Menkes Budi Tanggapi Kekurangan Dokter Spesialis di Bima, Dorong Putra Daerah Jadi Dokter
(Kiri ke kanan), Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Walikota Bima A. Rahman H. Abidin dalam kunjungan kerja ke RSUD Kota BIMA, di Nusa Tenggara Barat, Jumat (27/2/2026).(KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA)
18:18
28 Februari 2026

Menkes Budi Tanggapi Kekurangan Dokter Spesialis di Bima, Dorong Putra Daerah Jadi Dokter

– Kekurangan dokter spesialis masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk di Bima, Nusa Tenggara Barat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya terjadi di satu wilayah, melainkan hampir di seluruh Indonesia.

Ia menyoroti pentingnya mendorong putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan kedokteran hingga spesialis agar kebutuhan tenaga medis di daerah dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Baca juga: Menkes Budi Tinjau RSUD Kota Bima Naik Kelas C, Siap Tangani Stroke hingga Jantung

Menkes Budi dorong putra-putri daerah untuk jadi dokter spesialis

Kekurangan dokter spesialis terjadi di seluruh Indonesia

Budi mengakui bahwa keterbatasan dokter spesialis masih menjadi persoalan nasional.

“Betul. Di seluruh Indonesia juga kekurangan dokter spesialis, nggak hanya Bima aja. Saya sangat berharap yang jadi dokter itu harus putra-putri daerah,” jelas Budi dalam kunjungan kerjanya ke RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, keberadaan dokter spesialis yang berasal dari daerah setempat menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan. 

Dokter lokal dinilai lebih mungkin bertahan dan mengabdi di wilayah asalnya. Ia mencontohkan salah satu dokter spesialis yang bertugas di Bima.

“Tadi saya tanya ada dokter orang Makassar tapi menikah sama orang Bima, dia dokter spesialis saraf. Saya inginnya asli orang Bima atau menikah dengan orang Bima dan akhirnya tinggal di sini,” ujarnya.

Budi berharap semakin banyak generasi muda Bima yang tertarik menempuh pendidikan kedokteran dan kembali mengabdi di daerahnya sendiri.

Dorongan untuk keluarga dan pemerintah daerah

Selain itu, ia juga menyampaikan pesan langsung kepada masyarakat, khususnya para orangtua, agar mendorong anak-anaknya bercita-cita menjadi dokter.

“Tolong bujukin semua ibu-ibu agar anaknya suruh jadi dokter. Yang pinter-pinter atau menikahkan anaknya dengan dokter, lalu dibawa ke sini, karena dokter itu sangat dibutuhkan,” katanya.

Baca juga: Layanan Kesehatan Gratis Diperluas, Menkes Imbau Masyarakat Aktifkan BPJS

Ia menegaskan kembali keinginannya agar dokter spesialis di daerah diisi oleh putra-putri asli daerah.

“Saya maunya harus putra-putri daerah supaya mereka enggak lari-lari ke mana-mana,” ujarnya.

Menurut Budi, keberpihakan terhadap putra daerah dalam pendidikan spesialis perlu diperkuat. Ia meminta rumah sakit provinsi untuk memberikan perhatian lebih dalam pembagian kesempatan pendidikan spesialis.

“Nah jadi sekarang saya mau bilang ke rumah sakit provinsi kalau bisa bukannya ini, itu pendidikan spesialisnya harus putra-putri daerah diutamakan ya. Dan yang adil dibagi Pak, dari Bima, dari Dompu, dari mana mesti kebagian giliran,” katanya.

Perbanyak rumah sakit pendidikan

Sebagai langkah konkret, Budi menyatakan akan memperbanyak pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit. Skema ini berada langsung di bawah kewenangannya sebagai Menteri Kesehatan.

“Pendidikan yang berbasis rumah sakit itu ada di bawah saya. Nanti saya akan perbanyak juga semua rumah sakit, rumah sakit umum daerah, itu juga harus jadi rumah sakit pendidikan,” ungkap dia.

Dengan menjadikan lebih banyak RSUD sebagai rumah sakit pendidikan, proses percepatan peningkatan kompetensi dokter umum menjadi dokter spesialis diharapkan dapat terwujud.

“Tunjuknya supaya bisa mengakselerasi dokter-dokter umum cepat bisa jadi dokter spesialis. Saya akan pastikan itu harus putra-putri asli daerah agar lebih banyak dokter spesialis lokalnya,” tegasnya.

Upaya tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks di daerah, terutama dengan peningkatan kelas rumah sakit seperti yang terjadi di RSUD Kota Bima. 

Dengan tersedianya fasilitas yang lebih lengkap, kebutuhan akan dokter spesialis pun menjadi semakin mendesak.

Melalui dorongan pendidikan berbasis rumah sakit dan keberpihakan pada putra daerah, pemerintah berharap distribusi dokter spesialis di Indonesia dapat lebih merata. 

Bima menjadi salah satu contoh wilayah, yang tengah didorong untuk memperkuat sumber daya manusianya di bidang kesehatan, demi pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat.

 Baca juga: Menkes Budi Ungkap 3 Tantangan Kesehatan Menuju Indonesia Emas 2045

Tag:  #menkes #budi #tanggapi #kekurangan #dokter #spesialis #bima #dorong #putra #daerah #jadi #dokter

KOMENTAR