Tangkap Ikan 59 Kg, Pemenang Lomba Mancing Dapat 2 Mobil
- Seorang nelayan lokal bernama Abubakar Usman merajai Festival Memancing Argungu di negara bagian Kebbi, Nigeria.
Usman sukses menyabet gelar juara setelah berhasil menangkap seekor ikan raksasa seberat 59 kilogram.
Festival yang telah terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO ini kembali digelar pada Sabtu (14/2/2026).
Baca juga: Menteri Pertahanan Nigeria Mundur di Tengah Maraknya Penculikan Anak Sekolah
Perhelatan ini menjadi sangat spesial lantaran baru kembali diadakan setelah sempat absen selama enam tahun akibat krisis keamanan yang melanda wilayah barat laut Nigeria.
Meski suhu udara menyengat hingga 39 derajat celsius, ribuan orang termasuk wanita dan anak-anak tetap antusias memadati lokasi.
Tak hanya warga lokal, nelayan dari negara tetangga seperti Niger, Chad, dan Togo pun turut menyeberang perbatasan demi mengikuti kompetisi ini.
Baca juga: Turis BAB Taman Warga, Kota di Jepang Langsung Batalkan Festival Sakura
Tarik minat ribuan penonton
Suasana sungai Matan Fada berubah menjadi riuh saat para nelayan mulai beraksi.
Dengan hanya bermodalkan tangan kosong dan jaring, para nelayan tampak mengapung di atas labu bundar berwarna cokelat sembari menyisir perairan sungai yang keruh demi mendapatkan tangkapan terbesar.
Sorak-sorai ribuan penonton di tepi sungai membuat acara semakin meriah.
Bagi Emir Argungu, Alhaji Samaila Muhammad Mera, kesuksesan menjadi tuan rumah tahun ini adalah sebuah kemenangan simbolis.
"Saya kembali untuk mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap," ujar Adeniyi Olugbemii (56), pengunjung asal Sokoto yang sengaja datang untuk kedua kalinya, sebagaimana dikutip dari AFP, Minggu (15/2/2026).
Baca juga: Kondisi Nigeria Usai Pembantaian 162 Orang, Desa Porak-Poranda
Kegembiraan serupa dirasakan Rukaya Ismaila (23) yang rela menempuh perjalanan sejauh 850 kilometer dari Kogi.
"Argungu yang terkenal itu, yang sudah diceritakan kepada kami sejak sekolah dasar," jelas dia.
"Semua keseruan ini sepadan," sambungnya sembari memuji sportivitas para nelayan yang kerap saling bantu di tengah kompetisi.
Sebelum puncak acara memancing, festival ini juga dimeriahkan dengan reli motor dari Abuja, prosesi Durbar, serta berbagai pertunjukan budaya dan tabuhan gendang yang memperkuat identitas Argungu sebagai destinasi wisata global.
Baca juga: Dari Nigeria hingga Australia, Benarkah Bayang-bayang ISIS Kembali Muncul?
Hadiah 2 mobil dan uang tunai
Seorang petugas menimbang ikan yang ditangkap selama Festival Memancing dan Budaya Argungu di Kota Argungu, Negara Bagian Kebbi di barat laut Nigeria, pada 14 Februari 2026.
Keberhasilan Abubakar Usman mengangkat ikan seberat 59 kilogram berbuah manis.
Ia berhak membawa pulang dua unit mobil sedan baru dan hadiah uang tunai sebesar 740 dollar AS atau sekitar Rp 12,4 juta.
Sementara itu, ratusan ikan hasil tangkapan peserta lain yang berukuran lebih kecil langsung dijual di pasar dadakan yang berdiri di sekitar arena.
Namun, kemeriahan festival tahun ini juga dibayangi oleh keriuhan politik.
Papan reklame dan poster kampanye pemilihan kembali Presiden Bola Tinubu serta Gubernur Kebbi, Mohammed Nasir Idris, tampak berjajar di sepanjang jalan.
Bahkan, para peserta sempat diminta menunggu di bawah terik matahari selama lebih dari dua jam demi menanti kedatangan Presiden Tinubu sebelum kompetisi resmi dimulai.
Baca juga: Cerita Warga Nigeria Kaget Diserang AS, Bangun Tidur Langsung Panik
Festival digelar sejak 1934
Festival memancing pertama kali diadakan pada 1934 oleh penguasa tradisional Argungu saat itu, Muhammad Sama.
Festival ini diadakan untuk menandai berakhirnya sejarah permusuhan dan ketidakpercayaan selama seabad antara rakyatnya dan penguasa terkuat di wilayah tersebut, Sultan Sokoto, Hassan Dan-Mu'azu.
Selama beberapa dekade, festival ini berkembang menjadi salah satu acara budaya terbesar di Nigeria, menarik pengunjung internasional.
Sayangnya, krisis keamanan dan kekurangan dana menguranginya menjadi perayaan langka. Edisi lengkap terakhir diadakan enam tahun lalu.