Jika Ingin Gencatan Senjata, Iran Minta AS Tutup Pangkalan Militer di Teluk
- Iran menuntut penutupan semua pangkalan militer Amerika Serikat di Teluk sebagai salah satu syarat untuk negosiasi gencatan senjata.
Dalam laporan Wall Street Journal, mengutip orang-orang yang mengetahui diskusi itu, Iran disebut menetapkan standar diplomasi yang tinggi dengan AS.
Laporan tersebut menyatakan, posisi negosiasi Iran kini dibentuk oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang telah mengkonsolidasikan pengaruhnya dalam kepemimpinan negara tersebut.
Selain penarikan kehadiran militer AS di Teluk, Teheran juga menuntut ganti rugi atas kerusakan yang disebabkan oleh serangan AS dan Israel.
Namun, syarat ini dipandang oleh para pejabat AS tidak realistis.
Laporan tersebut mengutip pernyataan para pejabat Arab dan AS yang mengatakan bahwa tuntutan tinggi dapat membuat tercapainya kesepakatan lebih sulit daripada sebelum konflik dimulai.
Baca juga: Selat Hormuz Lumpuh, WTO Wanti-wanti Krisis Pupuk Dunia
Syarat Iran untuk gencatan senjata
Syarat-syarat Iran lainnya termasuk tuntutan strategis dan ekonomi yang terkait dengan keamanan regional dan jalur energi.
Di antara tuntutan utama yang disampaikan oleh perwakilan Iran adalah:
- Penutupan semua pangkalan militer AS di Teluk
- Ganti rugi finansial atas serangan terhadap Iran
- Kerangka kerja baru untuk mengatur Selat Hormuz yang memungkinkan Iran memungut biaya dari kapal-kapal yang melintas, serupa dengan Terusan Suez di Mesir.
- Jaminan bahwa permusuhan tidak akan berlanjut
- Mengakhiri serangan Israel terhadap milisi Hizbullah Lebanon yang bersekutu dengan Iran
- Pencabutan semua sanksi yang dikenakan terhadap Iran
- Izin untuk mempertahankan program rudalnya tanpa negosiasi untuk membatasinya
Para pejabat AS menggambarkan tuntutan tersebut sebagai hal yang konyol dan tidak realistis.
Hal ini mencerminkan jurang pemisah yang lebar antara kedua belah pihak seiring dengan berlanjutnya upaya diplomatik melalui perantara di Asia Barat.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa para mediator, termasuk aktor regional, berupaya memfasilitasi pembicaraan tidak langsung, meskipun kedua belah pihak masih memiliki perbedaan pendapat yang besar mengenai isu-isu inti.
Baca juga: Sindir Trump, Iran Unggah Foto Setir Mainan Terkait Kendali Selat Hormuz
Sinyal Trump buka jalur diplomatik
Pemerintahan Presiden Donald Trump memberikan kelonggaran sementara terhadap sanksi pembelian minyak Iran di laut selama 30 hari. Kebijakan ini ditempuh sebagai upaya meredam lonjakan harga minyak dunia di tengah konflik dengan Iran.
Terlepas dari posisi garis keras Iran, Presiden AS Donald Trump telah menyatakan optimisme tentang prospek negosiasi, dengan mengatakan bahwa Washington saat ini sedang terlibat dalam diskusi dengan Teheran.
Trump mengatakan, AS telah menerima apa yang ia sebut sebagai isyarat penting terkait dengan Selat Hormuz.
Menurut pesan yang diedarkan melalui Organisasi Maritim Internasional, Iran kemudian mengindikasikan akan mengizinkan jalur aman bagi "kapal-kapal yang tidak bermusuhan" melalui selat tersebut.
Trump mengatakan, Washington telah mengirimkan proposal perdamaian ke Iran dan mengindikasikan bahwa diskusi tersebut melibatkan pejabat senior, termasuk Wakil Presiden JD Vance.
Menurut AFP, Perdana Menteri Pakistan telah menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah pembicaraan, sementara proposal itu disampaikan melalui perantara.
AFP melaporkan, Trump menyatakan proses negosiasi tersebut semuanya dimulai dengan penghapusan senjata nuklir.
Tag: #jika #ingin #gencatan #senjata #iran #minta #tutup #pangkalan #militer #teluk