Dokumen Pentagon Ungkap Rencana AS Hukum NATO, Spanyol Ikut Kena
- Sebuah dokumen internal Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) alias Pentagon mengungkapkan rencana Washington untuk menjatuhkan serangkaian sanksi kepada sekutu NATO.
Pasalnya, NATO dianggap gagal mendukung operasi militer AS dalam perang melawan Iran. Dokumen internal tersebut beredar melalui email di tingkat petinggi Pentagon.
Rencana itu sendiri muncul usai Washington frustrasi terhadap sejumlah negara anggota NATO yang enggan atau menolak memberikan akses, pangkalan, dan hak lintas udara atau ABO bagi kepentingan AS selama konflik.
Baca juga: Terkuak, Perusahaan Pertahanan NATO Diam-diam Bekerja Sama dengan Satelit Militer China
Seorang pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim kepada Reuters, menyebut bahwa salah satu poin dalam dokumen yang tersebut menegaskan bahwa ABO adalah garis dasar absolut bagi NATO.
Di samping itu, AS juga mempertimbangkan untuk menangguhkan Spanyol dari aliansi NATO, sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (24/4/2026).
Meskipun dampak militer secara operasional dinilai terbatas, langkah ini dianggap akan memberikan dampak simbolis yang besar.
Selain Spanyol, dokumen tersebut mengusulkan peninjauan kembali posisi diplomatik AS terhadap wilayah jajahan Eropa, termasuk dukungan atas klaim Inggris terhadap Kepulauan Falkland, di mana London dulu sempat berperang dengan Argentina.
Langkah ini menarik perhatian karena Presiden Argentina Javier Milei dikenal sebagai sekutu dekat Presiden AS Donald Trump.
Baca juga: Quo Vadis NATO Tanpa Amerika Serikat?
Juru bicara Pentagon, Kingsley Wilson, mengonfirmasi sikap keras Washington tersebut.
"Seperti yang dikatakan Presiden Trump, terlepas dari semua yang telah dilakukan AS untuk sekutu NATO kita, mereka tidak ada untuk kita," ujar Wilson.
Ia menambahkan, Pentagon akan memastikan Trump memiliki opsi kredibel untuk memastikan sekutu AS tidak lagi menjadi "macan kertas" dan menjalankan peran mereka.
"Kami tidak memiliki komentar lebih lanjut mengenai pertimbangan internal tersebut," tegasnya.
Baca juga: Jaga-jaga Ditinggalkan AS, NATO Percepat Rencana Pertahanan
Kritik Trump
Trump telah berulang kali melontarkan kritik pedas kepada sekutu NATO, terutama setelah penutupan Selat Hormuz bagi pelayaran global menyusul pecahnya perang pada 28 Februari lalu.
Trump kecewa karena negara-negara NATO tidak mengerahkan angkatan laut mereka untuk membantu membuka jalur vital tersebut.
Trump bahkan secara terbuka mempertimbangkan kemungkinan AS menarik diri dari aliansi yang telah berdiri selama 76 tahun tersebut.
"Tidakkah Anda akan melakukannya jika Anda adalah saya?" ujar Trump dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada 1 April lalu.
Meski demikian, pejabat Pentagon mencatat bahwa email internal itu sendiri tidak menyarankan AS untuk benar-benar keluar dari NATO atau menutup pangkalan militer di Eropa.
Baca juga: NATO Tak Mau Bantu AS Blokade Hormuz, Ogah Terseret Konflik
Respons Spanyol dan Inggris
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan mengenai konflik Timur Tengah di Cross Hall, Gedung Putih, Washington DC, 1 April 2026.
Pemerintah Spanyol di bawah kepemimpinan sosialis secara tegas menyatakan tidak akan mengizinkan pangkalan atau wilayah udaranya digunakan untuk menyerang Iran.
Menanggapi laporan email ini, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez bersikap skeptis.
"Kami tidak bekerja berdasarkan email. Kami bekerja berdasarkan dokumen resmi dan posisi pemerintah, dalam hal ini Pemerintah AS," kata Sanchez menjelang pertemuan para pemimpin Uni Eropa di Siprus Selatan.
Di sisi lain, Inggris juga menjadi sasaran amuk Trump.
Trump sempat menyebut Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sebagai sosok yang "penakut" karena keengganannya bergabung dalam perang di Iran secara penuh.
Trump bahkan menyebut Starmer bukan Perdana Menteri Inggris era Perang Dunia II, Winston Churchill, dan merendahkan kapal induk Inggris sebagai mainan.
Inggris awalnya menolak permintaan AS untuk menggunakan dua pangkalannya guna menyerang Iran.
Meski demikian, London kemudian setuju untuk mengizinkan misi defensif guna melindungi warga di kawasan tersebut.
Baca juga: Bukan Perangi Iran, Menteri Turkiye Ingatkan Trump Fungsi Asli NATO
Tag: #dokumen #pentagon #ungkap #rencana #hukum #nato #spanyol #ikut #kena