Trump ''Gembar-gembor'' Menang Perang, Yakinkan Warga AS soal Urgensi Serang Iran
Presiden Donald Trump berupaya meyakinkan publik Amerika bahwa perang melawan Iran adalah demi kepentingan nasional.
Dalam pidato selama 20 menit dari Gedung Putih, Trump menekankan kemenangan militer AS di Iran dan menegaskan bahwa tujuan perang akan segera tercapai.
Ia juga berupaya meredam kekhawatiran warga terkait dampak ekonomi, terutama kenaikan harga energi.
Baca juga: Trump Walk Out dari Sidang Mahkamah Agung, Debat soal Kewarganegaraan Berlanjut
Trump klaim menang perang
Trump menyebut operasi militer AS dan sekutunya di Iran telah memberi dampak besar dalam waktu singkat.
“Tidak pernah dalam sejarah peperangan musuh menderita kerugian besar dalam skala besar hanya dalam beberapa minggu,” katanya, seperti dikutip The Wall Street Journal, Rabu (1/4/2026).
Trump menegaskan bahwa Iran telah dipukul keras, dan langkah selanjutnya akan terus menekan negara itu jika tidak ada kesepakatan diplomatik.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya masih ingin mencapai kesepakatan secara diplomatik, tetapi menekankan, “Kami akan menyerang mereka lagi dengan rudal yang sangat keras.”
Penutupan Selat Hormuz
Selat Hormuz menjadi titik penting konflik, karena kontrol Iran atas selat ini memengaruhi harga minyak global.
Menanggapi hal tersebut, Trump berpendapat bahwa selat itu akan kembali terbuka setelah perang berakhir.
“Mereka ingin bisa menjual minyak, dan harga bensin akan segera turun, harga saham akan segera naik kembali,” ucapnya.
Klaim Trump ini datang setelah sumber survei dalam pidatonya menunjukkan bahwa persepsi publik terbagi dan banyak yang khawatir, terutama terkait dampak ekonomi dari perang Iran.
“Dalam survei Fox News baru-baru ini, 80 pemilih mengatakan bahwa mereka khawatir dengan naiknya harga bensin.”
Baca juga: Klaim Tujuan Perang Hampir Tercapai, Trump Sebut Militer Iran Telah Lumpuh
Demonstrasi bertajuk “No Kings” yang diikuti oleh sekitar delapan juta orang di AS pada Sabtu (28/3/2026) juga menjadi salah satu wadah untuk memprotes keputusan Trump yang memulai perang di Iran.
Warga yang membawa spanduk berbaris di pusat kota selama hari protes nasional No Kings di Houston pada 28 Maret 2026.
Ancaman nuklir dan tekanan diplomatik
Trump menekankan bahwa perang ini diperlukan karena Iran merupakan ancaman nuklir yang telah berkembang selama hampir 50 tahun.
Ia mengatakan, “Bagi para teroris ini, memiliki senjata nuklir akan menjadi ancaman yang tak tertahankan. Rezim paling kejam dan brutal di Bumi akan bebas menjalankan kampanye teror, pemaksaan, penaklukan, dan pembunuhan massal dari balik perisai nuklir. Saya tidak akan membiarkan itu terjadi.”
Ia juga menekankan bahwa Iran telah membunuh banyak warga sendiri selama protes antirezim, dan bahwa langkah-langkah militer telah melemahkan kepemimpinan negara itu, membuka kemungkinan pembicaraan dengan kelompok pemimpin baru yang dianggap “kurang radikal” dan “lebih masuk akal.”
Baca juga: Macron Balas Sindir Trump soal Perang Iran, Singgung Kerugian yang Dibuat Sekutu
Tag: #trump #gembar #gembor #menang #perang #yakinkan #warga #soal #urgensi #serang #iran