Akui Inflasi Melonjak, Iran Berikan Subsidi untuk Rumah Tangga
Seorang wanita Iran berjalan melewati mural anti-AS dan anti-Israel di Teheran pada 21 April 2026, di tengah gencatan senjata di wilayah tersebut.(ATTA KENARE)
16:06
5 Mei 2026

Akui Inflasi Melonjak, Iran Berikan Subsidi untuk Rumah Tangga

- Kementerian Kesejahteraan Sosial Iran mengatakan akan memberikan sekitar 87 juta orang subsidi untuk berbelanja di toko-toko yang ditunjuk.

Menurut kantor berita negara IRNA, program subsidi yang menawarkan dukungan bagi sebagian besar penduduk negara itu diluncurkan sehari setelah para pejabat mengakui bahwa inflasi sedang melonjak.

Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref mengatakan, harga produk-produk tertentu naik lebih dari 100 persen dalam waktu kurang dari seminggu.

"Kami menyerukan tindakan tegas terhadap mereka yang mengeksploitasi situasi," ujarnya, dikutip dari The Wall Street Jorunal, Selasa (5/5/2026). 

Baca juga: Bukan Milik IRGC, Iran Sebut Serangan AS di Selat Hormuz Targetkan Kapal Sipil

Pelaku penimbunan bakal dipenjara 20 tahun

Jaksa penuntut di Teheran mengatakan, para pelaku penipuan harga dan penimbun barang-barang pokok akan dihukum dengan hukuman penjara hingga 20 tahun dan cambuk.

"Musuh berusaha memberikan tekanan ekonomi pada rakyat,” kata Kepala Kehakiman Iran, Gholam Hossein Mohseni-Ejei, dikutip dari stasiun televisi pemerintah IRIB. 

Pada Senin (4/5/2026), ia meminta pelaku bisnis di Iran untuk mengurangi margin keuntungan mereka meskipun biaya produksi meningkat sebagai manifestasi patriotisme. 

Diketahui, perang dan blokade Amerika Serikat telah menimbulkan kerugian besar bagi perekonomian Iran.

Baca juga: Trump Ancam Lenyapkan Iran dari Muka Bumi jika Serang Kapal AS di Hormuz

Ekspor minyak turun

Sebelumnya, Iran mulai mengurangi produksi minyak dan menutup sebagian sumur. 

Langkah ini diambil ketika ekspor terhambat dan kapasitas penyimpanan minyak negara itu kian mendekati batas akibat blokade laut AS di Selat Hormuz. 

Seorang pejabat senior Iran mengatakan, negaranya telah mulai menurunkan produksi minyak secara proaktif untuk menghindari kehabisan kapasitas penyimpanan.

Tangki-tangki minyak di darat maupun laut disebut semakin penuh akibat ekspor yang terhambat oleh blokade AS

Baca juga: Kapal Kargonya Diserang di Selat Hormuz, Korsel Pertimbangkan Gabung Operasi AS

Iran juga memanfaatkan teknik operasional untuk menghentikan sementara produksi tanpa merusak sumur.

“Kami punya cukup keahlian dan pengalaman. Kami tidak khawatir,” ujar juru bicara Asosiasi Eksportir Produk Minyak, Gas, dan Petrokimia Iran, Hamid Hosseini, seperti dikutip The Straits Times, Minggu (3/5/2026). 

Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk menjaga fleksibilitas produksi, sehingga sumur dapat kembali dioperasikan dengan cepat saat kondisi memungkinkan.

Baca juga: Negosiasi Alami Kemajuan, Iran Minta AS Tidak Terhasut Pihak Lain

Berbekal pengalaman hadapi sanksi

Seorang pria yang membawa bungkusan di pundaknya berjalan melewati papan reklame besar yang menampilkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei di sebuah jalan di Teheran pada 20 April 2026.ATTA KENARE Seorang pria yang membawa bungkusan di pundaknya berjalan melewati papan reklame besar yang menampilkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei di sebuah jalan di Teheran pada 20 April 2026.

Kendati demikian, langkah Iran imi bukan hal baru. Sebab, Teheran telah menghadapi sanksi yang memukul ekspor minyak, termasuk ketika AS menarik diri dari kesepakatan nuklir pada 2018.

Namun, situasi saat ini dinilai lebih sulit. 

Jika sebelumnya Iran masih bisa menjual minyak secara diam-diam ke China melalui jaringan kapal tanker bayangan, kini jalur laut di sekitar Selat Hormuz diblokir secara fisik. 

“Washington beroperasi dengan asumsi status quo bahwa Iran akan diam dan menyerap tekanan ini hingga runtuh dalam waktu yang bisa diprediksi,” kata Brett Erickson dari Obsidian Risk Advisors. 

“Itu pada dasarnya salah memahami bagaimana rezim bertindak di bawah perang ekonomi berkepanjangan. Mereka tidak runtuh, mereka beradaptasi,” sambungnya.

Tag:  #akui #inflasi #melonjak #iran #berikan #subsidi #untuk #rumah #tangga

KOMENTAR