Presiden Venezuela Diseret dari Kamar Saat Ditangkap AS, Dibawa ke Kapal
Gambar yang dirilis Kantor Kepresidenan Venezuela menunjukkan Presiden Nicolas Maduro berbicara dalam pertemuan dengan petinggi Angkatan Bersenjata Nasional Bolivar (FANB) di Miraflores, Istana Presiden di Caracas, pada 4 Mei 2020. Jaksa Agung Tarek William Saab mengklaim, dua warga AS ditangkap karena berusaha melancarkan kudeta menggulingkan Maduro.(AFP/Venezuelan Presidency/Handout)
05:48
4 Januari 2026

Presiden Venezuela Diseret dari Kamar Saat Ditangkap AS, Dibawa ke Kapal

- Pasukan elite Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam operasi tengah malam di Caracas, Sabtu (3/1/2026).

Dua sumber yang mengetahui jalannya operasi menyebutkan, pasangan tersebut disergap saat sedang tidur. Mereka ditangkap oleh pasukan elite Delta Force dari Angkatan Darat AS dan diseret keluar dari kamar mereka tanpa perlawanan.

Seorang pejabat AS mengatakan, operasi berlangsung cepat dan tidak menimbulkan korban jiwa dari pihak militer AS.

Presiden AS Donald Trump membenarkan bahwa Maduro dan istrinya kini dalam perjalanan menuju New York dengan kapal induk USS Iwo Jima.

"Ya, Iwo Jima, mereka berada di atas kapal," kata Trump dalam wawancara telepon dengan Fox News, Sabtu pagi waktu setempat.

"Helikopter membawa mereka keluar, dan mereka pergi dalam penerbangan yang menyenangkan—saya yakin mereka menyukainya. Tapi mereka, mereka membunuh banyak orang, ingat itu," ucapnya.

Trump menyatakan bahwa sebelum operasi dijalankan, ia telah menyampaikan ultimatum secara langsung kepada Maduro.

"Pada dasarnya saya bilang, Anda harus menyerah. Anda harus tunduk," ujar Trump dalam kutipan yang dilansir CNN.

Ia mengaku sempat berbicara dengan Maduro satu pekan sebelum penangkapan.

Trump saksikan langsung jalannya operasi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat melakukan konferensi pers mengenai serangan AS ke Venezuela, di Palm Beach, Negara Bagian Florida, Sabtu (3/1/2026).GETTY IMAGES NORTH AMERICA/JOE RAEDLE via AFP Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat melakukan konferensi pers mengenai serangan AS ke Venezuela, di Palm Beach, Negara Bagian Florida, Sabtu (3/1/2026).Trump mengungkapkan bahwa dirinya menyaksikan langsung proses penangkapan Maduro dari ruang kendali di resor pribadinya, Mar-a-Lago, Florida.

"Saya diberitahu oleh orang-orang militer bahwa tidak ada negara lain di dunia ini yang bisa melakukan manuver seperti itu," ujarnya.

"Kalau Anda lihat kecepatan dan kekerasannya—begitulah istilahnya—itu sungguh luar biasa. Pekerjaan luar biasa dari orang-orang ini," tambahnya.

Ia menonton seluruh jalannya operasi bersama para jenderal militer AS dari sebuah ruangan yang dilengkapi sistem pemantauan langsung.

"Kami menontonnya, dikelilingi banyak orang, termasuk para jenderal, dan mereka tahu semua yang terjadi. Itu sangat kompleks," jelasnya.

Menurut Trump, pasukan AS mampu menembus berbagai sistem pengamanan yang dirancang khusus untuk melindungi Maduro, termasuk pintu baja.

"Mereka menerobos tempat-tempat yang sebenarnya tidak mungkin ditembus. Pintu baja itu dipasang khusus untuk perlindungan, tetapi mereka bisa menembusnya dalam hitungan detik," ujarnya.

Trump juga menyebut, operasi ini melibatkan helikopter dan jet tempur dalam jumlah besar.

Alasan AS targetkan Maduro

Foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan penutup mata saat diangkut di kapal USS Iwo Jima menuju New York, diunggah Presiden Amerika Serikat Donald Trump di platform Truth Social pada Sabtu (3/1/2026), setelah serangan di Caracas.TRUTH SOCIAL DONALD TRUMP via AFP Foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan penutup mata saat diangkut di kapal USS Iwo Jima menuju New York, diunggah Presiden Amerika Serikat Donald Trump di platform Truth Social pada Sabtu (3/1/2026), setelah serangan di Caracas.Trump menyatakan bahwa misi utama dari operasi militer ini adalah menangkap Maduro, yang dituduh memimpin negara narkoba dan memanipulasi hasil pemilu presiden Venezuela pada 2024.

Washington menuduh Maduro menjadi dalang perdagangan kokain lintas negara, serta menudingnya terlibat penyebaran krisis fentanil yang melanda AS.

Dua organisasi asal Venezuela, Tren de Aragua dan Cartel de los Soles, ditetapkan sebagai organisasi teroris asing oleh Pemerintah AS. Trump bahkan menuding bahwa Cartel de los Soles dipimpin langsung oleh Maduro.

Pemerintah Venezuela membantah semua tuduhan itu. Caracas menilai langkah AS merupakan upaya mempolitisasi perang melawan narkoba demi menguasai cadangan minyak Venezuela, yang termasuk terbesar di dunia.

Maduro, yang kini berusia 63 tahun, merupakan mantan sopir bus yang ditunjuk langsung oleh Presiden Hugo Chavez sebelum wafat pada 2013.

Tag:  #presiden #venezuela #diseret #dari #kamar #saat #ditangkap #dibawa #kapal

KOMENTAR