Iran Isyaratkan Buka Selat Hormuz dengan Syarat, Apa Saja?
Ilustrasi Selat Hormuz. (GOOGLE MAPS)
09:36
6 April 2026

Iran Isyaratkan Buka Selat Hormuz dengan Syarat, Apa Saja?

Pemerintah Iran mengisyaratkan peluang pembukaan kembali Selat Hormuz, namun dengan sejumlah prasyarat.

Jalur pelayaran utama minyak dunia tersebut disebut hanya akan kembali beroperasi apabila sebagian pendapatan dari lalu lintas kapal digunakan sebagai kompensasi atas kerusakan akibat perang.

Pernyataan itu disampaikan pejabat komunikasi di kantor Presiden Iran, Seyyed Mehdi Tabatabaei, seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (5/4/2026).

Sebagaimana diketahui, aktivitas kapal di Selat Hormuz tersendat sejak konflik yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Penutupan jalur strategis ini berdampak besar terhadap pasar energi global, termasuk memicu lonjakan harga minyak dunia.

Baca juga: Trump Ancam Bidik Pembangkit Listrik dan Jembatan Iran pada Selasa jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Gagasan ‘rezim hukum baru’ Iran

Tabatabaei menjelaskan, kompensasi yang dimaksud akan diatur melalui skema yang disebut sebagai “rezim hukum baru”.

Dalam konsep tersebut, Iran membuka kemungkinan penerapan biaya bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

“Selat Hormuz hanya akan dibuka kembali jika seluruh kerugian akibat perang yang dipaksakan sudah diganti melalui rezim hukum baru, yakni dengan mengambil sebagian dari pendapatan biaya transit,” ujar Tabatabaei.

Dengan kata lain, Iran berupaya mengaitkan pemulihan kerugian perang dengan aktivitas pelayaran di jalur tersebut.

Baca juga: Iran Rilis Foto Pesawat AS yang Hancur Ditembak Jatuh, Termasuk Black Hawk dan Hercules C-130

Skema mirip “gerbang tol”

Laporan AP News pada 27 Maret 2026 menyebut Iran telah mulai menerapkan skema yang menyerupai “gerbang tol” bagi kapal yang melintas.

Menurut Lloyd’s List Intelligence, Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) disebut telah menjalankan mekanisme tersebut di lapangan.

Dalam praktiknya, sejumlah kapal dilaporkan diminta membayar biaya transit menggunakan mata uang China, yuan.

Setidaknya dua kapal telah melakukan pembayaran, meskipun tidak semua kapal dikenai biaya secara langsung.

Beberapa kapal, seperti kapal India yang mengangkut gas petroleum cair, disebut dapat melintas melalui jalur diplomasi.

Sementara itu, kapal yang hendak melintas umumnya harus melalui proses pemeriksaan oleh IRGC.

Kapal juga diwajibkan menyerahkan data lengkap, mulai dari muatan, pemilik, tujuan, hingga daftar awak, kepada pihak perantara yang disetujui IRGC.

Kapal yang mendapatkan persetujuan akan menerima kode khusus dan dikawal saat melintasi selat.

Baca juga: Alasan Iran Izinkan Kapal Tanker Irak Melintasi Selat Hormuz

Menuju sistem permanen?

Sejumlah laporan menyebut Iran tengah menggodok sistem permanen terkait pengelolaan Selat Hormuz.

Dalam surat kepada International Maritime Organization (IMO), Iran menyatakan telah menerapkan berbagai langkah untuk menjamin keselamatan dan keamanan maritim.

Pemerintah Iran juga menegaskan kebijakan tersebut sesuai dengan hukum internasional.

Di sisi lain, parlemen Iran dilaporkan tengah menyusun undang-undang untuk meresmikan pungutan biaya bagi kapal.

Media yang dekat dengan IRGC menyebut langkah ini sebagai upaya menegaskan kedaulatan Iran sekaligus membuka sumber pendapatan baru.

Baca juga: Daftar Terbaru Negara yang Telah Diizinkan Lewat Selat Hormuz, Kenapa RI Belum?

Menuai kecaman internasional

Rencana tersebut mendapat kritik dari berbagai pihak.

IMO menyoroti pentingnya menjaga kebebasan pelayaran dan mengecam serangan terhadap kapal.

Seorang eksekutif industri minyak dari Uni Emirat Arab bahkan menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk “terorisme ekonomi”.

Kritik juga datang dari kalangan ahli hukum maritim yang menilai pungutan tersebut berpotensi melanggar hukum internasional.

Dalam Konvensi Hukum Laut PBB, kapal sipil memiliki hak lintas damai di perairan teritorial.

“Tidak ada dasar dalam hukum internasional untuk memungut biaya seperti ini. Ini semata-mata karena Iran ingin menguasai Selat Hormuz,” ujar seorang ahli maritim.

Selain itu, keterlibatan IRGC dalam mekanisme pembayaran juga dinilai berisiko melanggar sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa terhadap kelompok tersebut.

Baca juga: Negara-negara Ini Berhasil Lewati Selat Hormuz

Tag:  #iran #isyaratkan #buka #selat #hormuz #dengan #syarat #saja

KOMENTAR