Tersinggung Disebut Dipermalukan Iran, Trump Bakal Kurangi Pasukan AS di Jerman
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington tengah mempertimbangkan pengurangan jumlah pasukan militernya di Jerman setelah Kanselir Friedrich Merz melontarkan kritik pedas terkait perang Iran. (AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
07:06
30 April 2026

Tersinggung Disebut Dipermalukan Iran, Trump Bakal Kurangi Pasukan AS di Jerman

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Washington tengah mempertimbangkan pengurangan jumlah pasukan militernya di Jerman.

Pernyataan ini muncul setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz melontarkan kritik pedas terkait perang Iran.

Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari tekanan terhadap sekutu yang tidak sepenuhnya mendukung kebijakan AS.

Baca juga: Sekutu Sebut AS Dipermalukan Iran di Meja Perundingan, Puji Kemampuan Teheran

Ancaman Trump

Ketegangan antara Trump dan Merz meningkat setelah pemimpin Jerman itu menyatakan bahwa Iran “mempermalukan” Washington dalam meja perundingan dan menyebut Teheran memiliki keterampilan negosiasi dibandingkan AS.

Merz bahkan menyebut AS gegabah dalam memulai perang tanpa Menyusun jalan keluar yang jelas.

Menanggapi hal tersebut, Trump pada Selasa mengatakan bahwa Merz “berpikir tidak masalah bagi Iran memiliki senjata nuklir.”

Sehari setelahnya, Trump menyampaikan ancaman pada Jerman melalui platform Truth Social miliknya pada Rabu (29/4/2026).

Amerika Serikat sedang mempelajari dan meninjau kemungkinan pengurangan pasukan di Jerman, dengan keputusan akan diambil dalam waktu dekat,” ujarnya, seperti dikutip AFP.

Berdasarkan data Congressional Research Service, jumlah pasukan AS di Jerman pada 2024 mencapai lebih dari 35.000 personel. Namun, media Jerman memperkirakan jumlah tersebut kini mendekati 50.000.

Selama dua masa jabatannya, Trump beberapa kali mengancam akan mengurangi jumlah pasukan di Jerman dan negara sekutu Eropa lainnya.

Ancaman itu merupakan bagian dari kritiknya terhadap aliansi NATO yang dianggap tidak seimbang dalam pembagian beban.

Kini, Washington tampak mempertimbangkan langkah lebih jauh untuk “menghukum” sekutu yang tidak mendukung perang AS-Israel di Iran atau enggan berkontribusi dalam misi penjagaan di Selat Hormuz yang strategis.

Baca juga: Trump Sikat 14 Pemasok Senjata ke Iran, Ada dari Negara Sekutu AS

Reksi Jerman

Kanselir Jerman Friedrich Merz berusaha meredam ketegangan dengan Donald Trump setelah mengkritik keputusan AS memulai perang di Iran.AFP/JOHN MACDOUGALL Kanselir Jerman Friedrich Merz berusaha meredam ketegangan dengan Donald Trump setelah mengkritik keputusan AS memulai perang di Iran.

Meski demikian, Merz berusaha meredakan situasi. Dalam konferensi pers di Berlin, ia menegaskan hubungan pribadinya dengan Trump tetap baik.

“Dari sudut pandang saya, hubungan pribadi antara presiden Amerika dan saya tetap sama baiknya seperti sebelumnya,” ujarnya.

Merz juga menegaskan bahwa sejak awal ia meragukan perang AS-Israel terhadap Iran.

Ia menambahkan, “Kami di Jerman dan di Eropa sangat menderita akibat konsekuensinya.”

AS “hukum” sekutu NATO

Selain Jerman, Washington disebut mempertimbangkan langkah balasan lain terhadap sekutu Barat.

Laporan pekan lalu menyebut AS sempat mempertimbangkan untuk menangguhkan keanggotaan Spanyol dari NATO serta meninjau kembali posisinya terkait kendali Inggris atas Kepulauan Falkland.

Namun, AS kemudian menegaskan kembali sikap netralnya terkait sengketa kedaulatan Falkland antara Argentina dan Inggris, yang pernah berperang singkat namun berdarah pada 1982 dan dimenangkan oleh Inggris.

Baca juga: Bikin Trump Murka, Kanselir Jerman Sebut Hubungan Mereka Tetap Baik

Tag:  #tersinggung #disebut #dipermalukan #iran #trump #bakal #kurangi #pasukan #jerman

KOMENTAR