Kru Artemis II yang ''Otw'' ke Bulan Akan Kehilangan Kontak dengan Bumi
Misi Artemis II lepas landas dari Landasan Peluncuran 39B di Pusat Luar Angkasa Kennedy di Cape Canaveral, Florida, pada 1 April 2026. Empat astronaut meluncur dengan roket NASA yang sangat besar pada 1 April dalam perjalanan yang telah lama dinantikan mengelilingi Bulan, penerbangan lintas bulan berawak pertama dalam lebih dari 50 tahun. (AFP/JIM WATSON)
10:06
6 April 2026

Kru Artemis II yang ''Otw'' ke Bulan Akan Kehilangan Kontak dengan Bumi

- Para astronot Artemis yang sedang menuju ke Bulan akan mencapai jarak terjauh dari Bumi.

Saat Bumi semakin mengecil di kaca spion, mereka terus terhubung dengan pusat kendali misi di Houston, Texas. 

Namun, hubungan itu akan segera hilang dan terputus saat para astronot melewati bagian belakang Bulan pada Senin (6/4/2026) malam. 

Sebab, sinyal radio dan laser yang memungkinkan komunikasi bolak-balik antara pesawat ruang angkasa dan Bumi akan terhalang oleh Bulan.

Baca juga: Misi Manusia Kembali ke Bulan Dimulai Usai 53 Tahun, NASA Luncurkan Artemis II

Hilang kontak 40 menit

Dikutip dari BBC, Senin, selama kurang lebih 40 menit, keempat astronot akan sendirian, masing-masing dengan pikiran dan perasaan mereka sendiri.

Mereka akan menjelajahi kegelapan ruang angkasa, sebuah momen kesendirian dan keheningan yang mendalam.

Pilot Artemis, Victor Glover mengatakan, ia berharap dunia akan menggunakan waktu ini untuk bersatu.

"Saat kita berada di balik Bulan, terputus dari semua orang, mari kita jadikan itu sebagai kesempatan," katanya sebelum misi tersebut. 

"Mari kita berdoa, berharap, kirimkan pikiran dan perasaan baik Anda agar kita dapat kembali berhubungan dengan kru," sambungnya.

Baca juga: Misi ke Mars Tak Kunjung Terealisasi, SpaceX Elon Musk Ganti Fokus ke Bulan

Pengalaman yang sama dialami kru Apollo II

Lebih dari 50 tahun yang lalu, para astronot Apollo juga mengalami isolasi yang disebabkan oleh hilangnya sinyal selama misi mereka ke Bulan.

Mungkin tidak ada yang lebih merasakan hal itu selain Michael Collins dari Apollo 11.

Pada 1969, ketika Neil Armstrong dan Buzz Aldrin membuat sejarah dengan mengambil langkah pertama di permukaan bulan, Collins sendirian di modul komando, mengorbit Bulan.

Saat pesawatnya melewati sisi jauh bulan, kontak dengan keduanya di permukaan bulan, serta dengan pusat kendali misi, terputus selama 48 menit.

Ia menggambarkan pengalaman itu dalam memoarnya tahun 1974, Carrying the Fire, dengan mengatakan bahwa ia merasa benar-benar sendirian dan terisolasi dari kehidupan yang dikenal, tetapi ia tidak merasa takut atau kesepian.

Baca juga: Kisah Haru Sunita Williams, Pensiun dari NASA Usai Terdampar 9 Bulan di Luar Angkasa

Rasakan kedamaian dan ketenangan

Foto Bumi yang diambil oleh astronot NASA dan komandan Artemis II, Reid Wiseman, dari salah satu dari empat jendela utama pesawat ruang angkasa Orion pada Jumat (3/4/2026).NASA Foto Bumi yang diambil oleh astronot NASA dan komandan Artemis II, Reid Wiseman, dari salah satu dari empat jendela utama pesawat ruang angkasa Orion pada Jumat (3/4/2026).

Dalam wawancara selanjutnya, ia menggambarkan kedamaian dan ketenangan yang dihasilkan oleh keheningan radio, dengan mengatakan bahwa hal itu memberikan jeda dari permintaan terus-menerus dari pusat kendali misi.

Bagi para astronot Artemis, waktu tanpa kontak dengan Bumi akan memungkinkan mereka untuk mencurahkan seluruh perhatian mereka ke Bulan.

Mereka akan menghabiskan waktu pemadaman listrik untuk pengamatan bulan, mengambil gambar, mempelajari geologi Bulan, dan sekadar mengagumi keindahannya.

Di Bumi, pemadaman listrik akan menjadi masa yang menegangkan bagi mereka yang bertugas menjaga kontak dengan pesawat ruang angkasa.

Baca juga: Rencana Ambisius Rusia, Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Bulan pada 2036

Di Stasiun Bumi Goonhilly di Cornwall, di barat daya Inggris, sebuah antena besar telah mengumpulkan sinyal dari kapsul Orion, dengan cermat menentukan posisinya sepanjang perjalanannya, dan mengirimkan informasi ini kembali ke markas besar NASA.

"Ini adalah pertama kalinya kami melacak pesawat ruang angkasa yang membawa manusia di dalamnya," tutur Matt Cosby, kepala bagian teknologi Goonhilly.

"Kita akan sedikit merasa cemas saat satelit itu melewati balik Bulan, dan kemudian kita akan sangat gembira saat melihatnya lagi, karena kita tahu bahwa mereka semua aman," sambungnya.

Namun, harapannya adalah gangguan komunikasi ini akan segera menjadi masa lalu. Sebab, NASA mulai membangun pangkalan di Bulan dan meningkatkan eksplorasi lebih lanjut.

"Untuk kehadiran yang berkelanjutan di Bulan, Anda membutuhkan komunikasi penuh, Anda membutuhkan komunikasi 24 jam sehari penuh, bahkan di sisi jauh, karena sisi jauh juga ingin dieksplorasi," jelas dia.

Tag:  #artemis #yang #bulan #akan #kehilangan #kontak #dengan #bumi

KOMENTAR