Iran Klaim Hampir Capai Kesepakatan di Pakistan, tapi AS Mengubah Segalanya
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat berpidato di acara PBB di Jenewa, 17 Februari 2026.(AFP/VALENTIN FLAURAUD)
07:44
13 April 2026

Iran Klaim Hampir Capai Kesepakatan di Pakistan, tapi AS Mengubah Segalanya

- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengakui, kesepakatan dengan Amerika Serikat hampir tercapai pada Minggu (12/4/2026). 

Diketahui, AS dan Iran mengadakan pembicaraan untuk mengakhiri perang di Islamabad, Pakistan selama akhir pekan lalu.

"Iran terlibat dengan AS dengan itikad baik untuk mengakhiri perang," katanya dalam sebuah unggahan di X, dikutip dari AFP.

"Namun, ketika hanya beberapa inci lagi dari kesepakatan di Islamabad, kami menghadapi maksimalisme, perubahan aturan main, dan blokade," tambahnya.

Baca juga: Perundingan Gagal, Trump Pertimbangkan Serangan Terbatas ke Iran

Penolakan Iran atas syarat AS

Sebelumnya, Wakil Presiden AS, JD Vance menuturkan,  pembicaraan dengan Iran gagal mencapai kesepakatan.

Menurutnya, inti dari perselisihan tersebut adalah tentang senjata nuklir.

"Faktanya, kita perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan berupaya mendapatkan senjata nuklir dan mereka tidak akan berupaya mendapatkan alat-alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat memperoleh senjata nuklir," ujarnya, dikutip dari AFP.

"Apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, bukan hanya sekarang, bukan hanya dua tahun dari sekarang, tetapi untuk jangka panjang? Kami belum melihat hal itu. Kami berharap akan melihatnya," sambungnya.

Baca juga: Kegagalan Negosiasi dan Aktor Konflik yang Kurang Waras

Dalam pidato singkatnya di sebuah hotel mewah di Islamabad tempat kedua pihak bertemu, Vance tidak menyoroti perbedaan pendapat mengenai isu penting lainnya, yaitu pembukaan kembali Selat Hormuz.

Dia menegaskan, Presiden Donald Trump telah bersikap akomodatif dalam pembicaraan tersebut.

"Saya rasa kami cukup fleksibel. Kami cukup akomodatif. Presiden memberi tahu kami, 'Kalian harus datang ke sini dengan itikad baik dan melakukan upaya terbaik untuk mencapai kesepakatan'," tuturnya. 

"Kami sudah melakukan itu dan sayangnya kami tidak berhasil mencapai kemajuan," sambungnya.

Baca juga: Tak Lagi Andalkan AS, Negara Teluk Borong Drone Pencegat Murah dari Ukraina

Apa yang terjadi setelah perundingan gagal?

Suasana menjelang negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026).AFP/POOL/JACQUELYN MARTIN Suasana menjelang negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026).

Dikutip dari New York Times, kegagalan ini membuat pemerintahan Trump menghadapi beberapa pilihan yang tidak menyenangkan.

Pilihan itu adalah negosiasi panjang dengan Teheran mengenai masa depan program nuklirnya atau kembali perang yang telah menciptakan gangguan energi terbesar di zaman modern dan prospek perebutan kekuasaan yang panjang mengenai siapa yang mengendalikan Selat Hormuz.

Para pejabat Gedung Putih mengatakan, mereka akan menyerahkan keputusan kepada Presiden Donlad Trump untuk mengumumkan langkah selanjutnya dari pemerintahan. 

Baca juga: Trump Ngamuk Negosiasi AS-Iran Gagal, Mulai Blokade Selat Hormuz

Namun, masing-masing jalur tersebut membawa kerugian strategis dan politik yang signifikan.

Wakil Presiden AS, JD Vance hanya sedikit berkomentar tentang apa yang terjadi selama lebih dari 21 jam negosiasi.

Ia mengisyaratkan telah memberikan proposal akhir untuk menghentikan program nuklir mereka selamanya.

“Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa batasan kami, hal-hal apa saja yang bersedia kami akomodasi dari mereka. Mereka telah memilih untuk tidak menerima persyaratan kami,” ujarnya.

Tag:  #iran #klaim #hampir #capai #kesepakatan #pakistan #tapi #mengubah #segalanya

KOMENTAR