7 Minuman yang Dapat Mendukung Kesehatan Vagina dan Menyeimbangkan Kadar pH Secara Alami
Ilustrasi minuman yang baik untuk kesehatan vagina. (Pexels/Engin Akyurt)
08:50
13 Februari 2026

7 Minuman yang Dapat Mendukung Kesehatan Vagina dan Menyeimbangkan Kadar pH Secara Alami

Menjaga kesehatan vagina dan keseimbangan pH, sebenarnya bukanlah hal yang rumit.

Akan tetapi, menjaga kesehatan vagina dan keseimbangan pH di area kewanitaan membutuhkan konsistensi, konsistensi dan gaya hidup sehat.

Menjaga kesehatan vagina bukan hanya soal kebersihan dari luar, tetapi juga tentang bagaimana tubuh dirawat dari dalam. 

Dalam dunia kesehatan perempuan, keseimbangan pH vagina menjadi salah satu faktor penting yang menentukan apakah organ intim tetap dalam kondisi optimal atau justru rentan terhadap infeksi. 

Untuk diketahui, pH vagina yang sehat umumnya berada pada kisaran 3,8 hingga 4,5, yang berarti cenderung asam. 

Lingkungan asam ini membantu pertumbuhan bakteri baik seperti Lactobacillus, yang berperan melindungi dari bakteri jahat dan jamur penyebab infeksi.

Banyak perempuan belum menyadari bahwa apa yang dikonsumsi setiap hari turut memengaruhi keseimbangan pH vagina. 

Pola makan tinggi gula, kurang cairan, atau minim asupan probiotik bisa berdampak pada perubahan flora alami vagina. 

Sebaliknya, beberapa jenis minuman justru dapat membantu menjaga keseimbangan tersebut secara alami.

Dikutip dan dirangkum dari laman Healthshots, mendukung kesehatan vagina serta membantu menyeimbangkan kadar pH secara alami. 

Berikut penjelasan lengkap dan informatif mengenai tujuh minuman yang dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat untuk menjaga organ intim tetap optimal.

1. Air Mineral

Air mineral mungkin terdengar sederhana, tetapi perannya dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk kesehatan vagina, sangatlah besar. 

Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air, dan setiap sel memerlukan hidrasi yang cukup agar dapat bekerja secara optimal. 

Ketika tubuh kekurangan cairan, berbagai sistem di dalamnya bisa terganggu, termasuk sistem reproduksi.

Hidrasi yang cukup membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mendukung fungsi ginjal dalam membuang racun. 

Ketika racun dapat dikeluarkan secara efisien melalui urin, risiko pertumbuhan bakteri berbahaya di saluran kemih pun berkurang. 

Infeksi saluran kemih sering kali berkaitan dengan ketidakseimbangan flora di area genital, sehingga menjaga asupan cairan menjadi langkah preventif yang sangat penting.

Selain itu, air membantu menjaga kelembapan alami jaringan vagina. Vagina yang terlalu kering bisa menyebabkan iritasi, rasa tidak nyaman, bahkan meningkatkan risiko infeksi. 

Dengan minum setidaknya 2 liter air per hari, atau sekitar 8 gelas, Anda membantu tubuh mempertahankan fungsi normal mukosa vagina.

Air juga tidak mengandung gula tambahan yang bisa memicu pertumbuhan jamur seperti Candida

Konsumsi minuman manis berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah, yang dalam beberapa kasus berkaitan dengan risiko infeksi jamur berulang. 

Dengan memilih air putih sebagai minuman utama, Anda mengurangi risiko tersebut secara signifikan.

Membiasakan diri membawa botol minum ke mana pun Anda pergi bisa menjadi langkah kecil namun berdampak besar. 

Hidrasi yang konsisten bukan hanya membuat tubuh terasa segar, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan alami organ intim.

2. Kefir atau Yoghurt Tanpa Pemanis

Kefir dan yoghurt tanpa pemanis dikenal sebagai sumber probiotik alami yang kaya akan bakteri baik. 

Probiotik ini sangat penting dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yang ternyata juga berkaitan erat dengan kesehatan vagina.

Menurut para ahli kesehatan, bakteri baik seperti Lactobacillus membantu mempertahankan tingkat keasaman vagina. 

Ketika populasi bakteri baik menurun, bakteri jahat dapat berkembang lebih cepat dan mengganggu keseimbangan pH. Di sinilah peran probiotik menjadi krusial.

Kefir bahkan mengandung variasi probiotik yang lebih beragam dibandingkan yoghurt biasa. 

Minuman fermentasi ini dihasilkan dari proses fermentasi susu menggunakan kultur khusus, yang menghasilkan tekstur sedikit lebih cair dan rasa yang agak asam. 

Rasa asam tersebut menandakan aktivitas bakteri baik yang tinggi. Namun, penting untuk memilih kefir atau yoghurt tanpa tambahan gula. 

Produk yang diberi pemanis justru dapat meningkatkan kadar gula dalam tubuh dan berpotensi mengganggu keseimbangan mikroorganisme alami.

Mengonsumsi kefir atau yoghurt secara rutin, misalnya satu porsi per hari, dapat membantu meningkatkan populasi bakteri baik di tubuh.

 Selain baik untuk vagina, probiotik juga mendukung sistem kekebalan tubuh dan pencernaan.

Jika Anda tidak terbiasa dengan rasanya, Anda bisa mencampurkannya dengan buah segar tanpa gula tambahan untuk rasa yang lebih nikmat sekaligus tetap sehat.

3. Jus Cranberry Murni (Tanpa Pemanis)

Cranberry telah lama dikenal sebagai buah yang baik untuk kesehatan saluran kemih. 

Kandungan senyawa aktif seperti proanthocyanidins membantu mencegah bakteri, khususnya E. coli, menempel pada dinding saluran kemih. Dengan begitu, risiko infeksi dapat berkurang.

Walau sering dikaitkan dengan kesehatan saluran kemih, manfaat cranberry juga berdampak pada area vagina karena kedua sistem ini saling berdekatan. 

Infeksi saluran kemih yang berulang dapat memengaruhi keseimbangan flora di sekitar organ intim.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah memilih jus cranberry murni tanpa tambahan gula. 

Banyak produk di pasaran mengandung gula dalam jumlah tinggi untuk menetralkan rasa asam alami cranberry. Padahal, gula berlebih justru dapat memperburuk keseimbangan bakteri.

Rasa jus cranberry murni memang lebih tajam dan asam, tetapi kandungan antioksidan di dalamnya sangat tinggi. 

Antioksidan membantu melawan radikal bebas dan mendukung sistem kekebalan tubuh.

Mengonsumsi satu gelas kecil jus cranberry murni beberapa kali dalam seminggu dapat menjadi langkah preventif yang baik, terutama bagi perempuan yang rentan terhadap infeksi saluran kemih.

4. Teh Hijau

Teh hijau dikenal luas sebagai minuman kaya antioksidan, terutama katekin. 

Senyawa ini memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi yang dapat membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam tubuh.

Peradangan kronis dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh, termasuk sistem reproduksi. 

Dengan mengonsumsi teh hijau secara rutin, Anda membantu tubuh mengurangi stres oksidatif dan meningkatkan daya tahan alami.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam teh hijau dapat menghambat pertumbuhan bakteri tertentu. 

Walau bukan pengobatan utama, konsumsi rutin teh hijau dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat yang mendukung keseimbangan pH.

Teh hijau juga tidak mengandung gula dan kalori tinggi, sehingga aman dikonsumsi sebagai pengganti minuman manis. 

Idealnya, minumlah satu hingga dua cangkir per hari untuk mendapatkan manfaat optimal.

5. Air Kelapa atau Buttermilk

Air kelapa dikenal sebagai minuman alami yang kaya elektrolit. Kandungan kalium, magnesium, dan mineral lainnya membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. 

Hidrasi yang optimal berkontribusi pada kesehatan seluruh sistem, termasuk organ intim.

Sementara itu, buttermilk, yang merupakan hasil samping fermentasi mentega—mengandung probiotik alami yang mendukung pertumbuhan bakteri baik. 

Kombinasi hidrasi dan probiotik menjadikan kedua minuman ini pilihan yang baik untuk kesehatan vagina.

Air kelapa sebaiknya dipilih yang alami tanpa tambahan gula. Sedangkan buttermilk paling baik dikonsumsi dalam versi tanpa pemanis agar manfaat probiotiknya tetap optimal.

6. Smoothie Buah Fermentasi

Smoothie berbahan dasar buah fermentasi seperti kimchi atau minuman probiotik berbasis buah dapat membantu meningkatkan asupan bakteri baik. 

Fermentasi menghasilkan mikroorganisme hidup yang mendukung keseimbangan flora usus dan vagina.

Anda bisa membuat smoothie dengan campuran kefir, buah beri, dan sedikit biji chia untuk kombinasi nutrisi yang lengkap. Hindari tambahan sirup atau gula berlebihan.

7. Jus Jeruk

Jus jeruk kaya akan vitamin C yang berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

Sistem imun yang kuat membantu tubuh melawan infeksi bakteri maupun jamur.

Vitamin C juga mendukung produksi kolagen dan menjaga kesehatan jaringan tubuh, termasuk jaringan di area intim. 

Namun, pilih jus jeruk segar tanpa gula tambahan untuk manfaat optimal.

Ya, tujuh minuman di atas, mulai dari air mineral hingga jus jeruk, dapat menjadi bagian dari rutinitas harian yang mendukung kesehatan organ intim secara alami.

Kuncinya terletak pada pilihan yang tepat: hindari gula berlebih, prioritaskan probiotik, dan pastikan tubuh tetap terhidrasi. 

Dengan pendekatan yang sederhana namun konsisten, Anda tidak hanya menjaga keseimbangan pH vagina, tetapi juga meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

***

 

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #minuman #yang #dapat #mendukung #kesehatan #vagina #menyeimbangkan #kadar #secara #alami

KOMENTAR