Dukung Program Nasional, Produksi Suplemen Mikronutrien Bantu Upaya Penurunan Stunting
Acara Bayer Perkuat Ekosistem Kesehatan Nasional: Resmikan Peningkatan Kapabilitas Lini Produksi MMS dan R&D”, di Depok, Jawa Barat, Rabu (14/1/2026).(KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA)
21:30
14 Januari 2026

Dukung Program Nasional, Produksi Suplemen Mikronutrien Bantu Upaya Penurunan Stunting

- Komitmen sektor swasta dalam mendukung agenda kesehatan nasional kembali diperlihatkan melalui langkah strategis Bayer di Indonesia. 

Perusahaan global berbasis sains yang bergerak di bidang kesehatan dan pertanian ini meresmikan peningkatan fasilitas manufaktur sekaligus penguatan pusat Riset dan Pengembangan (R&D) di Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis, Depok. 

Total investasi yang digelontorkan mencapai 5 juta euro atau setara sekitar Rp 99 miliar.

Peresmian tersebut menandai langkah nyata Bayer dalam memperkuat ekosistem kesehatan Indonesia, khususnya untuk memastikan ketersediaan produk kesehatan konsumen yang aman, berkualitas, dan memenuhi standar global. 

Salah satu fokus utama penguatan ini adalah produksi Multiple Micronutrient Supplement (MMS), suplemen mikronutrien yang menjadi bagian penting dalam upaya penurunan stunting, terutama bagi ibu hamil dan anak.

Peran industri dalam mendukung program kesehatan nasional

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam acara Bayer Perkuat Ekosistem Kesehatan Nasional: Resmikan Peningkatan Kapabilitas Lini Produksi MMS dan R&D”, di Depok, Jawa Barat, Rabu (14/1/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam acara Bayer Perkuat Ekosistem Kesehatan Nasional: Resmikan Peningkatan Kapabilitas Lini Produksi MMS dan R&D”, di Depok, Jawa Barat, Rabu (14/1/2026).

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menegaskan, keterlibatan industri menjadi faktor penting dalam mendukung program prioritas kesehatan nasional, termasuk penurunan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak.

“Penguatan produksi MMS dan R&D di dalam negeri merupakan langkah strategis untuk menjamin ketersediaan produk kesehatan yang bermutu serta mendukung prioritas nasional, termasuk kesehatan ibu dan anak,” ujar Budi.

Hal ini ia katakan dalam acara “Bayer Perkuat Ekosistem Kesehatan Nasional: Resmikan Peningkatan Kapabilitas Lini Produksi MMS dan R&D”, di Depok, Jawa Barat, Rabu (14/1/2026).

Produksi dalam negeri tidak hanya soal kemandirian industri farmasi, tetapi juga soal keberlanjutan akses masyarakat terhadap produk kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.

Jaminan mutu dan keamanan produk

Acara Bayer Perkuat Ekosistem Kesehatan Nasional: Resmikan Peningkatan Kapabilitas Lini Produksi MMS dan R&D”, di Depok, Jawa Barat, Rabu (14/1/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Acara Bayer Perkuat Ekosistem Kesehatan Nasional: Resmikan Peningkatan Kapabilitas Lini Produksi MMS dan R&D”, di Depok, Jawa Barat, Rabu (14/1/2026).

Dari sisi pengawasan, BPOM memiliki peran krusial dalam memastikan bahwa setiap produk yang beredar memenuhi standar mutu, keamanan, dan manfaat klinis. 

Kepala Badan POM, Prof Taruna Ikrar, menegaskan pentingnya kepatuhan industri terhadap regulasi yang berlaku.

“BPOM mendorong industri untuk terus mematuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku serta menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik secara konsisten,” ujar Taruna.

Penerapan standar ini menjadi fondasi agar produk MMS yang diproduksi tidak hanya tersedia dalam jumlah besar, tetapi juga terjamin kualitasnya untuk mendukung kesehatan ibu hamil dan janin.

Dukungan dari Pemerintah Jerman

Acara Bayer Perkuat Ekosistem Kesehatan Nasional: Resmikan Peningkatan Kapabilitas Lini Produksi MMS dan R&D”, di Depok, Jawa Barat, Rabu (14/1/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Acara Bayer Perkuat Ekosistem Kesehatan Nasional: Resmikan Peningkatan Kapabilitas Lini Produksi MMS dan R&D”, di Depok, Jawa Barat, Rabu (14/1/2026).

Langkah Bayer juga mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Jerman. Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Dr. Ralf Beste, menilai investasi ini sebagai kontribusi nyata sektor swasta Jerman bagi penguatan sistem kesehatan Indonesia.

“Penguatan kapabilitas manufaktur dan Research & Development ini merupakan kontribusi nyata sektor swasta Jerman dalam mendukung penguatan sistem kesehatan, pengembangan kapasitas lokal, serta kerja sama berkelanjutan,” ujarnya.

Kolaborasi internasional masih menjadi pilar penting dalam pembangunan sektor kesehatan nasional.

Kapasitas produksi MMS yang signifikan

Acara Bayer Perkuat Ekosistem Kesehatan Nasional: Resmikan Peningkatan Kapabilitas Lini Produksi MMS dan R&D”, di Depok, Jawa Barat, Rabu (14/1/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Acara Bayer Perkuat Ekosistem Kesehatan Nasional: Resmikan Peningkatan Kapabilitas Lini Produksi MMS dan R&D”, di Depok, Jawa Barat, Rabu (14/1/2026).

Peningkatan manufaktur, termasuk produksi MMS, menjadi bukti kesiapan Bayer dalam mendukung target Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. 

MMS yang diproduksi di Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis diformulasikan sesuai standar UNIMMAP, yang mengandung 15 vitamin dan mineral esensial bagi ibu hamil.

“Kapasitas produksi Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis mencapai 2,4 miliar tablet per tahun untuk kebutuhan domestik maupun global,” ujar Head of Supply Center Healthcare Cimanggis, Priscilla Silvan Prarizta.

“Khusus untuk MMS, pabrik ini mampu memproduksi hingga 1,2 miliar tablet per tahun dalam kemasan botol dan blister,” tambah dia.

Investasi untuk pengembangan fasilitas produksi MMS ini diharapkan dapat mendukung upaya Pemerintah dalam menurunkan stunting melalui penyediaan suplementasi mikronutrien berkualitas tinggi dan aman bagi ibu hamil, sekaligus memastikan akses yang lebih luas bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Pabrik dengan standar global dan gandeng tenaga kerja lokal

Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis merupakan salah satu pusat manufaktur Bayer di kawasan Asia-Pasifik. 

Fasilitas ini memasok produk tidak hanya untuk pasar domestik, tetapi juga ke berbagai negara di Asia, Australia, Afrika, Eropa, dan Amerika.

Menariknya, seluruh operasional pabrik dijalankan oleh tenaga profesional Indonesia yang bekerja sesuai standar kualitas dan keselamatan global Bayer. 

Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa penguatan industri kesehatan juga membuka peluang besar bagi pengembangan talenta lokal.

Selain manufaktur, Bayer juga memperkuat fasilitas R&D di Cimanggis melalui investasi sebesar 3,6 juta euro. 

Fasilitas ini tidak berfokus pada penemuan molekul baru, melainkan pada peningkatan kualitas produk, pengembangan formulasi, metode analisis, serta studi stabilitas di berbagai zona iklim.

Peran R&D di Indonesia dirancang untuk mendukung kebutuhan pasar domestik sekaligus memperkuat rantai pasok global.

Tag:  #dukung #program #nasional #produksi #suplemen #mikronutrien #bantu #upaya #penurunan #stunting

KOMENTAR