iran, Apa Perannya?

Banyak pihak yang harus terlibat dalam peninjauan

Kedua, semua lembaga dan individu terkait perlu ikut serta untuk meninjau proposal kesepakatan damai tersebut.

“Tim negosiasi (Iran) dipimpin oleh ketua parlemen, Mohammad Bagher Ghalibaf. Dan tentu saja, IRGC (Korps Garda Revolusi Iran) adalah pemangku kepentingan besar di sini, begitu pula Dewan Keamanan Tertinggi Nasional, yang mengawasi urusan keamanan Iran, termasuk perang,” kata Baghaei.

Baca juga: Trump Mulai Bosan dengan Perang Iran, Tak Sangka Jadi Seperti Ini

Setelahnya, pemimpin tertinggi Iran yang perlu memberikan lampu hijau atau menyetujui tanggapan akhir yang akan dikirim ke Amerika.

“Jadi, itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun hal itu bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.

Pihak Iran mengkonfirmasi proposal itu masih dalam tahap peninjauan, bahwa mereka sedang mengerjakannya.

Baca juga: KTT ASEAN, Krisis AS-Iran, dan Mandat Perdamaian Dunia

AS ingin Iran beri tanggapan secepatnya

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengajukan banding atas putusan pengadilan yang menyatakan kebijakan tarif impor global sebesar 10 persen tidak sah berdasarkan hukum perdagangan AS.AFP/POOL/ALEX BRANDON Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengajukan banding atas putusan pengadilan yang menyatakan kebijakan tarif impor global sebesar 10 persen tidak sah berdasarkan hukum perdagangan AS.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Jumat (8/5/2026) bahwa ia mengharapkan tanggapan Iran terhadap proposal terbaru Washington tentang kesepakatan untuk mengakhiri perang hari itu juga.

"Saya akan menerima surat malam ini, jadi kita lihat saja bagaimana hasilnya," kata Trump kepada wartawan di luar Gedung Putih, dilansir AFP.

Sejalan dengan itu, Menlu AS Marco Rubio mengharapkan tanggapan dari Iran pada Jumat terkait proposal perdamaian tersebut.

"Kami mengharapkan tanggapan dari mereka hari ini... Saya harap itu tawaran yang serius, sungguh," ujat Rubio kepada wartawan saat kunjungannya ke Roma.

Baca juga: Misteri Tumpahan Minyak Raksasa Muncul di Dekat Jantung Ekonomi Iran

"Harapannya adalah sesuatu yang dapat membawa kita ke dalam proses negosiasi yang serius," lanjutnya.

Ia juga mengecam upaya Iran untuk mengendalikan Selat Hormuz menyusul laporan bahwa Teheran telah menciptakan otoritas untuk menyetujui transit melalui jalur air vital tersebut.

"Iran sekarang mengklaim bahwa mereka memiliki, bahwa mereka berhak untuk mengendalikan, jalur air internasional... Itu adalah hal yang tidak dapat diterima yang mereka coba normalisasikan," tegas Rubio.

Tag:  #peduli #desakan #iran #akan #tanggapi #proposal #damai #sesuai #waktunya

KOMENTAR