Harga Minyak Dunia Naik Awal Pekan Ini, Brent Tembus 112 Dollar AS
– Harga minyak dunia menguat pada awal pekan ini, dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah serta rencana Amerika Serikat (AS) membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Dikutip dari CNBC, Senin (4/5/3036), Presiden AS, Donald Trump mengatakan, pemerintah AS akan berupaya “membebaskan” kapal-kapal kargo yang terjebak akibat penutupan Selat Hormuz sejak konflik dengan Iran meningkat.
Mengacu data perdagangan, pada pukul 07.05 waktu New York (ET), harga minyak Brent kontrak Juli naik 3,61 persen ke level 112,08 dollar AS per barrel.
Baca juga: Trump Janji Bantu Kapal Keluar dari Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Turun Tipis
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Juni menguat 3,54 persen menjadi 105,55 dollar AS per barrel.
Penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan energi global, membuat lalu lintas kapal di kawasan tersebut nyaris terhenti. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap terganggunya pasokan energi dunia.
Ilustrasi kilang minyak.
Risiko keamanan di kawasan juga meningkat. United Kingdom Maritime Trade Operations melaporkan sebuah kapal tanker terkena serangan proyektil di utara Fujairah, Uni Emirat Arab. Insiden ini menegaskan tingginya ancaman terhadap pelayaran di wilayah tersebut.
Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyebut operasi “Project Freedom” difokuskan untuk membantu kapal sipil dari negara yang tidak terlibat konflik agar dapat kembali berlayar dengan aman.
Baca juga: Harga Minyak Melonjak, OPEC+ Tambah Kuota Produksi Juni 2026
"Dukungan militer AS untuk Proyek Freedom akan mencakup kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, platform tak berawak multi-domain, dan 15.000 anggota layanan," kata Komando Pusat AS tak lama setelah pengumuman Trump.
Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati keputusan OPEC+ yang sepakat meningkatkan produksi minyak sebesar 188.000 barrel per hari. Ini merupakan pertemuan pertama setelah keluarnya Uni Emirat Arab dari aliansi tersebut.
Kepala ekonomi internasional Moody’s Analytics, Gaurav Ganguly, mengingatkan lonjakan harga minyak berpotensi menekan perekonomian global.
Ia menyebut harga Brent di kisaran 125 dollar AS per barrel dalam periode berkepanjangan dapat mendorong ekonomi global menuju resesi.
Baca juga: Harga Minyak Mentah Brent Naik Tembus 111 Dollar AS, Selat Hormuz Jadi Pendongkrak
“Tidak perlu banyak hal dari titik ini agar ekonomi global terperosok ke dalam resesi. Kami memperkirakan harga sekitar 125 dollar AS per barrel untuk Brent dalam jangka waktu yang lama akan mendorong ekonomi global ke dalam semacam resesi,” ujarnya.
Tag: #harga #minyak #dunia #naik #awal #pekan #brent #tembus #dollar