Iran Bentuk Badan Baru Pengelola Selat Hormuz, Kapal Bakal Dikenai Tarif
Iran pada Senin (18/5/2026) mengumumkan pembentukan badan baru untuk mengelola Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang secara efektif telah dibatasi Teheran sejak akhir Februari.
Melalui akun resmi X, seperti dikutip AFP, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran memperkenalkan lembaga bernama Persian Gulf Strait Authority (PGSA).
Dalam unggahannya, badan itu disebut akan menyediakan “pembaruan mengenai operasi di Selat Hormuz dan perkembangan terbaru.”
Baca juga: Trump Ultimatum Iran: Segera Bertindak atau Tak Akan Ada Lagi yang Tersisa
Unggahan serupa juga dibagikan oleh akun Angkatan Laut Garda Revolusi Iran.
Belum jelas secara rinci apa tugas dan kewenangan badan baru tersebut. Namun awal bulan ini, stasiun televisi berbahasa Inggris Iran, Press TV, menyebut PGSA sebagai “sistem untuk menjalankan kedaulatan atas Selat Hormuz.”
Menurut laporan itu, kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz telah menerima “regulasi” melalui email PGSA.
Iran sebelumnya juga menyatakan, ingin mengenakan tarif bagi kapal yang melintas di jalur laut vital tersebut.
Jalur energi dunia terganggu
Kapal Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) saat diduga hendak menyiya kapal kontainer yang menerobos Selat Hormuz pada 21 April 2026. Foto ini diperoleh AFP dari kantor berita Iran, Tasnim. Media AS Sebut Dua Kapal Perang Melintasi Selat Hormuz di Bawah Serangan Iran
Iran sebagian besar telah menghambat pelayaran melalui Selat Hormuz sejak perang dengan Amerika Serikat dan Israel pecah pada 28 Februari.
Meski gencatan senjata mulai berlaku sejak 8 April, situasi di kawasan masih belum sepenuhnya stabil.
Kontrol Iran atas jalur perairan itu mengguncang pasar global dan memberi Teheran daya tawar strategis yang besar.
Baca juga: Iran Terima Pesan AS soal Kelanjutan Negosiasi, Terbuka pada Bantuan China
Di sisi lain, Amerika Serikat juga memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Pada masa damai, sekitar seperlima pengiriman minyak dunia dan gas alam cair (LNG) melewati Selat Hormuz.
Selain energi, jalur itu juga menjadi rute penting bagi berbagai komoditas lain, termasuk pupuk.
Iran pastikan situasi tak akan kembali normal
Sejak perang dimulai, Iran berulang kali menegaskan bahwa lalu lintas maritim di Selat Hormuz “tidak akan kembali seperti sebelum perang.”
Bulan lalu, Iran juga mengeklaim telah menerima pemasukan pertama dari pungutan tarif terhadap kapal yang melintas di selat tersebut.
Sementara itu, Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, pada Sabtu (16/5/2026) mengatakan, Iran “telah menyiapkan mekanisme profesional untuk mengelola lalu lintas” di Selat Hormuz dan mekanisme itu akan “segera diperkenalkan.”
Baca juga: Siap Siaga, TV Iran Gencar Kirim Pesan ke Warga, Ajarkan Cara Isi Amunisi
Tag: #iran #bentuk #badan #baru #pengelola #selat #hormuz #kapal #bakal #dikenai #tarif