Pembicaraan AS-Iran Tak Jelas, Belum Ada Delegasi Hadir di Pakistan
Warga Pakistan berjalan melewati perbatasan Taftan usai kembali dari Iran menuju Provinsi Balochistan, di tengah serangan Amerika Serikat-Israel pada 9 Maret 2026.(AFP/BANARAS KHAN)
15:54
10 April 2026

Pembicaraan AS-Iran Tak Jelas, Belum Ada Delegasi Hadir di Pakistan

– Ketidakpastian menyelimuti rencana dialog antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada Jumat (10/4/2026). 

Hingga hari yang telah ditentukan, belum ada konfirmasi resmi mengenai kedatangan delegasi dari kedua belah pihak untuk memulai pembicaraan.

Situasi di ibu kota Pakistan saat ini dilaporkan dalam status "siaga merah" dengan pengamanan super ketat. 

Kendati demikian, hingga kini jadwal pasti kedatangan para utusan dari Iran maupun AS masih menjadi misteri, sebagaimana dilansir Outlook India, Jumat.

Baca juga: Iran Ogah Temui Utusan AS di Pakistan sampai Lebanon Berhenti Dibom

Simpang siur kedatangan delegasi

Rencana pertemuan ini awalnya diumumkan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Rabu (8/4/2025), hari ketika AS dan Iran gencatan senjata. 

Melalui unggahan di media sosial X, Sharif menyatakan bahwa kedua negara akan mengadakan pembicaraan di Islamabad pada Jumat.

Duta Besar Iran untuk Pakistan, Reza Amir Moghadam, sempat mengonfirmasi melalui pernyataan di X pada Kamis (9/4/2026) malam bahwa 10 anggota delegasi Iran akan bertolak ke Islamabad.

"Delegasi Iran tiba malam ini di Islamabad untuk pembicaraan serius berdasarkan 10 poin yang diusulkan oleh Iran," tulis Moghadam.

Namun, pernyataan tersebut dihapus beberapa jam kemudian di tengah memburuknya situasi di Lebanon akibat serangan udara Israel. 

Presiden Iran juga memberikan sinyal keraguan terhadap proses dialog jika serangan terhadap Lebanon terus berlanjut.

Baca juga: Nyaris Gagal, Pakistan Jadi “Penyelamat” di Menit Terakhir Gencatan Senjata AS-Iran

Di tengah ketidakpastian tersebut, Iran menyatakan tidak akan mengirimkan delegasi ke Islamabad, Pakistan, sebelum gencatan senjata di Lebanon ditetapkan. 

Laporan mengenai Teheran yang belum mengirim delegasi ke Pakistan pertama kali disampaikan oleh kantor berita Iran, Fars News Agency, sebagaimana dilansir Anadolu Agency.

Media semi resmi yang terafiliasi dengan Garda Revolusi Iran (IRGC), Tasnim News Agency, juga membantah bahwa delegasi Iran telah tiba di Pakistan.

Fars turut membantah laporan sejumlah media AS yang menyebutkan bahwa delegasi Iran telah tiba di ibu kota Pakistan tersebut.

"Tim negosiasi Iran belum tiba di Islamabad dan tidak memiliki rencana untuk menghadiri pembicaraan damai dengan AS sampai Israel menghentikan pengeboman di Lebanon," tulis laporan Fars

Baca juga: Geram Lebanon Diserang Terus, Menhan Pakistan Sebut Israel Kutukan Kemanusiaan

Pakistan siapkan karpet merah

Meski situasi masih abu-abu, Pemerintah Pakistan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi pertemuan bersejarah ini. 

Sebagai bentuk dukungan logistik, pemerintah setempat memberlakukan kebijakan khusus bagi para tamu negara dan awak media.

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar mengumumkan pemberian fasilitas Visa on Arrival bagi para delegasi dan jurnalis yang datang untuk agenda pembicaraan yang diberi tajuk "Islamabad Talks 2026" tersebut.

"Pakistan menyambut semua delegasi termasuk jurnalis dari negara-negara peserta yang melakukan perjalanan terkait Islamabad Talks 2026," ujar Dar dalam pernyataannya, Jumat pagi.

Baca juga: Jelang Negosiasi di Pakistan, Trump Yakin Iran Mau Penuhi Tuntutan AS

Ilustrasi perundingan AS dan Iran di Pakistan.Chat GPT Ilustrasi perundingan AS dan Iran di Pakistan.

"Untuk itu, semua maskapai diminta untuk mengizinkan boarding bagi individu-individu tersebut tanpa visa. Otoritas imigrasi di Pakistan akan menerbitkan Visa on Arrival untuk mereka," lanjutnya.

Dari sisi keamanan, lebih dari 10.000 personel polisi dan keamanan telah disiagakan untuk memberikan perlindungan berlapis. 

Pasukan militer dan paramiliter Rangers turut dikerahkan untuk menjaga area Red Zone yang mencakup gedung-gedung vital pemerintahan. 

Akses menuju kawasan tersebut sangat dibatasi dan hanya dibuka di satu titik melalui Jalan Margalla bagi pejabat dan penduduk resmi.

Baca juga: Bagaimana Pakistan Dipercaya AS–Iran dan Berujung Gencatan Senjata?

Tag:  #pembicaraan #iran #jelas #belum #delegasi #hadir #pakistan

KOMENTAR