Iran Umumkan Mekanisme Baru Transit di Selat Hormuz, Kapal Tak Bisa Sembarang Lewat
Kapal Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) saat diduga hendak menyiya kapal kontainer yang menerobos Selat Hormuz pada 21 April 2026. Foto ini diperoleh AFP dari kantor berita Iran, Tasnim. Media AS Sebut Dua Kapal Perang Melintasi Selat Hormuz di Bawah Serangan Iran(TASNIM/MEYSAM MIRZADEH via AFP)
07:20
6 Mei 2026

Iran Umumkan Mekanisme Baru Transit di Selat Hormuz, Kapal Tak Bisa Sembarang Lewat

- Pemerintah Iran resmi memperkenalkan mekanisme baru yang mengatur prosedur transit kapal di Selat Hormuz. 

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) terkait kendali atas jalur pelayaran strategis tersebut.

Berdasarkan laporan media pemerintah Press TV pada Selasa (5/5/2026), setiap kapal yang berencana melintasi Selat Hormuz kini akan menerima instruksi melalui email. 

Baca juga: Siap Bersih-bersih Selat Hormuz, Jerman Kirim Kapal Penyapu Ranjau Ke Mediterania

Pesan tersebut dikirimkan oleh alamat yang terhubung dengan Otoritas Selat Teluk Persia atau Persian Gulf Strait Authority (PGSA), sebagaimana dilansir Middle East Monitor.

Melalui mekanisme ini, kapal-kapal yang melintas diwajibkan untuk mematuhi peraturan transit yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait.

"Kapal-kapal tersebut kemudian diwajibkan untuk mematuhi kerangka kerja tersebut sebelum akhirnya menerima izin transit," tulis laporan Press TV.

Langkah Teheran ini menandai pengetatan kontrol atas lalu lintas maritim di Selat Hormuz. 

Baca juga: Selat Hormuz Memanas, AS Tegaskan Gencatan Senjata Masih Berlaku

Wilayah perairan ini merupakan rute energi global yang sangat krusial, mengingat porsi signifikan pengiriman minyak dunia bergantung pada akses di jalur tersebut.

Pengetatan navigasi ini mulai diberlakukan secara lebih tegas sejak AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari lalu yang memicu perang dan berkecamuk hingga kini. 

Situasi tersebut memicu eskalasi ketegangan serta persaingan kebijakan terkait akses maritim di kawasan.

Baca juga: 2 Kapal Sudah Terjebak, Iran Sebut Rute Baru AS di Selat Hormuz Berbahaya 

Sejumlah pejabat Iran dalam pernyataan terbarunya menegaskan bahwa setiap kapal wajib mengikuti rute yang telah ditentukan dan harus mendapatkan otorisasi resmi sebelum melintas.

Di sisi lain, AS dilaporkan telah mengerahkan kekuatan angkatan lautnya ke kawasan tersebut. 

Pengerahan pasukan ini dilakukan guna mendukung dan mengawal kelancaran pelayaran kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Baca juga: Hormuz Memanas, Iran Sebut Operasi AS Ilegal

Tag:  #iran #umumkan #mekanisme #baru #transit #selat #hormuz #kapal #bisa #sembarang #lewat

KOMENTAR