

Media gathering Siloam Hospital Mampang terkait penyakit persendian. (Rian Alfianto/JawaPos.com)


Mengenal Metode ORIF dan THR, Ampuh Tangani Kasus Tersulit Sendi Tulang dan Pinggul
- Masalah dan penanganan seputar sendi, tulang dan pinggul merupakan satu kesatuan dan juga polemik bagi masyarakat, khususnya bagi yang menetap di sejumlah kota besar. Pasalnya jarang ditemukan satu rumah sakit yang secara khusus menangani persoalan tulang, sendi dan pinggul secara kompetensi dengan melibatkan sejumlah lintas disiplin ilmu. Sebut saja penanganan pada Polytrauma dan Multiple Fractures yang melibatkan sendi khususnya; Pelvic Acetabulum. Atau penanganan Total Hip Replacement, yaitu pergantian tulang panggul yang umum terjadi saat manusia di fase lanjut usia. Masalah tersebut menjadi kasus tulang dan persendian yang sulit ditangani. Salah satu ahli Orthopedi terkemuka di Indonesia, Prof. Dr. dr. Ismail Hadisoebroto Dilogo SpOT(K) Pelvic, Hip and Knee., menjelaskan bahwa Polytrauma merupakan trauma yang terjadi pada beberapa bagian tubuh, disertai oleh penurunan fungsi fisiologi yang dapat mengakibatkan disfungsi organ multipel bahkan kematian pada pasien. "Multiple Fraktur adalah keadaan dimana terjadi hilangnya kontinuitas jaringan tulang lebih dari satu garis fraktur yang biasanya disebabkan oleh tekanan langsung atau tidak langsung pada permukaan tulang dengan gaya yang tinggi", ungkap dr. Ismail Hadisoebroto Dilogo yang berpraktek tetap di Siloam Hospitals Mampang saat media gathering, Kamis (14/3). Menurut dr. Ismail, seseorang yang mengalami salah satu dari keadaan tersebut sudah beresiko fatal. Lalu, bagaimana jika mengalami kedua keadaan tersebut dalam satu waktu? "Tentunya dibutuhkan kolaborasi multidisiplin dari dokter Emergency, SpBS, Anestesi, SpPD, Rehab Medik, dengan keahlian khusus dari dokter SpOT", tutur dr. Ismail menerangkan. Dokter Ismail dengan timnya dr. M Triadi Wijaya SpOT(K) dan dokter Riky SpOT adalah dokter spesialis bedah ortopedi dari uang menangani kasus ini. Kolaborasi multidisiplin pada kasus ini sukses dijalani sehingga pasien tertangani dengan baik dan saat ini pasien dapat beraktifitas kembali di kehidupan sehari-harinya. Kasus ini merupakan kasus dengan tingkat kesulitan tinggi dikarenakan pada pasien ini di diagnosa Polytrauma (Mild Head Injury, SDH Interhemisferik + Tentorial) dan Multiple Fraktur dengan patahan hampir semua terletak di artikuler (sendi). Penanganannya dikatakan jauh lebih sulit dibandingkan fraktur yang berada di diafisis (batang tulang panjang). Serta outcome dari operasi pada artikuler biasanya lebih jelek dibandingkan fraktur yang berada pada diafisis. Prosedur yang dilakukan oleh dr. Ismail beserta dengan timnya adalah ORIF (Open Reduction Internal Fixation) dan Percutaneus Screwing. Lalu, apa itu ORIF? ORIF adalah suatu jenis operasi dengan pemasangan internal fiksasi yang dilakukan ketika fraktur tidak dapat diredukasi secara tertutup. Sedangkan Percutaneus Screwing adalah operasi dengan minimal invasive untuk memfiksasi tulang patah yang salah satunya adalah untuk Fraktur Acetabular karena kompleks nya anatomi dari pelvis. “Setelah tindakan selesai, pasien disarankan untuk rutin melakukan fisioterapi selama masa penyembuhan agar hasil dari operasi dapat tercapai dengan sempurna”, kata dr. Ismail menjelaskan. Sementara itu, metode lainnya yakni primary difficult Total Hip Replacement (THR). Metode tersebut adalah operasi yang dijalankan pada pasien yang memiliki komorbid dengan gangguan pada tulang atau jaringan lunak. Meskipun prosedur yang dilakukan adalah sama dengan penggantian penggantian sendi pada panggul secara keseluruhan atau yang biasa kita kenal dengan THR namun pada pasien pasca Coxitis TB dengan sendi yang sudah menyatu dan memendek 3 cm adalah kasus dengan kesulitan tingkat tinggi. "Dan hal tersebut membutuhkan pendekatan terencana, komprehensif dari dokter bedah ortopedi subspesialis konsultan yang berpengalaman agar tidak lagi berjalan pincang, tungkai sama panjang, bebas nyeri, pulihnya rentang gerak sendi pinggul, bisa kembali sholat posisi duduk sempurna dan tidak membuat adanya komplikasi setelah operasi", tutur dr. Ismail lagi. THR adalah operasi penggantian sendi pinggul yang rusak, yaitu tulang dan tulang rawan yang rusak akan diganti, kepala tulang femur akan diganti dengan logam atau keramik, dan permukaan tulang rawan yang rusak dari soket dihilangkan dan diganti dengan soket logam.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tag: #mengenal #metode #orif #ampuh #tangani #kasus #tersulit #sendi #tulang #pinggul