Jerman Kini Sebut Serangan AS-Israel ke Iran Pelanggaran Hukum Internasional
Frank-Walter Steinmeier(German Info)
14:06
25 Maret 2026

Jerman Kini Sebut Serangan AS-Israel ke Iran Pelanggaran Hukum Internasional

- Pemerintah Jerman meluncurkan kritik paling kerasnya terhadap langkah militer Amerika Serikat (AS) dan Israel di Timur Tengah. 

Berlin kini secara terbuka menyebut perang yang sedang berlangsung di Iran sebagai bentuk pelanggaran hukum internasional oleh AS-Israel.

Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier, menegaskan bahwa penarikan diri Donald Trump dari kesepakatan nuklir dan peluncuran serangan militer adalah jalur yang salah untuk menyelesaikan kebuntuan dengan Teheran.

“Menurut pendapat saya, perang ini merupakan pelanggaran hukum internasional,” kata Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier dalam pidatonya di Kementerian Luar Negeri Jerman, dikutip dari Anadolu.

Baca juga: MBS Dilaporkan Minta Trump untuk Lanjutkan Perang di Iran

Perang yang sebenarnya bisa dihindari

Steinmeier, yang merupakan salah satu negosiator kesepakatan nuklir tahun 2015 dengan Iran, menyebut 

aksi militer AS-Israel adalah jalan yang salah untuk menyelesaikan kebuntuan tersebut.

"Perang ini adalah kesalahan politik yang sangat merugikan dan yang paling membuat saya frustrasi adalah bahwa ini adalah perang yang sebenarnya dapat dihindari dan tidak perlu jika tujuannya adalah untuk menghentikan Iran dalam upayanya mengembangkan bom nuklir," jelas dia. 

Ini merupakan kritik publik paling kerasnya terhadap konflik yang sedang berlangsung.

Baca juga: Harga Solar Vietnam Naik 2 Kali Lipat Imbas Perang, Warga Simpan Truk dan Naik Sepeda

Ia juga mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri AS saat itu, John Kerry, pada tahun 2015 yang menyoroti signifikansi historis perjanjian dengan Iran.

Menurutnya, kesepakatan nuklir tersebut telah mencegah konfrontasi militer yang seharusnya terpaksa dilakukan AS.

"Kita tidak pernah sejauh ini dari kemungkinan Iran memperoleh senjata nuklir seperti setelah kesepakatan itu disepakati pada 14 Juli 2015," ujarnya. 

"Namun, pada tahun kedua masa jabatan pertamanya, Presiden Trump menarik diri dari kesepakatan ini. Pada masa jabatan keduanya, dia sekarang sedang melancarkan perang," tambahnya.

Baca juga: Jika Ingin Gencatan Senjata, Iran Minta AS Tutup Pangkalan Militer di Teluk

Jerman sempat dukung serangan AS-Israel ke Iran

Rudal Iran saat difoto dari kamp pengungsi Bureij di Jalur Gaza, Palestina, 1 Maret 2026. Perang Iran berkecamuk setelah serangan gabungan Amerika Serikat-Israel menghantam Teheran.AFP/EYAD BABA Rudal Iran saat difoto dari kamp pengungsi Bureij di Jalur Gaza, Palestina, 1 Maret 2026. Perang Iran berkecamuk setelah serangan gabungan Amerika Serikat-Israel menghantam Teheran.

Pada awal perang, Jerman sempat mendukung serangan AS dan Israel terhadap Iran daripada banyak rekan-rekannya di Eropa.

Kanselir Jerman, Friedrich Merz bahkan pergi ke Ruang Oval dan mengatakan kepada Trump tentang perlunya menggulingkan rezim di Teheran.

Padahal, Presiden Perancis Emmanuel Macron dan para pemimpin Uni Eropa lainnya mengutuk serangan AS-Israel sebagai ilegal.

Namun, seiring berjalannya perang dan dampak ekonomi serta keamanan perang terhadap perekonomian terbesar Uni Eropa semakin jelas, Merz menjadi jauh lebih terbuka dalam mengkritik serangan AS dan Israel.

Baca juga: Selat Hormuz Lumpuh, WTO Wanti-wanti Krisis Pupuk Dunia

Ia secara terbuka menyuarakan kekhawatirannya bahwa Trump tidak memiliki strategi keluar untuk mengakhiri pertempuran di Teluk Persia.

"Posisi Jerman selalu sama, yaitu kami pada prinsipnya setuju dengan tujuan tersebut, yaitu mewujudkan perubahan situasi politik di Iran untuk memfasilitasi solusi damai bagi kawasan itu," tuturnya, dikutip dari Politico.

"Namun, kami semakin mempertanyakan jalan yang tepat untuk mencapai tujuan ini," sambungnya.

Jerman juga menolak seruan Presiden AS Donald Trump agar sekutu NATO membantu mengamankan Selat Hormuz.

Tag:  #jerman #kini #sebut #serangan #israel #iran #pelanggaran #hukum #internasional

KOMENTAR