Bukan Cuma Hemat, Memasak di Rumah Ternyata Baik untuk Mental dan Jantung
ilustrasi memasak. Ahli gizi menyebut memasak makanan sendiri hanya beberapa kali seminggu dapat membantu menjaga kesehatan tubuh, suasana hati, hingga menurunkan risiko penyakit kronis.(freepik)
14:05
26 Mei 2026

Bukan Cuma Hemat, Memasak di Rumah Ternyata Baik untuk Mental dan Jantung

Kebiasaan memasak di rumah ternyata bukan cuma membantu menghemat pengeluaran, tetapi juga bisa membawa perubahan besar bagi kesehatan tubuh dan mental.

Bahkan, para ahli menyebut memasak makanan sendiri hanya tiga malam dalam seminggu sudah cukup untuk memberi manfaat yang terasa dalam waktu singkat.

Melansir Real Simple (24/5/2026), ahli gizi menemukan bahwa kebiasaan memasak di rumah dapat membantu mengurangi kembung, menjaga energi lebih stabil, hingga menurunkan risiko penyakit kronis jika dilakukan secara konsisten.

Baca juga: Hampir 1,2 Miliar Orang di Dunia Alami Gangguan Mental, Anak Muda Paling Terdampak

Tubuh bisa terasa lebih ringan

Ahli gizi terdaftar sekaligus supervisor tim nutrisi di Factor, Olivia Hamilton, mengatakan perubahan awal biasanya langsung terasa pada sistem pencernaan.

“Ketika seseorang benar-benar menyusun makanan seimbang di rumah, misalnya protein, sayuran, dan sumber lemak sehat, hal pertama yang biasanya dirasakan adalah perut menjadi lebih nyaman,” ujar Hamilton.

Menurut dia, makanan restoran umumnya mengandung sodium jauh lebih tinggi dibanding makanan rumahan. Penurunan asupan garam ini membuat tubuh terasa tidak terlalu “berat” dan energi lebih stabil dalam beberapa minggu pertama.

Selain itu, orang yang memasak sendiri cenderung lebih banyak mengonsumsi makanan utuh dan padat nutrisi dibanding makanan siap saji atau ultra-proses.

Ahli gizi sekaligus pendiri Foodess, Jennifer Pallian, mengatakan kebiasaan memasak di rumah berkaitan dengan peningkatan kualitas pola makan secara keseluruhan.

“Memasak lebih dari dua kali seminggu dikaitkan dengan asupan gula, lemak, dan makanan cepat saji yang lebih rendah,” kata Pallian.

Baca juga: Ponsel Tanpa Media Sosial Tetap Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental

Tidak semua masakan memberi efek yang sama

Ilustrasi memasak. Ahli gizi menyebut memasak makanan sendiri hanya beberapa kali seminggu dapat membantu menjaga kesehatan tubuh, suasana hati, hingga menurunkan risiko penyakit kronis.Freepik/wavebreakmedia_micro Ilustrasi memasak. Ahli gizi menyebut memasak makanan sendiri hanya beberapa kali seminggu dapat membantu menjaga kesehatan tubuh, suasana hati, hingga menurunkan risiko penyakit kronis.

Meski begitu, Hamilton mengingatkan manfaat tersebut tetap bergantung pada jenis makanan yang dimasak.

“Tiga malam memasak salmon, ayam, lentil, dan sayuran hijau tentu akan memberi hasil berbeda dibanding pasta mentega dengan keju berlebih,” ujarnya.

Karena itu, memasak di rumah disebut akan lebih efektif jika menu yang dibuat tetap seimbang dan mengandung cukup serat, protein, serta lemak sehat.

Pallian menambahkan pola makan seperti ini juga membantu meningkatkan konsumsi buah dan sayur yang berkaitan dengan skor Healthy Eating Index (HEI) lebih baik.

Efeknya, seseorang bisa merasa kenyang lebih lama dan tidak mudah mengalami penurunan energi di tengah hari.

Baca juga: Bukan Sekadar Malas, Ini Alasan Mental Terasa Lelah setelah Libur Panjang

Risiko penyakit kronis bisa menurun

Dalam jangka panjang, kebiasaan memasak makanan sehat di rumah disebut berkaitan dengan perbaikan kesehatan metabolik dan jantung.

Hamilton mengatakan perubahan itu bahkan bisa terlihat pada hasil pemeriksaan kesehatan seperti kadar kolesterol LDL, trigliserida, dan tekanan darah.

“Ada alasan kuat mengapa orang yang lebih sering memasak di rumah memiliki tingkat penyakit kardiovaskular yang lebih rendah,” kata Hamilton.

Sementara itu, Pallian menyebut pola makan rumahan juga berkaitan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2 dan gangguan metabolik lain karena konsumsi makanan ultra-proses menjadi lebih sedikit.

Penelitian yang dikutip Real Simple bahkan menunjukkan orang lanjut usia yang lebih sering memasak memiliki risiko kematian lebih rendah dalam periode pemantauan 10 tahun.

Baca juga: Terapis Ungkap 7 Ciri Orangtua yang Tidak Dewasa Secara Emosional

Memasak juga bisa bantu mental lebih tenang

Tak hanya tubuh, kesehatan mental juga disebut ikut mendapat manfaat dari rutinitas memasak.

Hamilton mengaku banyak kliennya merasa lebih tenang dan lebih terkontrol saat mereka rutin memasak sendiri.

“Orang-orang biasanya merasa lebih baik pada minggu ketika mereka lebih sering memasak,” ujarnya.

Menurut Hamilton, kestabilan gula darah, kualitas tidur yang lebih baik, dan berkurangnya konsumsi makanan ultra-proses dapat memengaruhi suasana hati secara signifikan.

Pallian menambahkan kegiatan memasak juga berkaitan dengan mindfulness, pengurangan stres, hingga meningkatnya hubungan sosial dalam keluarga.

“Memasak bersama dapat memperkuat ikatan emosional dan meningkatkan kesejahteraan keluarga secara keseluruhan,” kata Pallian.

Ia menjelaskan momen makan bersama di rumah menciptakan interaksi yang lebih terstruktur dan membantu seseorang merasa lebih terhubung dengan orang-orang di sekitarnya.

Baca juga: Filipina Jadi Negara Nomor 2 dengan Pekerja Paling Bahagia di Asia Pasifik

Tag:  #bukan #cuma #hemat #memasak #rumah #ternyata #baik #untuk #mental #jantung

KOMENTAR