Awal Mula Israel-AS Serang Iran, Picu Konflik Luas Timur Tengah
- Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Sebagai balasan, Teheran membalas dengan rentetan rudal yang menyasar Israel dan sejumlah negara Teluk, sehingga memicu eskalasi militer luas di Timur Tengah.
Stasiun tv publik Israel melaporkan, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menjadi salah satu target serangan, bersamaan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Baca juga: Israel Serang Khamenei dan Presiden Iran, Bagaimana Kondisi Mereka?
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei saat berpidato di hadapan para murid di Teheran, 3 November 2025.“Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian termasuk di antara target serangan,” lapor stasiun tv Kan Israel, dikutip dari kantor berita AFP.
Asap terlihat mengepul di atas distrik Pasteur di Teheran, lokasi kediaman Khamenei, dengan pengerahan keamanan besar-besaran di ibu kota Iran.
Kantor berita Fars melaporkan, “Dampak rudal dilaporkan di distrik Keshvardoost dan Pasteur (di Teheran)."
Televisi Pemerintah Iran menyatakan, Pezeshkian aman dan sehat setelah laporan serangan tersebut.
Kata saksi mata
Saksi mata mengatakan kepada koresponden AFP, mereka mendengar setidaknya tiga ledakan di kawasan itu, sedangkan jurnalis AFP melihat antrean panjang warga di sejumlah toko roti di Teheran.
Seorang pejabat provinsi Iran menyebutkan, serangan terhadap sebuah sekolah menewaskan 24 orang.
Di Israel, militer mengerahkan tim SAR ke beberapa lokasi setelah adanya laporan proyektil yang jatuh.
Di Uni Emirat Arab (UEA), Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa satu warga sipil tewas akibat serangan Iran, sedangkan saksi mata di Dubai mendengar ledakan dan melihat rudal melintas di langit.
Baca juga: UEA Marah Dirudal Iran, Ancam Respons Keras ke Teheran
Konflik meluas di Timur Tengah
Sementara itu, Garda Revolusi Iran menargetkan Armada Kelima Amerika Serikat di Bahrain, fasilitas AS lainnya di Teluk, serta Israel.
“Rudal dan drone IRGC menghantam markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain dan pangkalan-pangkalan Amerika lainnya di Qatar dan Uni Emirat Arab, serta pusat-pusat militer dan keamanan di jantung wilayah pendudukan, dengan pukulan telak,” kata Garda Revolusi.
Rentetan rudal Iran terdengar di Arab Saudi, Bahrain, Qatar, UEA, Israel, dan Irak beberapa jam setelah serangan pertama, setelah Teheran berulang kali bersumpah akan membalas keras jika diserang.
Ledakan juga terdengar di pusat Doha dan dekat pangkalan militer Al Udeid, fasilitas militer AS terbesar di Timteng.
Seorang jurnalis AFP menyaksikan pencegat menghancurkan satu rudal dalam kepulan asap putih, sedangkan Kementerian Pertahanan Qatar mengatakan, telah menghalau sejumlah serangan.
Kuwait dan UEA turut melaporkan pencegatan rudal Iran. Abu Dhabi menyatakan, pihaknya berhak sepenuhnya untuk membalas dan mengecam serangan itu sebagai “eskalasi berbahaya.
Baca juga: Iran Serang Pangkalan AS di Timteng: Qatar, Bahrain, Kuwait, UEA Membara
Pemboman yang menargetkan pangkalan militer Irak yang menampung kelompok pro-Iran menewaskan sedikitnya dua personel, menurut sumber dari kelompok Kataeb Hezbollah kepada AFP.
“Kami akan segera mulai menyerang pangkalan Amerika sebagai tanggapan atas agresi mereka,” kata kelompok itu.
Trump kecewa hasil negosiasi nuklir Iran
Serangan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan kekecewaannya atas sikap Iran dalam negosiasi program nuklir dan rudal.
Trump mengatakan, tujuan Washington adalah melenyapkan ancaman yang akan segera terjadi dari Iran, sedangkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut operasi tersebut untuk menghapus ancaman eksistensial.
“Militer Amerika Serikat telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran,” kata Trump dalam pesan video yang diunggah di media sosial saat ia berada di klub golfnya di Florida.
“Kita akan menghancurkan rudal mereka dan meluluhlantakkan industri rudal mereka. Itu akan benar-benar, sekali lagi, dihancurkan. Kita akan memusnahkan angkatan laut mereka,” ujar Trump.
Ia menawarkan pasukan Iran termasuk Garda Revolusi “kekebalan” jika menyerah atau “kematian mutlak” jika tidak.
Trump turut mengatakan kepada warga Iran, “Kebebasan Anda telah tiba,” dan mendesak mereka mengambil alih pemerintahan. Netanyahu juga menyerukan hal serupa.
Militer Israel lalu memperingatkan warga Iran yang berada di dalam atau di sekitar infrastruktur militer agar mengungsi, setelah mengumumkan rencana “erangan besar-besaran terhadap sejumlah target militer.
Situasi Timteng saat ini
Iran, Irak, Kuwait, Suriah, UEA, dan Israel menutup wilayah udara mereka, setidaknya sebagian, untuk lalu lintas sipil, sedangkan sejumlah maskapai membatalkan penerbangan ke Timur Tengah.
Kedutaan Besar AS di negara-negara Teluk mendesak warga Amerika untuk berlindung.
“Saya melihat dengan mata kepala sendiri dua rudal Tomahawk terbang horizontal menuju target,” kata seorang pekerja kantor di Teheran kepada AFP dengan syarat anonim.
“Awalnya kami mendengar suara samar dan mengira itu adalah jet tempur,” ujarnya.
Putra Shah terakhir Iran yang hidup di pengasingan, Reza Pahlavi, menyatakan keyakinannya akan kemenangan.
“Kita sudah sangat dekat dengan kemenangan akhir. Saya ingin berada di sisi Anda sesegera mungkin agar bersama-sama kita dapat merebut kembali dan membangun kembali Iran,” kata Reza Pahlavi dalam pidato video daring dari wilayah Washington.
Tag: #awal #mula #israel #serang #iran #picu #konflik #luas #timur #tengah