MSCI Depak 19 Saham Indonesia, IHSG Awal Sesi Anjlok ke Kisaran 6.750
Ilustrasi IHSG(ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
09:32
13 Mei 2026

MSCI Depak 19 Saham Indonesia, IHSG Awal Sesi Anjlok ke Kisaran 6.750

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka tertekan pada awal perdagangan Rabu (13/5/2026), setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengejutkan pasar dengan mengeluarkan 19 saham Indonesia dari indeks globalnya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) IHSG tercatat melemah 106,273 poin atau 1,55 persen ke level 6.752,626.

Tekanan jual terlihat mendominasi pasar sejak awal perdagangan.

IHSG dibuka di posisi 6.763,945, sempat menyentuh area tertinggi di 6.787,345, sebelum akhirnya turun ke angka terendah di 6.741,600.

Baca juga: Rebalancing MSCI: 19 Saham Indonesia Terdepak dan 1 Masuk, Ini Rinciannya

Aktivitas perdagangan di awal perdagangan cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 11,122 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 3,349 triliun.

Frekuensi perdagangan sebanyak 326.991 kali transaksi.

Mayoritas saham bergerak di zona merah.

Sebanyak 333 saham melemah, 210 saham menguat dan 162 saham stagnan.

Untuk diketahui, MSCI resmi mengumumkan hasil tinjauan berkala atau index review periode Mei 2026 pada Rabu pagi tadi.

Pengumuman tersebut mengejutkan pelaku pasar karena hasilnya dinilai jauh melenceng dari ekspektasi sebelumnya.

Dalam rebalancing terbaru, MSCI total mengeluarkan 19 saham indonesia dari indeks global.

Rinciaannya enam saham didepak dari MSCI Global Standard Indexes yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Meski dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes, saham AMRT dipindahkan ke MSCI Small Cap Indexes.

Selain itu, MSCI juga mengeluarkan 13 saham Indonesia dari MSCI Small Cap Indexes.

Daftar saham yang keluar dari MSCI Small Cap Indexes meliputi:

  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
  • PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
  • PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
  • PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
  • PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
  • PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
  • PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
  • PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
  • PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
  • PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
  • PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
  • PT Triputra Agro Persada Tbk (TPAG)
  • PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)

MSCI menyebutkan bahwa hasil perubahan indeks tersebut akan berlaku setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026 dan efektif mulai 1 Juni 2026.

Baca juga: Rebalancing MSCI Mei 2026: Saham-saham Prajogo Pangestu hingga AMMN Terdepak

Tag:  #msci #depak #saham #indonesia #ihsg #awal #sesi #anjlok #kisaran #6750

KOMENTAR