Israel-Lebanon Perpanjang Gencatan Senjata 3 Minggu, tapi Konflik Masih Panas
Kondisi bangunan dan kendaraan yang hangus terbakar setelah serangan Israel di permukiman Corniche Al Mazraa, Beirut, Lebanon, 8 April 2026. Sekitar pukul 18.00 WIB, serangkaian serangan Israel menghantam tanpa peringatan.(AFP/IBRAHIM AMRO)
15:06
24 April 2026

Israel-Lebanon Perpanjang Gencatan Senjata 3 Minggu, tapi Konflik Masih Panas

- Israel dan Lebanon resmi menyepakati perpanjangan gencatan senjata selama tiga minggu.

Kesepakatan itu tercapai dalam pertemuan di Gedung Putih yang dimediasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Meski gencatan senjata antara Israel dan Lebanon diperpanjang, Trump menegaskan bahwa dirinya tidak terburu-buru untuk mencapai kesepakatan damai permanen. 

Baca juga: AS Bakal Pimpin Negosiasi Damai Israel-Lebanon, Digelar Pekan Ini

Dia menyatakan siap menunggu demi mendapatkan kesepakatan terbaik dan untuk mengakhiri konflik regional dengan Iran.

"Jangan desak saya. Saya ingin membuat kesepakatan terbaik. Saya ingin kesepakatan itu bersifat abadi," ujar Trump dalam pertemuan tersebut, Jumat (24/4/2026), sebagaimana dilansir Reuters.

Konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon merupakan salah satu hambatan utama dalam penyelesaian krisis Timur Tengah yang telah berlangsung selama delapan minggu. 

Selain itu, ambisi nuklir Iran dan kendali atas Selat Hormuz juga menjadi poin krusial yang belum terpecahkan.

Baca juga: Lebanon Ungkap Tujuan Negosiasi dengan Israel, Tuntut 3 Hal

Trump mengeklaim bahwa AS memiliki keunggulan dalam ketegangan kekuatan laut di Selat Hormuz. 

Dia pun meremehkan ancaman dari kapal-kapal kecil Iran yang telah memblokade jalur pelayaran vital bagi energi dunia tersebut.

Meskipun Trump bersikap optimistis, navigasi di Selat Hormuz faktanya masih terblokade. 

Aksi Iran yang menangkap dua kapal kargo besar menjadi peringatan keras bagi pasar minyak dunia dan ekonomi global.

Baca juga: Garis Kuning di Lebanon: Menguji Kedaulatan di Balik Gencatan Senjata

Pemerintah Filipina mengonfirmasi bahwa terdapat 15 warga negaranya yang berada di dua kapal yang disita tersebut. 

Mereka diyakini dalam kondisi aman dan diharapkan kapal-kapal itu segera dibebaskan.

Di tengah kesepakatan gencatan senjata, situasi di lapangan juga dilaporkan tetap mencekam. 

Pasukan Israel dilaporkan terus menggempur target-target Hizbullah di Lebanon Selatan setelah serangan roket dan drone dari kelompok tersebut menyasar tentara Israel.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz memberikan peringatan keras bahwa pihaknya siap memulai kembali serangan ke Iran jika mendapatkan lampu hijau dari AS.

Baca juga: Israel Selidiki Insiden Tentaranya Rusak Patung Yesus di Lebanon

Tag:  #israel #lebanon #perpanjang #gencatan #senjata #minggu #tapi #konflik #masih #panas

KOMENTAR