Trump Disebut Tak Puas dengan Proposal Terbaru Iran, Damai Makin Jauh
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.(AFP/MANDEL NGAN)
11:42
28 April 2026

Trump Disebut Tak Puas dengan Proposal Terbaru Iran, Damai Makin Jauh

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan tidak puas dengan proposal terbaru yang diajukan Iran untuk mengakhiri perang.

Sikap ini memicu kekhawatiran baru terkait konflik Timur Tengah yang telah mengganggu pasokan energi global, memicu inflasi, serta menelan ribuan korban jiwa.

Dalam proposal terbarunya, Iran mengusulkan agar pembahasan mengenai program nuklir dikesampingkan terlebih dahulu hingga peperangan berakhir dan sengketa pengiriman di kawasan Teluk terselesaikan. 

Baca juga: Trump Disebut Tak Senang dengan Usulan Terbaru Iran untuk Akhiri Perang, Apa Isinya?

Namun, hal ini ditolak oleh pihak AS, sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (28/4/2026).

Seorang pejabat AS yang memberikan keterangan terkait pertemuan Trump dengan para penasihatnya pada Senin (27/4/2026) mengungkapkan, AS tetap pada pendiriannya bahwa isu nuklir harus ditangani sejak awal.

"Presiden Trump tidak senang dengan proposal Iran karena alasan tersebut," ujar pejabat yang enggan disebutkan namanya itu.

Juru bicara Gedung Putih Olivia Wales menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berkompromi terhadap batasan-batasan yang telah ditetapkan.

Baca juga: Tersangka Penembakan Jamuan Malam Trump Didakwa Upaya Pembunuhan

Ketidakpastian diplomatik ini langsung berimbas pada pasar global. 

Harga minyak kembali merangkak naik pada perdagangan di Asia, Selasa (28/4/2026) pagi.

Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com, menyoroti bahwa pelaku pasar kini lebih fokus pada kondisi riil di lapangan daripada retorika politik.

"Bagi para trader minyak, bukan lagi retorika yang penting, melainkan aliran fisik minyak mentah melalui Selat Hormuz. Saat ini, aliran tersebut tetap terkendala," kata Razaqzada.

Baca juga: Tenggat Perang Iran Picu Ketegangan Trump-Kongres AS

Data pelacakan kapal menunjukkan dampak nyata dari blokade AS.

Setidaknya enam kapal tanker bermuatan minyak Iran dipaksa kembali ke Iran oleh blokade AS dalam beberapa hari terakhir.

Hanya tujuh kapal yang melintasi Selat Hormuz dalam satu hari terakhir, jauh menurun dari rata-rata normal 125 hingga 140 kapal per hari sebelum perang.

Dari tujuh kapal tersebut, tidak ada satu pun yang membawa minyak untuk pasar global.

Kementerian Luar Negeri Iran melalui unggahan di media sosial mengecam tindakan AS tersebut sebagai bentuk legalisasi pembajakan dan perampokan bersenjata di laut lepas.

Baca juga: Negosiasi Buntu, Trump Panggil Tim Keamanan Bahas Nasib Konflik Iran

Diplomasi buntu

Harapan untuk perdamaian sempat meningkat saat Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan kunjungan maraton ke Islamabad, Pakistan, serta Oman dan Rusia. 

Di Rusia, Araghchi bertemu Presiden Vladimir Putin dan mendapat dukungan dari sekutu lamanya tersebut.

Namun, harapan itu meredup setelah Trump membatalkan rencana kunjungan utusan khususnya, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner, ke Islamabad akhir pekan lalu.

Araghchi sendiri mengeklaim bahwa pihak AS-lah yang sebenarnya menginginkan negosiasi.

Baca juga: Kisah dari Bawah Meja, Jurnalis Bergegas Laporkan Penembakan Jamuan Trump

"Trump meminta negosiasi karena AS belum mencapai satu pun tujuannya," ujar Araghchi kepada wartawan di Rusia.

Pejabat senior Iran mengungkapkan kepada Reuters bahwa proposal yang dibawa Araghchi ke Islamabad mengusulkan pembicaraan dalam beberapa tahap.

Tahap pertama yakni penghentian perang AS-Israel terhadap Iran dan jaminan bahwa AS tidak akan memulainya lagi.

Tahap kedua berupa penyelesaian blokade Angkatan Laut AS terhadap perdagangan laut Iran dan nasib Selat Hormuz, yang ingin dibuka kembali oleh Iran di bawah kendalinya.

Dan tahap akhir meliputi pembahasan isu lain, termasuk sengketa nuklir, di mana Iran tetap menuntut pengakuan AS atas hak mereka untuk memperkaya uranium.

Baca juga: Trump Jual Mahal, Suruh Iran Telepon Duluan jika Mau Akhiri Perang

Tag:  #trump #disebut #puas #dengan #proposal #terbaru #iran #damai #makin #jauh

KOMENTAR