Mengenal Tanaman Madagaskar dan Karakter Eksotisnya, Corak Eksotis yang ''Haus'' Sinar Matahari
KHAS PADA KULIT BATANG: Steephen Karwelo membenahi kawat tanaman Operculicarya pachypus yang sudah dibonsai. (DIMAS MAULANA/JAWA POS)
15:16
9 April 2024

Mengenal Tanaman Madagaskar dan Karakter Eksotisnya, Corak Eksotis yang ''Haus'' Sinar Matahari

Tanaman asal Kepulauan Madagaskar memang punya tampilan beda. Bahkan, masing-masing jenis memiliki corak eksotis yang berlainan. Perawatannya hampir mirip. Mereka juga cocok dibudidayakan di Pulau Jawa. Cocok bagi penyuka tanaman yang tak suka ribet.

STEEPHEN Karwelo menunjukkan lebih dari 50 koleksi tanaman asal Madagaskar miliknya. Mulai pot kecil hingga pot besar. Hampir semua koleksi tersebut berasal dari eksperimen regenerasi di rumahnya, kawasan Wiyung, Surabaya. ”Termasuk Operculicarya pachypus ini sudah saya olah untuk jadi bonsai,” ucapnya sembari memperbaiki kawat-kawat pembentuk bonsai.

Operculicarya pachypus punya kekhasan pada sisik kulitnya. Meski masih berusia di bawah 5 tahun, kulit batang pohonnya seakan menunjukkan usianya yang sudah hampir 100 tahun. Kasar dan penuh guratan. Semakin tua, semakin besar guratan tersebut. Berbeda halnya dengan kebanyakan bonsai yang punya ’’perut gendut nan mulus’’. Bonsai Operculicarya pachypus penuh guratan kasar. ”Kebetulan dapat dari teman yang juga sudah ngembangin di sini. Akhirnya belajar mengembangkan sendiri,” tutur Steephen.

Operculicarya pachypus dan Operculicarya decaryi miliknya sengaja diletakkan di dua area yang berbeda. Sengaja, untuk eksperimen. Ada anakan yang ditaruh di area teras rumah tanpa atap, ada yang ditaruh dengan atap car port. Masing-masing hasil stek ternyata menunjukkan pola pertumbuhan yang berbeda. ”Yang kena panas langsung, batangnya lebih pendek-pendek. Sedangkan, yang di car port malah lebih panjang dan tinggi,” jelasnya. Itu disebabkan tanaman Madagaskar haus sinar matahari. Makin redup, makin panjang dan tinggi batang demi mencari sinar yang cukup.

COCOK UNTUK RUMAH TROPICAL: Beberapa jenis dorstenia koleksi Steephen Karwelo. Kekhasan tanaman ini terdapat pada batang yang berbintik. (DIMAS MAULANA/JAWA POS)

Jenis operculicarya asli kini cukup sulit dicari. Di Madagaskar, mereka sudah tergolong endangered. ”Saya sendiri dapat lebih dari 15 tahun lalu. Sudah ukuran besar, jadi enggak tahu aslinya umur berapa,” tuturnya. Menurut dia, penjual operculicarya juga belum marak di Indonesia.

Jenis dorstenia justru lebih banyak diincar di Indonesia. Harganya jelas berbeda dengan golongan operculicarya yang lebih mahal karena sediaan sedikit. Di Kepulauan Madagaskar, jenis dorstenia juga masih melimpah. Bentuknya yang unik memang bikin orang penasaran. Batangnya gemuk-gemuk dan punya bintik-bintik yang sangat mencolok. Jenis dorstenia cocok dengan tampilan rumah gaya tropikal.

Dengan corak yang mirip di bagian batang, jenis-jenis dosrtenia punya kekhasan yang berbeda pada tipe daunnya. Dorstenia crispa, misalnya, memiliki jenis daun yang lebar. Mirip dengan daun pisang, hanya daun Dorstenia crispa lebih bergelombang di pinggirnya. Dorstenia foetida memiliki daun yang lebih lebar dan lonjong. Dorsternia lancifolia dikenal dengan daunnya yang panjang tapi sempit.

Sedangkan, Dorstenia horwoodii punya daun paling unik di antara yang lain. Meski lebar dan bentuknya mirip dengan daun pisang, sisi terpinggir daun seperti sudah teriris-iris dan bergelombang mirip selada.

Steephen menjelaskan, koleksi dorstenia lebih banyak diminati sebagai hiasan mungil di rumah. Perawatannya tidak rumit. ”Tetap wajib kena sinar matahari dan ada angin,” jelasnya. Jika ingin disimpan di dalam rumah, pastikan ia tak terisolasi di area yang redup dan lembap.

Dorstenia harus diberi media tanam yang seimbang. Tak boleh terlalu menggumpal atau terlalu kering. Jika terlalu lembap, unsur organik di media tanah bisa diganti dengan batu-batuan. ”Sebaliknya, kalau terlalu kering, bisa ditambah unsur organiknya,” jelas pria asli Surabaya itu.

Dalam membudidayakan dorstenia, Steephen memberikan penjelasan unik. Menurut pengalamannya, biji dorstenia harus dikeringkan selama dua bulan sebelum ditanam. ”Beda dengan operculicarya yang stek batang dewasa harus segera ditanam,” jelasnya. Dorstenia yang bijinya sudah kering malah bisa bertumbuh dengan optimal nanti. (dya/c6/ai)

---

TIRU SUASANA ALA MADAGASKAR UNTUK TANAMAN

• Sediakan sisi teras yang dominan terik panas agar asupan sinar matahari tercukupi.

• Pilih media tanah yang poros dan tidak mudah menggumpal.

• Pastikan tanaman rutin terkena angin segar agar pertumbuhan optimal.

• Jika ditanam langsung tanpa pot, bisa hiasi dengan tanaman-tanaman yang tidak banyak menyimpan air.

Editor: Ilham Safutra

Tag:  #mengenal #tanaman #madagaskar #karakter #eksotisnya #corak #eksotis #yang #haus #sinar #matahari

KOMENTAR