24 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh Iran, Total Kerugian Rp 12 T
Amerika Serikat dilaporkan kehilangan puluhan drone tempur canggih dalam konflik dengan Iran yang terus memanas sejak akhir Februari.
Dalam perkembangan terbaru, delapan unit drone MQ-9 Reaper dilaporkan hilang hanya dalam kurun awal April.
Baca juga: Trump Ngamuk Negosiasi AS-Iran Gagal, Mulai Blokade Selat Hormuz
Total kerugian sejak perang dimulai kini mencapai 24 unit, dengan nilai mencapai ratusan juta dollar.
Kerugian besar drone canggih AS
Pesawat MQ-9 Reaper melakukan misi pelatihan di atas Nevada Test and Training Range, 15 Juli 2019.
Laporan CBS News yang mengutip dua pejabat AS pada Kamis (9/4/2026), sebagaimana dilansir Xinhua, menyebutkan bahwa sejak 1 April, delapan drone MQ-9 Reaper hilang di kawasan Timur Tengah.
Dengan tambahan tersebut, total drone yang hilang dalam perang Iran sejak 28 Februari mencapai 24 unit.
Kerugian finansial akibat hilangnya drone ini diperkirakan mencapai sekitar 720 juta dollar AS (sekitar Rp 12 triliun).
Setiap unit MQ-9 Reaper diketahui memiliki harga sekitar 30 juta dollar AS (sekitar Rp 513 miliar) atau lebih, tergantung variannya.
Drone MQ-9 Reaper sendiri merupakan pesawat tanpa awak buatan General Atomics Aeronautical Systems yang dikendalikan dari jarak jauh.
Alat ini digunakan untuk misi intelijen, pengawasan, pengintaian, serta mampu melancarkan serangan presisi.
Baca juga: Putin Turun Tangan, Mau Bantu Damaikan AS-Iran
Skala serangan meluas
Data yang dihimpun CBS News menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Israel telah menggempur lebih dari 13.000 target di Iran sejak meluncurkan serangan gabungan pada 28 Februari.
Sebagai balasan, Iran disebut telah menyerang target di 12 negara di kawasan tersebut. Hal ini menandai meluasnya konflik yang tidak hanya terbatas di wilayah Iran, tetapi juga berdampak pada stabilitas regional.
Meskipun kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan diumumkan pada Selasa, situasi di lapangan masih jauh dari stabil. Israel dilaporkan tetap melanjutkan serangan terhadap target di Lebanon, menunjukkan rapuhnya kesepakatan tersebut.
Sejumlah negara seperti Pakistan, Turkiye, China, Arab Saudi, dan Mesir berperan dalam memediasi gencatan senjata sementara.
Pakistan bahkan menjadi tuan rumah pembicaraan langsung antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, yang bertujuan mencapai perdamaian jangka panjang.
Baca juga: Dilema Trump Usai Negosiasi Damai AS-Iran Gagal