Netanyahu Sebut Perang Lawan Iran Belum Selesai, Siap Angkat Senjata Kapan Pun
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam konferensi pers di Yerusalem, 19 Maret 2026, ketika perang Iran masih berkecamuk. Mengapa Israel Tetap Menyerang Lebanon di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran Selama Dua Pekan? (AFP/POOL/RONEN ZVULUN)
10:24
9 April 2026

Netanyahu Sebut Perang Lawan Iran Belum Selesai, Siap Angkat Senjata Kapan Pun

- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, pihaknya siap menghadapi Teheran, meskipun gencatan senjata telah tercapai antara Amerika Serikat dan Iran.

"Izinkan saya memperjelas, kita masih memiliki tujuan yang harus diselesaikan," kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi, dikutip dari AFP, Kamis (9/4/2026).

"Kita akan mencapainya, baik melalui kesepakatan atau melalui pertempuran yang kembali terjadi. Kami siap kembali bertempur kapan pun diperlukan. Jari kami tetap berada di pelatuk," sambungnya.

Menurutnya, gencatan senjata itu bukan akhir kampanye Israel, tetapi sebuah langkah menuju pencapaian semua tujuan.

"Iran memasuki masa jeda ini dalam keadaan babak belur, lebih lemah dari sebelumnya," tegasnya.

Baca juga: Tanda Tanya Poin Gencatan Senjata AS-Iran Versi Washington...

Balas kritik oposisi Israel

Netanyahu juga membalas kritik dari para pemimpin oposisi yang menegurnya karena menyetujui gencatan senjata sebelum Israel mencapai tujuannya dalam perang.

"Seperti yang Anda ketahui, tadi malam gencatan senjata sementara selama dua minggu antara AmS dan Iran mulai berlaku, sepenuhnya berkoordinasi dengan Israel," jelas dia.

"Tidak, kami tidak terkejut di saat-saat terakhir," sambungnya.

Baca juga: Iran Hanya Izinkan 12 Kapal Melewati Selat Hormuz Per Hari, Ada Tarifnya

Tokoh oposisi utama Israel, Yair Lapid, menyebut gencatan senjata itu sebagai "bencana diplomatik" bagi Israel.

Ia menuding Netanyahu telah gagal mencapai tujuan Israel.

Netanyahu telah menetapkan penghapusan atau setidaknya pengurangan drastis program nuklir Iran sebagai tujuan utama perang dan menggambarkannya sebagai ancaman eksistensial bagi Israel.

Ia juga menyerukan untuk menurunkan kemampuan rudal balistik Iran, melemahkan atau berpotensi menggulingkan rezim Iran, dan mengekang pengaruh regional Teheran.

Baca juga: Israel Lancarkan Serangan Paling Brutal ke Lebanon, 182 Orang Tewas dalam Sehari

Serangan di Lebanon akan berlanjut

Kondisi bangunan yang hancur diserang Israel di Kota Tirus, Lebanon, Sabtu (4/4/2026). Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Rabu (8/4/2026) menyampaikan bahwa gencatan senjata Iran-Amerika Serikat juga mencakup di Lebanon, yang menjadi sasaran serangan Israel.AFP/KAWNAT HAJU Kondisi bangunan yang hancur diserang Israel di Kota Tirus, Lebanon, Sabtu (4/4/2026). Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Rabu (8/4/2026) menyampaikan bahwa gencatan senjata Iran-Amerika Serikat juga mencakup di Lebanon, yang menjadi sasaran serangan Israel.

Sementara itu, Netanyahu mengatakan bahwa kampanye melawan Hizbullah di Lebanon akan berlanjut. 

Menurutnya, gencatan senjata dengan Iran tidak akan mencakup kelompok bersenjata Lebanon tersebut.

"Kami terus menyerangnya dengan kekuatan penuh. Hari ini, kami memberikan pukulan terberat kepada Hizbullah sejak serangan pager, menyerang seratus target dalam 10 menit, di daerah yang mereka yakini kebal," katanya.

"Kami telah menciptakan zona keamanan jauh di luar perbatasan kami di Lebanon, di Suriah, dan di Gaza, di mana kami sekarang mengendalikan lebih dari setengah wilayahnya dan mencekik Hamas dari semua sisi," sambungnya.

Pada Rabu malam, militer Israel menuturkan bahwa mereka terus mengejar tujuan untuk melucuti senjata Hizbullah.

Lebih dai 250 orang tewas dalam serangan Israel di Lebanon pada Rabu.

Tag:  #netanyahu #sebut #perang #lawan #iran #belum #selesai #siap #angkat #senjata #kapan

KOMENTAR