Perdana Sejak PD II, Jepang Tembakkan Rudal di Luar Negeri, China Murka
epang untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II dilaporkan menembakkan rudal ofensif di luar negeri dalam latihan militer gabungan di Filipina.
Aksi ini memicu kecaman keras dari China yang menilai langkah tersebut sebagai tanda meningkatnya militerisme Jepang yang mengancam stabilitas kawasan.
Dalam latihan militer gabungan Balikatan 2026 yang dipimpin oleh Filipina dan Amerika Serikat pada Rabu (6/5/2026), Jepang dilaporkan menembakkan rudal anti-kapal Type 88.
Baca juga: Di Balik Drone Shahed Iran, Peran Rahasia China Mulai Terungkap
Rudal tersebut ditembakkan dari peluncur di area terbuka dan mengenai target berupa kapal perang Filipina yang sudah tidak digunakan lagi, sekitar 75 kilometer dari pantai utara Luzon.
Latihan itu disebut sebagai salah satu yang terbesar sejak 1990-an, serta menjadi momen pertama Jepang mengirim dan mengoperasikan pasukan tempur dalam latihan di wilayah Filipina sejak Perang Dunia II.
China mengecam keras tindakan Jepang
Presiden China Xi Jinping (kiri) dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi (kanan). Kedua negara bersitegang setelah komentar Takaichi terhadap isu Taiwan.
Menanggapi peluncuran tersebut, China melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan kritik keras terhadap Jepang.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan, “Ini adalah contoh lain dari dorongan kelompok sayap kanan Jepang untuk mempercepat remiliterisasi Jepang. Mereka telah berulang kali melanggar kebijakan Jepang yang berorientasi pada pertahanan dan aturan hukum internasional maupun domestik. Sebagian kebijakan mereka telah melampaui batas pertahanan diri.”
Ia juga menambahkan bahwa kurangnya refleksi sejarah serta dorongan persiapan militer dinilai telah memunculkan “militerisme baru” di Jepang yang membahayakan perdamaian kawasan.
Baca juga: Jepang Dekati RI-Filipina untuk Lawan China, Tawarkan Armada Kelas NATO
China juga menyinggung sejarah masa lalu Jepang di Asia, termasuk kolonialisme, serta menilai tindakan ini menunjukkan kurangnya refleksi atas masa perang.
Sorotan kerja sama militer
Latihan Balikatan 2026 yang berlangsung dari 20 April hingga 8 Mei menjadi ajang penguatan kerja sama militer antara Jepang, Filipina, dan Amerika Serikat.
Media Filipina melaporkan bahwa rudal Type 88 berhasil mengenai target dalam waktu sekitar enam menit.
Namun, analis militer China, yang dikutip Global Times, menyebut sistem tersebut sudah tertinggal secara teknologi dan memiliki kemampuan terbatas dibanding sistem modern lainnya.
Selain itu, latihan ini juga disebut sebagai bagian dari meningkatnya kerja sama pertahanan Jepang–Filipina, termasuk rencana transfer peralatan militer dan peningkatan interoperabilitas kedua negara.
Analis lain juga menilai langkah Jepang sebagai perubahan besar dari kebijakan pertahanan pascaperang yang sebelumnya bersifat defensif.
Menurut mereka, keterlibatan aktif Jepang dalam latihan militer di luar negeri dapat memperluas pengaruh geopolitik di kawasan, sekaligus memperkuat kerja sama militer yang berpotensi membentuk tekanan terhadap China di beberapa wilayah sengketa seperti Laut China Selatan dan kawasan sekitar Taiwan.
Sejumlah pengamat juga menyoroti bahwa kerja sama militer Jepang–Filipina dapat berkembang menjadi bentuk aliansi yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada operasi tempur di masa depan.
Baca juga: Harga Barang Elektronik China Bakal Naik Imbas Krisis Hormuz
Tag: #perdana #sejak #iijepang #tembakkan #rudal #luar #negeri #china #murka