Soal Rencana Serangan Darat ke Iran, Trump: Saya Rasa Itu Tidak Perlu
- Presiden AS Donald Trump pada Minggu (5/4/2026) menilai, pengerahan pasukan darat ke Iran tidak diperlukan.
Kendati demikian, ia menolak untuk mengesampingkan kemungkinan tersebut.
"Saya rasa itu tidak perlu, tetapi saya tidak mengesampingkan kemungkinan apa pun," katanya kepada ABC News.
Baca juga: AS Disebut Larang Perusahaan Satelit untuk Rilis Gambar Perang di Iran
Dalam wawancara terpisah dengan The Hill, Trump menyatakan tidak mengesampingkan kemungkinan mengirim pasukan darat jika Iran gagal mencapai kesepakatan dengan Washington.
Pernyataan tersebut konsisten dengan posisi yang dipertahankan Trump sepanjang perang di Iran sejak 28 Februari.
Pada awalnya, ia mengaku tidak gugup terkait dengan pengerahan pasukan darat ke Iran.
Gedung Putih kemudian mengatakan bahwa pasukan darat bukanlah bagian dari rencana saat ini, tetapi Trump tetap mempertimbangkan semua opsi yang ada.
Baca juga: Dapat Izin Iran, 15 Kapal Lewati Selat Hormuz dalam 24 Jam Terakhir
Ultimatum Trump yang berubah-ubah
Sebelumnya, Trump memberikan ultimatum kepada Iran jika gagal mencapai kesepakatan dan enggan membuka Selat Hormuz.
Ultimatum yang disampaikan pada Sabtu (4/4/2026) itu memberikan batas waktu 48 jam terhadap Iran.
Namun, batas waktu kembali diubah menjadi Selasa (7/4/2026) malam waktu setempat.
“Jika mereka tidak melakukan sesuatu hingga Selasa malam, mereka tidak akan memiliki pembangkit listrik dan tidak akan ada jembatan yang tersisa,” ujar Trump, dikutip dari Wall Street Journal.
Tak lama setelah itu, Trump juga mengunggah pesan singkat di media sosialnya.
“Tuesday, 8:00 P.M. Eastern Time!”, tanpa menyebut Iran secara langsung maupun memberikan rincian tambahan.
Baca juga: Selamatkan Pilot F-15E, Operasi Navy SEAL AS di Jantung Iran Diklaim Paling Berani
Iran respons ultimatum Trump
Banner di Valiasr Square di Teheran menggambarkan estafet kepemimpinan dari Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri), Ayatollah Ali Khamenei (tengah), menuju anaknya, Ayatollah Mojtaba Khamenei (kanan) sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, saat difoto pada 10 Maret 2026.
Menanggapi ultimatum Iran, Komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya, Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi menyatakan, ancaman Trump adalah bukti ketidakberdayaan dan kebodohan AS.
Ia pun balik mengancam akan meratakan seluruh infrastruktur militer AS-Israel.
“Jika musuh AS-Zionis melakukan agresi apa pun, kami akan, tanpa batasan, menjadikan semua infrastruktur yang digunakan oleh tentara teroris AS, serta infrastruktur rezim Zionis, sebagai sasaran serangan terus-menerus dan dahsyat,” ancam Aliabadi, dikutip dari Al Jazeera.
"Makna sederhana dari pesan ini adalah bahwa pintu neraka akan terbuka untukmu," sambungnya.
Tag: #soal #rencana #serangan #darat #iran #trump #saya #rasa #tidak #perlu