Rusia-Ukraina Akan Gencatan Senjata Paskah Ortodoks Selama 32 Jam
Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertemu sandera yang dibebaskan Hamas dari Gaza di Kremlin, Moskwa, 16 April 2025.(SPUTNIK/SOFIA SANDURSKAYA via AFP)
16:54
10 April 2026

Rusia-Ukraina Akan Gencatan Senjata Paskah Ortodoks Selama 32 Jam

- Ukraina dan Rusia akan melakukan gencatan senjata selama 32 jam yang dilakukan untuk menghormati perayaan Paskah Ortodoks.

Dikabarkan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada pekan ini bahwa ia telah mengajukan proposal gencatan senjata untuk libur Paskah melalui Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, pihak Rusia juga mengumumkan akan ada gencatan senjata selama perayaan tersebut.

Baca juga: Terinspirasi Gencatan Senjata AS-Iran, Ukraina Desak Washington Tekan Rusia


Dilansir AFP, Jumat (10/4/2026), Kremlin pada Kamis (9/4/2026), mengumumkan bahwa gencatan senjata dimulai 11 April pukul 16.00 (20.00 WIB) hingga berakhir pada 12 April 2026 sehubungan dengan perayaan Paskah Ortodoks.

Namun, Kremlin tidak menyinggung terkait usulan awal Kyiv yang mengajukan hal itu ke AS.

Presiden Rusia Vladimir Putin Putin juga telah menginstruksikan militernya untuk menghentikan operasi tempur selama periode tersebut.

Baca juga: Bantuan dari Langit, Rusia Diam-diam Pasok Iran Informasi Berharga untuk Serang AS

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat bertemu Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 21 Desember 2022.AP PHOTO/PATRICK SEMANSKY Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat bertemu Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 21 Desember 2022.

Dia menegaskan, pasukannya siap untuk menangkal setiap kemungkinan provokasi oleh pihak musuh.

"Kami berasumsi bahwa pihak Ukraina akan mengikuti contoh Federasi Rusia," kata Putin.

Beberapa jam kemudian, Zelensky menanggapi, "Ukraina telah berulang kali menyatakan siap untuk mengambil upaya timbal balik. Kami mengusulkan gencatan senjata tahun ini selama liburan Paskah dan akan melaksanakannya."

Masyarakat di Ukraina dan Rusia, menurutnya, berhak untuk merayakan Paskah dengan damai.

"Masyarakat membutuhkan Paskah yang bebas dari ancaman dan kemajuan nyata menuju perdamaian, dan Rusia memiliki kesempatan untuk menghindari kembalinya permusuhan setelah Paskah," ujar Zelensky.

Baca juga: Biaya Naik, Putin Minta Crazy Rich Rusia Sumbang Dana Perang Lawan Ukraina

Untuk diketahui, perang Rusia-Ukraina telah merenggut ratusan ribu nyawa dan memaksa jutaan orang mengungsi, Ini menjadikannya konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.

Beberapa kali negosiasi yang dipimpin AS gagal membawa kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan damai.

Negosiasi justru menemui jalan buntu, di mana Moskwa menuntut konsesi teritorial dan politik yang ditolak Zelensky karena menganggap itu sama saja dengan penyerahan diri.

Saat ini, Rusia menduduki lebih dari 19 persen wilayah Ukraina, sebagian besar direbut dalam minggu-minggu pertama perang.

Tag:  #rusia #ukraina #akan #gencatan #senjata #paskah #ortodoks #selama

KOMENTAR