China Bubarkan Geng Scam Terkenal Myanmar Ming-Bai, Hukum Mati 16 Pelaku
Kompleks markas scam KK Park di sisi timur Kota Myamaddy, Myanmar, ketika difoto dari Distrik Mae Sot di Thailand, yang berbatasan langsung dengan Myanmar, ketika difoto pada 17 September 2025.(AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA)
19:48
27 Februari 2026

China Bubarkan Geng Scam Terkenal Myanmar Ming-Bai, Hukum Mati 16 Pelaku

- Mahkamah Agung Rakyat China (SPC) pada Kamis (26/2/2026) membubarkan geng online scam terkenal Myanmar, Ming dan Bai, yang dikenal sebagai "empat keluarga besar" bersama Wei dan Liu.

Sebanyak 39 orang dijatuhi penjara seumur hidup atau lebih berat, termasuk 16 terdakwa yang dihukum mati dan telah dieksekusi.

Selain itu, dua kelompok kriminal bersenjata lintas batas juga dibubarkan sepenuhnya.

Baca juga: Curhat PM Kamboja, Pusat Sindikat Scam Bikin Ekonomi Hancur

Pembubaran serta penjatuhan hukuman-hukuman berat ini merupakan rangkaian dari penggerebekan pelaku penipuan atau scam, yang diluncurkan Kementerian Keamanan Publik sejak Juli 2023.

Operasi tersebut menyasar kejahatan online scam yang beroperasi di Myanmar utara dan menargetkan korban di China.

Dikutip dari Global Times, hingga akhir 2025 lebih dari 41.000 orang terkait scam dipulangkan dari Myanmar dan dijatuhi hukuman oleh pengadilan di berbagai wilayah China.

Juru bicara SPC menyebutkan, pengadilan China telah menyelesaikan lebih dari 27.000 kasus tingkat pertama yang berhubungan dengan online scam terkait Myanmar utara hingga akhir 2025.

Baca juga: Mengapa Myanmar Jadi Pusat Scam Dunia? Analis Ungkap Sebabnya

Hukuman berat untuk "keluarga besar" scam Myanmar

Bos besar scam Myanmar asal China, She Zhijiang, saat dikawal Polisi Kerajaan Thailand menuju Kantor Polisi Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, untuk diekstradisi ke negara asalnya pada Rabu (12/11/2025).AFP Bos besar scam Myanmar asal China, She Zhijiang, saat dikawal Polisi Kerajaan Thailand menuju Kantor Polisi Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, untuk diekstradisi ke negara asalnya pada Rabu (12/11/2025).Dalam dua tahun terakhir, vonis terhadap sindikat Ming dan Bai dijatuhkan, serta sindikat Wei dan Liu memasuki tahap penuntutan. Keempat sindikat kriminal utama itu telah diproses di pengadilan.

Salah satu putusan penting dijatuhkan pada 3 November 2025. Pengadilan Rakyat Menengah Shenzhen, Provinsi Guangdong, menjatuhkan hukuman mati kepada Bai Suocheng, Bai Yingcang, Yang Liqiang, Hu Xiaojiang, dan Chen Guangyi. Mereka adalah lima terdakwa dalam kelompok kriminal keluarga Bai.

Mereka dinyatakan bersalah atas berbagai kejahatan, termasuk pembunuhan berencana, penganiayaan berencana, penipuan, perdagangan dan pembuatan narkoba, penculikan, serta pengoperasian kasino, sebagaimana dilaporkan kantor berita Xinhua.

Setelah melakukan peninjauan, SPC mengonfirmasi bahwa kelompok keluarga Bai, dengan Bai Yingcang dan pihak lain sebagai pelaku utama, membangun sejumlah kompleks di wilayah Kokang, Myanmar, baik secara mandiri maupun melalui kerja sama.

Sindikat ini merekrut sejumlah “pendukung keuangan”, termasuk Yang Liqiang, untuk berpindah ke kompleks tersebut dan memberikan perlindungan bersenjata.

Baca juga: Gedung-gedung Markas Scam Myanmar Masih Kokoh Berdiri, Pemerintah Diduga Bohong

Pemandangan Kota Shwe Kokko yang menjadi markas penipuan daring atau online scam di Myanmar, saat difoto pada 14 Februari 2025.AFP Pemandangan Kota Shwe Kokko yang menjadi markas penipuan daring atau online scam di Myanmar, saat difoto pada 14 Februari 2025.Dalam kasus terpisah, SPC juga menegaskan bahwa sejak 2015, geng keluarga Ming yang dipimpin anggota inti keluarga, termasuk Ming Guoping dan Ming Zhenzhen, mendirikan beberapa kompleks di Kokang.

Kelompok tersebut merekrut banyak pendana dan menyediakan perlindungan bersenjata guna menjalankan penipuan siber serta perjudian ilegal, dengan total dana ilegal yang terlibat melebihi 10 miliar yuan (sekitar Rp 24,5 triliun), menurut laporan media pada Januari 2026.

Lebih jauh, menurut konfirmasi SPC yang dikutip media Pemerintah China CCTV, geng tersebut berkolusi dengan kelompok scam lain untuk secara sengaja membunuh, melukai, dan menahan secara ilegal individu yang terkait aktivitas penipuan.

Tindakan itu mengakibatkan 14 warga negara China meninggal dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

“Pengadilan rakyat telah menghukum kejahatan penipuan telekomunikasi dan siber secara ketat, efisien, dan komprehensif sesuai hukum, secara efektif melindungi keselamatan pribadi dan harta benda masyarakat,” kata juru bicara SPC.

Baca juga: Rekam Jejak She Zhijiang Bos Scam-Judol Myanmar, Dirikan Kota Sarang Kriminal

Angka penyelesaian kasus scam di China

Ilustrasi korban penipuan pusat online scam di Myanmar.STR / AFP Ilustrasi korban penipuan pusat online scam di Myanmar.Secara nasional, sepanjang 2021 hingga 2025, pengadilan di seluruh China telah menyelesaikan lebih dari 159.000 kasus penipuan telekomunikasi dan siber tingkat pertama, dengan lebih dari 338.000 terdakwa dijatuhi hukuman.

Pada 2023, jumlah kasus yang diselesaikan dan terdakwa yang dihukum masing-masing meningkat 48,4 persen dan 38,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan berlanjut pada 2024, yakni 29,4 persen untuk kasus dan 26,7 persen untuk jumlah terdakwa.

Namun, pada 2025 terjadi penurunan masing-masing 1,2 persen dan 4,5 persen, yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan secara signifikan.

Juru bicara SPC menilai tren ini mencerminkan efektivitas bertahap dari upaya otoritas peradilan dalam memerangi dan menekan kejahatan online scam.

Baca juga: Penampakan Gedung Pusat Scam Myanmar, Masih Utuh meski Dibom Militer

Tag:  #china #bubarkan #geng #scam #terkenal #myanmar #ming #hukum #mati #pelaku

KOMENTAR