CDC Aktifkan Status Darurat Level 3 usai Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar
Kapal pesiar mewah MV Hondius yang berangkat dari Argentina. CDC mulai mengaktifkan pemantauan darurat setelah wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menewaskan tiga penumpang.(DOK. ANTARTICA CRUISES)
14:42
11 Mei 2026

CDC Aktifkan Status Darurat Level 3 usai Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar

Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius terus menjadi perhatian internasional. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat kini mengaktifkan status darurat level 3 untuk memantau perkembangan kasus tersebut.

Melansir The Jerusalem Post (9/5/2026), CDC juga mengaktifkan Emergency Operations Center yang melibatkan epidemiolog, ilmuwan, dan dokter untuk memantau penyebaran virus.

Status “level 3” merupakan tingkat aktivasi darurat paling rendah, tetapi menandakan otoritas kesehatan AS mulai melakukan pemantauan aktif terhadap wabah.

Laporan tersebut juga menyebut muncul dua kasus suspek baru saat penyelidikan terus berlangsung.

Baca juga: Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Ini Penyebab dan Cara Penularannya

Penumpang dipantau ketat

Kapal pesiar MV Hondius sebelumnya berlayar dari Argentina pada Maret 2026 dengan sekitar 150 penumpang. Kapal sempat singgah di Antartika sebelum kasus hantavirus terdeteksi.

Proses evakuasi penumpang kini mulai dilakukan di Tenerife, Spanyol. Penumpang dipulangkan secara bertahap dan menjalani pemeriksaan medis setelah tiba di negara masing-masing.

Menteri Kesehatan Spanyol, Mónica García, mengatakan sekitar 140 orang di kapal tidak menunjukkan gejala.

Tim kesehatan juga tidak menemukan tikus di dalam kapal saat pemeriksaan dilakukan.

“Kondisi kebersihan dan lingkungan di kapal dinilai memadai,” demikian isi laporan yang dikutip Reuters.

Meski begitu, seluruh penumpang tetap dianggap sebagai kontak berisiko tinggi dan berada dalam pemantauan kesehatan.

Setidaknya tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan beberapa lainnya dinyatakan terinfeksi hantavirus.

Baca juga: Vaksin Hantavirus Sedang Dikembangkan, Ahli Sebut Prosesnya Bisa Bertahun-tahun

CDC tak wajibkan karantina

Ilustrasi tikus pembawa Orthohantavirus. CDC mulai mengaktifkan pemantauan darurat setelah wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menewaskan tiga penumpang.Pixabay Ilustrasi tikus pembawa Orthohantavirus. CDC mulai mengaktifkan pemantauan darurat setelah wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menewaskan tiga penumpang.

Sementara itu, CDC memutuskan tidak memberlakukan karantina wajib bagi 17 penumpang asal Amerika Serikat yang dipulangkan dari kapal tersebut.

Dilansir Sunday Guardian Live (10/5/2026), para penumpang hanya akan menjalani pemantauan sukarela selama 42 hari, sesuai masa inkubasi potensial virus.

“Kami tidak mengarantina siapa pun,” kata pejabat CDC dalam konferensi pers.

CDC juga menyebut pemeriksaan laboratorium tidak direkomendasikan bagi orang tanpa gejala.

Hingga Sabtu (10/5/2026) waktu setempat, tidak ada penumpang asal Amerika Serikat yang dinyatakan positif maupun menunjukkan gejala aktif hantavirus.

Meski demikian, mereka diminta membatasi aktivitas di luar rumah dan tetap berkoordinasi dengan otoritas kesehatan setempat selama masa pemantauan.

Baca juga: 3 Penumpang Kapal Pesiar Meninggal karena Virus Hanta, Gejalanya Sering Dikira Flu

Risiko penularan jadi sorotan

WHO sebelumnya menyatakan risiko terhadap masyarakat umum masih rendah. Namun, wabah ini tetap memicu perhatian global karena muncul di tengah trauma pandemi Covid-19.

Hantavirus merupakan virus yang umumnya menyebar melalui urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Penularan antarmanusia disebut jarang terjadi.

Kasus di MV Hondius kini menjadi salah satu wabah hantavirus paling banyak mendapat perhatian internasional dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Waspada Gejala Virus Hanta yang Renggut Nyawa Penumpang Kapal Pesiar, Ini Bedanya dengan Flu

Tag:  #aktifkan #status #darurat #level #usai #wabah #hantavirus #kapal #pesiar

KOMENTAR