Harga Bitcoin Tembus 80.000 Dollar AS, Tertinggi Sejak Januari 2026
Ilustrasi bitcoin. Harga Bitcoin bergerak sangat fluktuatif di tengah ketidakpastian pasar global akibat perang Iran. Meski sempat melonjak tajam, reli kripto terbesar di dunia itu mulai kehilangan momentum.(UNSPLASH/ERLING LOKEN ANDERSEN)
20:12
4 Mei 2026

Harga Bitcoin Tembus 80.000 Dollar AS, Tertinggi Sejak Januari 2026

– Harga Bitcoin (BTC) melonjak pada awal pekan ini. Aset kripto terbesar di dunia tersebut sempat menembus level 80.000 dollar AS, yang merupakan posisi tertinggi sejak akhir Januari 2026.

Kenaikan terjadi setelah Bitcoin menguat sekitar 2 persen dalam perdagangan semalam. Pada Senin (4/5/2026) pagi waktu Asia, harga bahkan sempat menyentuh kisaran 80.393 dollar AS.

Dikutip dari Yahoo Finance, pergerakan harga BTC ini terjadi di tengah kondisi pasar global yang beragam.

Baca juga: Bitcoin Melonjak 12,7 Persen pada April 2026, Namun Rentan Koreksi

Saham bergerak bervariasi pada perdagangan pra-pasar, sementara pelaku pasar mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Sentimen geopolitik menjadi salah satu pendorong utama. Harga Bitcoin menguat setelah Presiden AS, Donald Trump mengumumkan inisiatif “Project Freedom”.

Program tersebut bertujuan memberikan jalur aman bagi kapal internasional netral yang terjebak di Selat Hormuz akibat konflik AS-Iran.

Pengumuman itu memicu perubahan sentimen pasar menjadi lebih berani mengambil risiko (risk-on). Ketegangan yang sedikit mereda membuat aliran dana kembali masuk ke aset berisiko, termasuk kripto.

Baca juga: Saat Bitcoin dan XRP Lesu, Investor Cari Alternatif Pendapatan Tetap

Sepanjang April 2026, harga Bitcoin tercatat naik sekitar 12 persen. Kenaikan ini menjadi yang terbesar sejak Mei tahun lalu. Secara keseluruhan, Bitcoin juga telah menguat sekitar 20 persen sejak konflik Iran berlangsung.

Kenaikan harga Bitcoin hingga menembus 80.000 dollar AS dinilai sebagai sinyal positif bagi investor. Dalam beberapa pekan terakhir, Bitcoin kesulitan menembus level 76.000 dollar AS, sehingga breakout kali ini memperkuat optimisme pasar.

Di sisi lain, Bitcoin menunjukkan ketahanan dibandingkan aset lain. Selama periode konflik, kinerjanya melampaui saham dan emas yang cenderung lebih tertekan oleh ketidakpastian geopolitik.

Penguatan Bitcoin juga didukung faktor lain. Aliran dana institusi kembali meningkat, tercermin dari masuknya dana bersih sebesar 630 juta dollar AS ke produk ETF Bitcoin di Amerika Serikat.

Baca juga: Transisi Powell ke Warsh Bikin Pasar Menunggu, Kripto Terancam Volatil

Selain itu, minat investor terhadap instrumen derivatif ikut meningkat. Open interest pada opsi ETF Bitcoin milik BlackRock tercatat mencapai level tertinggi baru.

Secara teknikal, level 80.000 dollar AS dianggap sebagai batas psikologis penting. Jika mampu bertahan di atas level tersebut, Bitcoin berpotensi melanjutkan tren kenaikan dalam jangka pendek.

Tag:  #harga #bitcoin #tembus #80000 #dollar #tertinggi #sejak #januari #2026

KOMENTAR