Iran Ancam Akhiri Gencatan Senjata jika Israel Tetap Serang Lebanon
Warga Iran bereaksi setelah pengumuman gencatan senjata di Lapangan Enqelab, Teheran, Rabu (8/4/2026). Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat untuk gencatan senjata selama dua minggu, kurang dari satu jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump.(AFP)
06:36
9 April 2026

Iran Ancam Akhiri Gencatan Senjata jika Israel Tetap Serang Lebanon

- Iran mengancam akan menarik diri dari perjanjian gencatan senjata dengan Amerika Serikat jika Israel terus menyerang Lebanon.

“Iran akan menarik diri dari perjanjian tersebut jika pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Zionis terus berlanjut melalui serangan terhadap Lebanon,” kata sumber tersebut kepada kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, Rabu (8/4/2026).

Sumber tersebut menambahkan, Teheran sedang meninjau situasi di tengah apa yang digambarkan sebagai pelanggaran Israel yang berkelanjutan terkait dengan serangan Lebanon.

Menurut sumber itu, penghentian perang di semua lini, termasuk Lebanon, telah diterima oleh AS berdasarkan rencana gencatan senjata dua minggu yang diusulkan.

Baca juga: AS Klaim 10 Rencana Gencatan Senjata Iran Bukan yang Disepakati

Iran tuding Israel langgar gencatan senjata

Namun, Israel dituding telah melakukan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata  dengan melancarkan serangan brutal terhadap Lebanon.

Tentara Israel mengatakan, mereka menyerang lebih dari 100 lokasi dalam waktu 10 menit di berbagai wilayah di Beirut, Lembah Beqaa, dan Lebanon selatan.

Menteri Kesehatan Lebanon menyatakan, 182 orang tewas dan 890 orang terluka dalam serangan besar Israel yang dilancarkan saat AS-Iran gencatan senjata.

Total, 1.739 orang tewas sejak Israel menyerang Lebanon awal Maret 2026.

Baca juga: 90 Menit di Balik Ancaman Trump Berubah Gencatan Senjata, Ada Pola Tersendiri

Israel klaim Lebanon tak masuk poin gencatan senjata

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam konferensi pers di Yerusalem, 19 Maret 2026, ketika perang Iran masih berkecamuk. Mengapa Israel Tetap Menyerang Lebanon di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran Selama Dua Pekan?
AFP/POOL/RONEN ZVULUN Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam konferensi pers di Yerusalem, 19 Maret 2026, ketika perang Iran masih berkecamuk. Mengapa Israel Tetap Menyerang Lebanon di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran Selama Dua Pekan?

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan, gencatan senjata perang Iran tidak termasuk Lebanon.

Pernyataan ini berbeda dari klaim Pakistan selaku mediator, yang sebelumnya menyebut bahwa Lebanon termasuk dalam paket kesepakatan damai tersebut.

Padahal, Hizbullah yang didukung Iran juga tidak mengeklaim operasi apa pun sejak pukul 1 pagi.

Baca juga: Baru Sehari Gencatan Senjata, Israel Langgar Kesepakatan

Namun, Israel justru memperbarui perintah evakuasi untuk wilayah lebih dari 40 kilometer di Lebanon, dengan mengatakan pertempuran masih berlangsung.

Peringatan itu dikeluarkan setelah peringatan lain untuk mengevakuasi sebuah bangunan di wilayah Tyre selatan, yang kemudian diserang oleh Israel, menurut Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikelola pemerintah.

NNA melaporkan beberapa serangan di seluruh wilayah selatan pada Rabu.

Seorang pejabat Lebanon mengatakan, pihak berwenang belum diberitahu tentang dimasukkannya Lebanon ke dalam daftar tersebut.

Tag:  #iran #ancam #akhiri #gencatan #senjata #jika #israel #tetap #serang #lebanon

KOMENTAR