Hizbullah Punya Senjata Baru Mematikan Lawan Israel, Drone Kabel Optik
Drone kabel optik Hezbollah menjadi ancaman mematikan bagi tentara Israel karena mustahil dideteksi radar. (AP)
10:40
1 Mei 2026

Hizbullah Punya Senjata Baru Mematikan Lawan Israel, Drone Kabel Optik

Hizbullah kini mengerahkan drone berpemandu kabel serat optik yang mustahil dideteksi sistem pertahanan elektronik untuk menggempur wilayah utara Israel.

Senjata yang mengadopsi teknologi perang Ukraina ini memiliki ukuran mikro namun memiliki daya ledak yang sangat mematikan bagi personel militer.

Dikutip dari AP, serangan terbaru alat ini telah merenggut nyawa tentara Israel dan melukai belasan orang lainnya di perbatasan Lebanon Selatan.

Ilustrasi mortir Hizbullah [Istimewa]Ilustrasi mortir Hizbullah [Istimewa]

Efektivitas senjata ini terletak pada kemampuannya mengabaikan sistem jamming yang biasanya mampu melumpuhkan drone berbasis sinyal radio.

Berbeda dengan drone konvensional, perangkat ini terhubung langsung ke konsol operator melalui kabel tipis yang terus terulur selama penerbangan.

Pakar drone Robert Tollast menyatakan bahwa jika dioperasikan dengan tepat, drone ini benar-benar mematikan karena bisa merayap rendah mendekati target.

"Jika Anda tahu apa yang Anda lakukan, itu benar-benar mematikan," kata Robert Tollast.

Serangan terkoordinasi AS dan Israel terhadap Iran memicu reaksi keras dari kelompok pro-Iran. Hizbullah mulai menghujani Israel dengan roket, memperluas zona konflik.Serangan terkoordinasi AS dan Israel terhadap Iran memicu reaksi keras dari kelompok pro-Iran. Hizbullah mulai menghujani Israel dengan roket, memperluas zona konflik.

Absennya penggunaan sinyal GPS membuat frekuensi drone ini tidak bisa dipotong oleh teknologi pertahanan udara manapun saat ini.

Keberadaan kabel transparan yang hampir tidak terlihat menjadi tantangan besar bagi militer untuk melakukan intersepsi fisik secara cepat.

Namun, kelemahan utama sistem ini adalah risiko kabel yang kusut akibat tiupan angin kencang atau gangguan fisik di jalur terbang.

Pejabat militer Israel mengakui bahwa drone serat optik merupakan ancaman baru yang sangat serius dalam eskalasi konflik di Lebanon.

Langkah ini diambil Hezbollah setelah sistem pertahanan udara Israel terbukti sangat efektif menangkal roket dan rudal berukuran besar.

Produksi drone ini tergolong sangat murah karena menggunakan komponen komersial yang tersedia bebas di pasar publik dan bahan peledak.

Sebagai langkah darurat, militer Israel mulai memasang jaring dan kerangkeng besi pada kendaraan tempur untuk menahan benturan langsung.

Eks Kepala Komando Pertahanan Udara Israel, Ran Kochav, menyebut negaranya saat ini gagal total dalam membendung serangan drone tersebut.

"Mereka terbang sangat rendah dan sangat cepat, dan mereka sangat kecil, sangat sulit untuk mendeteksi mereka, dan bahkan setelah mereka terdeteksi, mereka sangat sulit dilacak," kata Ran Kochav.

Israel dianggap terlalu fokus memoles sistem pertahanan rudal jarak jauh dan mengabaikan ancaman drone kecil yang mulai berkembang.

Padahal, pola serangan serupa telah lebih dulu digunakan oleh Rusia dan Ukraina dalam skala yang sangat masif di Eropa Timur.

Meski memiliki teknologi sensor cahaya dan suara, sistem pemantauan tersebut belum terpasang secara merata di sepanjang perbatasan utara.

Hezbollah bahkan telah memamerkan video serangan drone ini melalui media sosial untuk menunjukkan kerapuhan pertahanan darat lawan.

Drone fiber optik ini mulai digunakan Hezbollah secara intensif sejak awal Maret sebagai respon atas keunggulan teknologi sensor Israel.

Senjata yang diproduksi secara lokal dengan teknologi cetak 3D ini diperkirakan hanya berbiaya sekitar 300 hingga 400 dolar AS per unit.

Penggunaan kabel serat optik sepanjang puluhan kilometer memastikan operator memiliki kendali penuh tanpa takut terkena gangguan elektronik dari pihak militer Israel di medan tempur Lebanon Selatan.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #hizbullah #punya #senjata #baru #mematikan #lawan #israel #drone #kabel #optik

KOMENTAR