Iran Masih Simpan Ribuan Rudal, Eks CIA Akui Ketangguhannya
- Menurut para pejabat Amerika Serikat yang mengetahui informasi penilaian intelijen AS, Iran masih memiliki ribuan rudal balistik dalam persenjataannya.
Persediaan tersebut dapat dikerahkan dengan mengambil peluncur dari area penyimpanan bawah tanah.
Penilaian ini muncul ketika AS berupaya memperkuat gencatan senjata yang akan sepenuhnya membuka Selat Hormuz, serta juga melindungi Iran, pasukan AS, dan negara-negara di kawasan dari serangan lebih lanjut.
Baca juga: Khawatir Digempur Iran, Israel Percepat Produksi Pencegat Rudal
Dalam laporan Wall Street Journal, Sabtu (10/4/2026), beberapa pejabat AS merasa khawatir Iran akan menggunakan jeda pertempuran untuk membangun kembali persenjataan misilnya.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth pekan ini mengatakan bahwa program rudal Iran secara fungsional hancur, dengan peluncur dan rudal yang berkurang dan hancur, serta hampir sepenuhnya tidak efektif.
Namun, gambaran yang dilukiskan oleh laporan intelijen AS menunjukkan bahwa Iran dapat membangun kembali sebagian kekuatan misilnya.
Meskipun lebih dari setengah peluncur misil Iran hancur, rusak, atau terjebak di bawah tanah, banyak dari peluncur yang tersisa dapat diperbaiki atau digali dari kompleks bawah tanah.
Baca juga: Iran Kuras Rudal Pencegat AS dan Teluk, Efeknya Bisa ke Seluruh Dunia
Peluncuran gelombang ke-41 serangan rudal Iran oleh Garda Revolusi (IRGC) pada Kamis (12/3/2026), menargetkan aset-aset Israel dan Amerika Serikat di Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait.
Persediaan rudal Iran juga telah berkurang hampir setengahnya dalam konflik ini, tetapi Teheran masih menyimpan ribuan rudal balistik jarak menengah dan pendek yang dapat dikeluarkan dari persembunyian, kata para pejabat AS dan Israel.
Iran kini hanya memiliki kurang dari 50 persen drone serang satu arah karena banyak yang telah digunakan selama konflik dan lokasi produksi senjatanya diserang oleh AS dan Israel.
Namun, menurut para pejabat AS, Teheran dapat memperoleh sistem serupa dari Rusia untuk digunakan melawan negara-negara tetangganya, kata para pejabat AS.
Ditambah Iran juga masih memiliki sejumlah kecil rudal jelajah yang dapat digunakan untuk menargetkan kapal-kapal di Teluk Persia atau pasukan AS, jika negosiasi gagal.
Baca juga: Perundingan Damai Belum Mulai, Trump Ancam Serang Iran Lagi
“Iran telah menunjukkan kemampuan luar biasa untuk berinovasi dan membangun kembali kekuatan mereka dengan cepat,” kata Kenneth Pollack, mantan analis CIA yang kini menjabat sebagai wakil presiden bidang kebijakan di Middle East Institute.
“Mereka adalah lawan yang jauh lebih tangguh daripada sebagian besar militer Timur Tengah selain Israel,” ujarnya.
Para analis AS tidak memperkirakan bahwa militer Iran akan segera kembali ke jumlah rudal dan drone yang dimilikinya sebelum perang, mengingat upaya yang telah dilakukan AS dan Israel untuk menyerang industri pertahanan Iran.
Namun, Iran telah terbukti sebagai musuh yang tangguh, dan beberapa analis Pemerintah AS memperkirakan bahwa Iran masih dapat mengerahkan beberapa peluncur rudal balistiknya.
Tag: #iran #masih #simpan #ribuan #rudal #akui #ketangguhannya