Kanselir Jerman Akhirnya Buka Suara Usai AS Putuskan Tarik 5.000 Tentara
Kanselir Jerman Friedrich Merz menghadiahkan Presiden AS Donald Trump salinan akta kelahiran yang menyatakan kakek Trump lahir di Jerman, selama pertemuan tatap muka pertama mereka di Gedung Putih pada Kamis (5/6/2025).(Tangkapan layar via New York Post)
06:37
4 Mei 2026

Kanselir Jerman Akhirnya Buka Suara Usai AS Putuskan Tarik 5.000 Tentara

Kanselir Jerman Friedrich Merz akhirnya buka suara setelah Amerika Serikat (AS) memutuskan menarik sekitar 5.000 tentaranya dari Jerman.

Meski keputusan itu dinilai sebagai sinyal ketegangan, Merz tetap menegaskan Washington adalah mitra terpenting Berlin dalam aliansi militer Barat.

Dalam pernyataannya yang diunggah di X pada Senin (4/5/2026), Merz menyebut AS tetap menjadi “mitra paling penting dalam Aliansi Atlantik Utara”, merujuk pada NATO.

Baca juga: Reaksi Jerman Setelah AS Tarik 5.000 Tentaranya dari Berlin

Pernyataan tersebut disampaikan dengan nada yang relatif menenangkan di tengah meningkatnya tensi hubungan transatlantik.

Langkah ini muncul hanya beberapa hari setelah Pentagon mengumumkan rencana penarikan pasukan, yang disebut sebagai bagian dari evaluasi strategi militer AS di Eropa.

Namun, banyak pihak menilai keputusan tersebut juga berkaitan dengan dinamika politik, termasuk perbedaan sikap antara Washington dan Berlin terkait perang AS-Israel melawan Iran.

Dalam unggahan itu, Kanserlir Jerman juga menyinggung soal isu senjata nuklir Iran yang sempat jadi "bahan bakar" perseteruan dengan Trump.

"Kami berbagi tujuan yang sama: Iran tidak boleh diizinkan untuk memperoleh senjata nuklir," lanjutnya, dikutip dari Al Jazeera.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menyatakan penarikan pasukan AS sebenarnya sudah bisa diperkirakan.

“Penarikan pasukan AS dari Eropa dan juga dari Jerman sudah dapat diprediksi. Kita sebagai warga Eropa harus lebih bertanggung jawab atas keamanan kita,” ujar Pistorius pada Sabtu (2/5/2026).

Pernyataan ini menegaskan dorongan agar negara-negara Eropa tidak lagi terlalu bergantung pada kekuatan militer AS, melainkan meningkatkan kapasitas pertahanan sendiri.

Baca juga: Resmi, AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Perseteruan Memuncak?

AS tarik 5.000 pasukan

Pentagon diketahun pada Jumat (1/5/2026) mengumumkan akan menarik sekitar 5.000 personel militer dari Jerman dalam kurun waktu enam hingga 12 bulan ke depan.

Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan, keputusan ini diambil setelah peninjauan menyeluruh terhadap postur militer AS di Eropa, sekaligus mempertimbangkan kebutuhan operasional di lapangan.

Penarikan ini menjadi langkah konkret terbaru dari pemerintahan Presiden Donald Trump dalam mengurangi kehadiran militer AS di Eropa.

Langkah tersebut tak lepas dari memanasnya hubungan antara Trump dan Merz. Keduanya sebelumnya terlibat saling sindir terkait perang Iran.

Merz sempat menyebut Iran telah “mempermalukan” AS dalam perundingan damai, yang kemudian memicu reaksi keras dari Trump. Presiden AS itu bahkan menuding Merz tidak memahami isu nuklir Iran.

Baca juga: Setelah Jerman, Trump Mau Tarik Pasukan AS dari Spanyol dan Italia

“Merz berpikir tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir. Dia tidak tahu apa yang dia bicarakan,” kata Trump.

Tak lama setelah polemik tersebut, Trump kembali mengancam akan mengurangi jumlah pasukan AS di Jerman—ancaman yang kini mulai direalisasikan.

Selain itu, kebijakan ini juga terjadi bersamaan dengan rencana AS menaikkan tarif impor mobil dan truk dari Uni Eropa menjadi 25 persen, yang semakin memperkeruh hubungan ekonomi kedua pihak.

Selama ini, Trump memang berulang kali mendesak negara-negara Eropa untuk meningkatkan kontribusi mereka dalam pertahanan, alih-alih bergantung pada perlindungan militer AS.

Penarikan pasukan dari Jerman menjadi sinyal bahwa Washington ingin sekutu-sekutunya di Eropa mengambil peran lebih besar dalam menjaga stabilitas kawasan.

Meski demikian, pernyataan Merz yang tetap menegaskan pentingnya AS sebagai mitra utama menunjukkan bahwa Jerman berupaya menjaga hubungan strategis di tengah dinamika geopolitik yang kian kompleks.

Tag:  #kanselir #jerman #akhirnya #buka #suara #usai #putuskan #tarik #5000 #tentara

KOMENTAR